49 | Cute Girl

8.8K 954 90
                                        

H A I  !👋

— H A P P Y R E A D I N G —

***

"Kenapa Kakak bisa tampan?"

"Anugerah,"

"Apa itu anugerah?"

"Pemberian Tuhan,"

"Tuhan? Siapa Tuhan Kakak? Kalau Odie, Allah."

"Yesus Kristus,"

Elodie menopang dagunya, "Apa Allah dan Yesus Kristus itu berbeda?"

"Entah,"

Bibirnya mengerucut kesal, jawaban Arxel tak membuatnya merasa puas. "Bisakah Kakak bicara panjang saat bersama Odie? Odie sedih kalau Kakak mendiamkan Odie,"

Sebenarnya tidak mendiamkan, tapi inilah karakter Arxel yang nyata. Hanya seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun yang masih duduk dibangku kelas 6 SD. Lalu dipertemukan dengan Elodie, yang kebetulan—memiliki sifat sebawel, seceria, dan kelewat aktif seperti itu.

Namun, Elodie mengartikan hal lain. Gadis kecil itu berdiri dari duduknya, "Kakak tak suka Odie ya? Kalau begitu, Odie pergi saja deh. Odie tidak bisa didiamkan,"

Wajahnya tampak sangat murung dengan bahu terjatuh, membuat Arxel merasa kasihan melihatnya. Hingga, tercetus lah ide gila di benak Arxel. "Kau mau ikut dengan saya?"

Meski bingung, Elodie tetap mengangguk antusias namun dalam sekejab, wajahnya berubah bingung. "Ikut kemana?"

"Melakukan hal yang sangat seru!"

Jika menurut kalian, permainan seru yang Arxel katakan itu bermain petak umpat atau semacamnya, maka pendapat kalian salah besar. Karena kini, Elodie dibuat bingung dengan adanya bangunan besar didepan sana. Sebuah mansion mewah yang sangat luas dengan empat lantai keatas.

Elodie menatap Arxel, "Kita mau melakukan hal seru apa?"

"Merampok!"

Gila! Arxel memang gila! Dia menarik tangan Elodie, membawa nya dengan gesit memasuki area mansion itu, seakan Arxel memang sudah sangat berpengalaman. Bahkan dia juga menyuruh Elodie untuk mengambil apapun yang memiliki harga fantastis. Sedangkan Elodie yang tak paham, hanya bisa mengerjab polos.

Namun, tatapan Elodie terhenti pada satu benda. "Kakak, Odie boleh ambil satu?"

Arxel melirik sekilas, bocah laki-laki dengan tas gendong yang hampir dipenuhi emas batangan itu mengangguk. "Ambil lah sesuka mu,"

Senyum Elodie merekah, bocah perempuan itu mengambil satu buah pisau lipat dengan corak yang sangat indah. Mengusapnya dengan ibu jari, cepat-cepat Elodie menyimpannya di saku bajunya. Dia takut kalau Arxel akan melihatnya dan merebut pisau lipat cantik itu dari dirinya. Elodie tak rela ya!

"Sudah?" Elodie mengangguki ucapan Arxel.

"Ayo pulang!"

Seperti sebelumnya, Arxel menarik tangan Elodie seakan memang sudah hafal akan arah jalan mansion super luas ini. Buktinya, mereka bisa keluar dengan selamat tanpa harus ada drama apapun—

Precious Cute Girl [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang