H A I !👋
- H A P P Y R E A D I N G -
***
Veila dan Cherry saling bertukar tatap lalu menggaruk tengkuk mereka yang tak gatal secara bersamaan saat mendengar ucapan polos Ony yang malah membuat kedua gadis itu ketar-ketir sendiri, sedangkan Ony malah santai seperti tak akan pernah terjadi apapun.
"Ekhem, Ony, kenalin itu yang cewek namanya Visya. Dia sahabat kita juga," Ucap Veila yang hanya memperkenalkan tentang Visya.
Veila memang diajarkan dengan keras oleh Samuel, tapi bukan berarti kalau dia berani dengan manusia spesies seperti Zegran satu itu. Manusia yang tak bisa dia anggap remeh kekuatan nya.
Anggukan kecil Ony berikan sebagai respon, "Kalau Kakak tampan itu siapa? Ony seperti tidak asing, tapi Ony lupa." Ucap Ony seraya menunjuk Zegran dengan santainya.
Tanpa mereka sadari, kini Zegran tengah mati-matian menahan senyum nya yang terus memaksa untuk diperlihatkan. Dia pikir, Ony akan melupakan tentang dirinya, karena malam itu, keadaan nya benar-benar mengenaskan.
Tapi ternyata Ony masih mengingat tentang dirinya, walau gadis itu tak mengenal dengan jelas tentang wajah nya.
"Di-"
"Keluar!"
Veila dan Cherry meneguk saliva mereka dengan susah payah kala suara dingin Zegran terdengar mendominasi diruangan Ony. Mereka berpikir, Zegran pasti marah karena Ony telah lancang menunjuk wajah nya. Tentu pemikiran mereka salah.
"Ta-"
"Keluar!" Lagi-lagi, ucapan Veila dipotong dengan cepat oleh Zegran.
Karena tak ada pilihan lain, mereka semua pun secara terpaksa keluar dari ruangan Ony dan membiarkan Zegran berduaan dengan Ony. Setelah memastikan mereka semua pergi, Zegran pun bangkit dari duduk nya dan berjalan mendekat ke arah brankar Ony.
"Kakak, mau ngapain?"
Pemuda dengan pakaian santainya itu tersenyum tipis tanpa berniat menjawab, lalu dia menaiki brankar yang Ony tempati dan duduk dihadapan Ony yang masih setia menatap nya polos.
"Kakak?" Panggil Ony lagi.
"Hm?" Zegran menaikan satu alisnya seraya menggenggam tangan mungil Ony lalu mengecup punggung tangan gadis mungil itu lama.
Mata bulat dengan netra abu-abu itu mengerjab polos, "Kenapa Kakak cium tangan Ony? Ony kan bukan Mamih nya Kakak, Ony juga bukan guru nya Kakak yang harus Kakak cium tangannya."
Mendengar ucapan polos dari bibir mungil Ony, Zegran tak bisa lagi menahan kekehan nya juga tangan nya yang sudah gatal ingin mengacak surai panjang dengan warna merah kehitaman itu.
"Gak semua cium tangan yang hanya ditunjukan pada Ibu atau guru, sayang." Ucap Zegran seraya mengusap lembut pipi chubby Ony.
Ony mengangguk-ngangguk mengerti, "Nama Kakak siapa?" Tanya Ony yang baru menyadari kalau dia tak mengenali tentang siapa sosok pemuda dihadapan nya itu.
"Zegran Khenanzio Almostine," Ucap Zegran dengan senyum tipisnya.
"Zio!" Pekik Ony dengan riang yang berhasil membuat Zegran menahan senyum nya lagi dan lagi.
"Kok Zio?" Tanya Zegran dengan raut bingung yang dibuat-buat, padahal dia mengerti dan bertanya hanya untuk basa-basi saja.
Bibir mungil Ony melengkung kebawah, "Tidak boleh ya?"
Gadis itu pikir, Zegran marah karena dia telah lancang memanggil pemuda satu itu dengan nama panggilan yang lain nya. Padahal Ony sudah terbiasa memanggil orang-orang dengan nama yang dia pilih sendiri. Yang penting nama seseorang itu masih ada diantara panjangnya nama mereka.
Dengan panik, Zegran menggelengkan kepala. Bukan ini yang dia maksud! Dia hanya bertanya agar Ony menjawab dengan kalimat manisnya, tapi Ony malah hendak menangis seperti itu, kan Zegran jadi panik.
"Boleh kok boleh! Memang nya siapa yang bilang tidak boleh, hm?" Zegran mendekatkan duduk nya keposisi Ony duduk, lalu merapikan surai Ony yang sedikit berantakan.
"Wajah Kakak seram, jadi Ony pikir Kakak marah sama Ony." Ucap Ony seraya mengusap kasar sudut matanya yang berair.
"Pelan sayang, nanti matanya ikut perih." Ucap Zegran seraya menahan tangan Ony yang hendak mengusap sudut matanya, lalu menggantikan tangan nya yang kini mengusap lembut sudut mata Ony.
"Kakak anjing deh!"
Zegran terdiam. Apakah telinga nya salah mendengar? Tidak mungkin kan kalau gadisnya itu mengucapkan kalimat kasar? Kalau telinga nya benar-benar bermasalah, dia pasti akan ke rumah sakit agar tak salah mendengar lagi.
"Ish! Daddy bohong nih," Gumam Ony dengan bibir nya yang mengerucut kesal.
Ony jelas masih mengingat tentang segala ucapan Roderick yang bertema kan 'anjing', saat dimana Ony ingin dibelikan Siti.
"Anjing? Apa itu anjing?"
Kedua paruh baya itu saling bertukar pandang satu sama lain. Apakah putri mereka benar-benar hilang ingatan? Kok sejenis anjing saja dia tak tahu?
"Kamu... Kamu gak tau apa itu anjing?" Tanya Roderick.
Ony mengerjab polos, "Tidak. Miss Inna tidak pernah memberi tahu Ony tentang anjing," Ucap nya.
"Anjing itu..." Roderick menggaruk tengkuk nya yang tak gatal. Dia ingin menjelaskan kalau anjing itu sejenis hewan yang kata-kata nya tidak boleh sembarangan diucapkan, karena kata 'anjing' juga termasuk kata kasar dalam mengumpat.
"Apa itu anjing, Daddy?" Tanya Ony dengan tidak sabaran.
"Anjing itu hewan yang... Yang lucu, sayang... Iya lucu!" Ucap Roderick disertai dengan senyum menyakinkan nya.
"Anjing itu hewan lucu? Berarti Siti itu lucu! Daddy juga anjing banget!" Ucap nya dengan semangat.
Mendengar ucapan polos putrinya, refleks, Eugene menatap tajam sang suami yang kini tengah meringis pelan. Lagi-lagi dia salah dalam menjelaskan, kalau begini caranya, bisa dia yang kena amukan singa betina satu itu.
"Haha... Iya-ya Daddy, A-anjing banget!"
***
Ony mengerjab-ngerjabkan matanya beberapa kali saat tangan Zegran bergerak ke kiri kanan dihadapan wajahnya. Ony mendongak, menatap tepat ke manik mata pemuda tampan itu.
"Kakak bicara apa?" Tanya Ony.
"Aku tanya, kenapa bilang 'Kakak anjing deh!' sama aku seperti tadi, hm?"
Mata bulat itu kembali mengerjab sebelum akhirnya, dia melengkung kan bibir mungil nya kebawah. "Ish, kok Kakak tidak bahagia saat Ony berucap seperti tadi?"
Melihat lengkungan dibibir Ony, juga mata gadis itu yang mulai berkaca-kaca, berhasil membuat Zegran panik bukan main. Panik karena dia tak pernah tahu bagaimana caranya menghentikan tangis seorang perempuan.
"B-bahagia?" Zegran bertanya dengan nada gagapnya yang seketika hadir tanpa disuruh.
"Iya! Kata Daddy, anjing itu lucu dan siapapun yang lucu pasti dia anjing!"
Pemuda itu seketika terdiam dengan mata memelotot kaget juga rahang nya yang terbuka lebar. Oh astaga, ternyata mertua nya lah yang sudah meracuni otak polos gadisnya?
"T-tapi... Tapi bukan gitu konsep nya, sayang."
"Terus bagaimana konsepnya, Zio?!"
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Precious Cute Girl [TERBIT]
Fantasy[OPEN PRE-ORDER] Transmigration Cute Girl to be Precious Cute Girl Elony atau yang kerap disapa dengan nama Ony adalah seorang gadis mungil berwajah lucu nan menggemaskan dengan pipi chubby berona alami, dan juga sosok gadis mungil yang banyak disuk...
![Precious Cute Girl [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/280723506-64-k770136.jpg)