02 | Cute Girl

103K 9K 327
                                        

H A I !👋

- H A P P Y R E A D I N G -

***

Sebuah gedung bertingkat lima itu terlihat sangat megah juga mewah, ditambah dengan nama 'Victoria's High School' yang semakin membuat gedung bertingkat itu dikenal oleh banyak orang, bahkan hampir seluruh orang didunia ini tahu apa itu VHS.

Sekolah menegah atas yang berbasis swasta itu sangat diincar bagi para siswa-siswi kalangan atas, tak hanya bagi para orang kaya tapi para siswa-siswi cerdas pun banyak yang mengincar VHS sebagai tempat nya untuk mencari ilmu. Mereka hanya bisa mengandalkan prestasi otak mereka kalau mau sekolah gratis a.k.a Beasiswa.

Dengan adanya beasiswa, bukan berarti pihak sekolah akan menerima siswa-siswi beasiswa baru setiap tahun nya. Mereka hanya akan menerima para siswa-siswi cerdas disetiap 3 tahun sekali dengan total sebanyak 25 siswa-siswi untuk setiap tiga tahun sekali. Jangan kalian pikir kalau hanya membutuhkan otak cerdas agar mendapatkan beasiswa, karena disini...

Kalian juga diharuskan untuk memiliki bakat setidaknya bernyanyi atau menari agar bisa ikut perlombaan disetiap tahun nya. Perlombaan yang diselenggarakan oleh pihak VHS untuk mengapresiasi tingkat belajar siswa-siswi dan tentang sampai mana prestasi yang mereka dapatkan.

Dengan mendapatkan beasiswa, mereka akan mendapatkan fasilitas yang sama seperti yang lain nya hanya saja mereka harus menerima syarat dari pemilik sekolah. Kalau prestasi kalian menurun, maka beasiswa akan dicabut dan pilihan hanya dua, lanjut tapi bayar sendiri atau berhenti.

Walau dikenal sekolah nya para anak konglomerat juga si cerdas, tak menampik bahwa disekolah elit itu masih banyak kasus pembullyan. Mereka yang memiliki harta akan membully dan menindas mereka yang miskin dan hanya mengandalkan beasiswa untuk tetap bisa sekolah sampai lulus.

Memang tak semuanya, tapi banyak para siswa-siswi yang membully kaum dibawah mereka. Tentu itu semua tanpa sepengetahuan sang pemilik sekolah, karena mereka si pemilik harta sangat pandai menutup kasus dengan bantuan uang tentunya. Ya, didunia ini hampir semuanya uang dan kekuasaan yang mengatur.

Plak!

"Berapa kali udah gue bilang, hah?! Jangan pernah deket-deket sama Dava!! Dimana sih otak lo, hah?!"

Lihatlah, mereka tak akan segan-segan bermain fisik kalau mereka merasa 'terganggu'. Contohnya seperti gadis cantik itu, gadis cantik dengan pakaian yang bisa dibilang kekecilan juga make up yang menutup wajah asli nya.

Memang tidak tebal seperti badut, tapi tetap saja make up itu berhasil menutupi wajah aslinya. Gadis bersurai coklat gelap itu menunduk merasakan rasa pedih dipipi nya, ini bukan kali pertama dirinya dibully tapi sudah berkali-kali dengan alasan...

"Lo itu miskin dan masih untung lo bisa sekolah disini, jadi jangan kurang ajar!"

Begitulah dirinya, dia memang mengakui kalau dia hanya anak dari keluarga yang kekurangan dan bisa masuk ke sekolah elit ini tentu karena otak cerdas nya. Dia juga sudah berkali-kali memenangkan lomba olimpiade tapi para orang kaya itu tidak pernah berhenti membully nya.

Gadis bersurai merah kehitaman itu berdecih lalu menendang perut gadis bersurai coklat gelap hingga gadis bersurai coklat gelap itu jatuh tersungkur dengan rasa nyeri diperut juga punggung nya yang terbentur tembok dengan cukup kuat.

"Hannina... Hannina... Sebenarnya gue udah bosen buat peringatin lo, tapi kayaknya lo emang gak pernah bisa buat ngerti ya?! Atau lo emang pengen gue siksa terus?! IYA?!"

Hannina, gadis bersurai coklat gelap itu semakin dalam menunduk karena takut akan seseorang didepan nya itu. Hingga dia terpaksa mendongak kala surai nya ditarik dengan kuat oleh si gadis bersurai merah kehitaman yang kini berjongkok dihadapan nya.

"M-maaf... A-aku janji g-gak akan deket deket sama K-kak Dava lagi..." Hanni berucap dengan terbata-bata karena kini leher nya tengah dicekik dengan kuat oleh si gadis bersurai merah kehitaman.

"JANJI LO ITU CUMA DIMULUT, ANJING!"

Brakk!

Bersamaan dengan teriakan gadis itu terdengar, pintu gudang itu pun juga dibuka secara paksa dan terlihatlah tiga orang gadis dengan raut berbeda-beda. Ketiga gadis itu pun segera mendekati gadis bersurai merah kehitaman dan hendak membantu Hanni agar terlepas dari siksaan iblis satu itu.

"Clava! Anak orang bisa mati, gila!" Gadis bersurai dark blue itu berucap dengan nada kesal nya dan hendak mendekat namun terhenti kala Clava-si gadis bersurai merah kehitaman- menatap nya tajam.

"Jangan ikut campur, Veila! Ini bukan urusan lo!" desis nya tajam dengan suara yang begitu dingin.

"Ini bakal jadi urusan kita karena lo... Lo udah kelewatan Clavalana!" Sentak gadis bersurai blonde itu dengan tatapan tak percaya menatap ke arah Clava.

Bukan nya merasa terintimidasi, Clava malah terkekeh sinis lalu menaikan satu alisnya. "Terus, lo pikir gue bakal berhenti gitu aja sebelum dia mati? Oh, tentu tidak akan!"

"Clava jauhkan tangan lo dari dia!" Suara dingin, tatapan tajam, dan aura gelap yang begitu pekat terasa dari sosok gadis bersurai hitam legam itu.

"Visya... Visya... Lo pikir gue takut sama lo? Sekali pun lo itu iblis, gue gak akan takut karena gue bisa jadi lebih dari iblis!"

"HANNINA!!"

Teriakan super keras itu berhasil mengagetkan kelima gadis itu sedangkan Hanni, gadis itu menghela napas nya lega kala tangan Clava dileher juga surai nya telah terlepas. Tubuh Hanni hampir saja limbung kalau laki-laki itu tidak menahan nya lebih dulu.

"Clava! Apa yang lo lakuin sama cewek gue bangsat?!" wajah tegas laki-laki itu terlihat memerah menahan gejolak amarah didalam dirinya.

Sedangkan Clava, gadis itu sempat tersentak kaget kala suara bentakan untuk pertama kali nya terdengar dengan begitu keras juga dingin. Juga, dia dibuat terdiam dengan kata 'cewek gue'. Tatapan tajam Clava mulai memudar digantikan dengan tatapan menyendu, gadis bersurai merah kehitaman itu mendongak menatap si laki-laki yang tengah berdiri dengan Hanni digendongan nya.

"D-dia?"

Clava terdiam sejenak kala mata nya mulai terasa memanas ditambah lagi dengan sosok laki-laki itu yang dengan mudah nya menggendong Hanni tanpa memperdulikan tentang rasa sakit dihati Clava. Kalau laki-laki itu berpacaran dengan Hanni lalu bagaimana dengan dirinya?

Bagaimana dengan perjuangan nya yang selama bertahun-tahun itu, perjuangan yang membuat nya harus menjadi orang lain agar berhasil menarik perhatian sang pujaan hati, namun... Bukan perhatian, Clava malah mendapatkan segala kata-kata pedas dari mulut laki-laki itu.

Tapi untuk pertama kali nya dihari ini, laki-laki itu membentak nya dengan pancaran penuh amarah. Dulu, dia memang selalu berkata pedas tapi tidak pernah bernada tinggi atau pun membentak dirinya.

"Gu-"

"DIA CEWEK GUE BANGSAT!"

Brukk!

***

Precious Cute Girl [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang