H A I !👋
- H A P P Y R E A D I N G -
***
Mata bulat gadis itu mulai mengerjab-ngerjab kala merasa ada sesuatu yang memaksa nya untuk membuka mata, dan kala matanya sudah terbuka sempurna, dia dibuat terkejut dengan keadaan sekeliling nya yang gelap dan hanya ada cahaya remang dari bulan yang terpantul dari kaca jendela.
Gadis itu meringis merasakan rasa sakit dikepala nya yang semakin menjadi, seperti nya phobia gadis itu mulai bereaksi karena dia memiliki ketakutan akan sebuah kegelapan. Tapi bukan saat nya untuk menyerah, gadis itu bangkit dengan tangan yang masih menyentuh kepala nya.
"Aduh, kepala Ony sakit banget. Ini Ony juga dimana lagi? Kok gelap? Ih Ony takut, Ony pengen nangis tapi takut diketawain sama Siti." Racau gadis itu seraya berjalan tertatih dengan tangan yang meraba-raba sekitar memastikan kalau tidak ada sesuatu yang akan membuat nya terluka.
Ya, gadis cantik nan mungil itu adalah Ony. Gadis polos nan lugu yang harus ada disini karena tak sempat mengerem kaki nya dan berakhir menubruk batang pohon, ini semua gara-gara anjing itu dan sekarang Ony harus terbangun ditempat gelap juga asing ini.
"Pintu... Pintu dimana?" Suara gadis mungil itu mulai bergetar disertai dengan tubuh nya yang juga bergetar dan keringat dingin yang mulai membasahi kening nya.
"Hiks Ony takut... Mamih!"
Dengan air mata yang terus mengalir, Ony tetap berjalan mengikuti insting dari tubuh nya hingga dia bisa merasakan sebuah knop pintu mengenai tangannya yang sedang meraba-raba sekitar. Tanpa menunggu lama, dia pun menekan knop pintu yang untung nya tak terkunci.
Setelah nya, dia pun segera berjalan keluar dan menghela napas lega kala penerangan diluar lebih bagus, tapi tak urung tubuh nya masih bergetar karena ketakutan nya pada gelap, juga untung nya ada cahaya dari bulan hingga membuat nya tak benar-benar tertelan dikegelapan.
"Ini Ony dimana? Kok sepi sih? Mamih nya Ony mana?"
Gadis itu celingak-celinguk ke kiri kanan tanpa menyadari tetang pakaian nya yang dipenuhi bercak darah juga wajah nya yang hampir tertutup oleh darah kering. Gadis itu masih terus melangkah dengan keringat dingin yang setia mengalir dari kening nya.
Dan disaat itu juga, dia mulai merasakan rasa perih dikening nya. Refleks, tangan nya terangkat lalu terbelalak kala melihat ada bercak darah ditangan nya. Ternyata darah dari luka itu kembali keluar yang membuat Ony panik bukan main.
"HUWAAAAA!! Hiks hiks... Mamih, kepala Ony s-sakit."
Gadis itu menjatuhkan dirinya diatas lantai yang dingin lalu fmenangis meraung-raung walau tidak akan ada yang mendekatinya, kalau pun ada yang mendengar, orang-orang itu pasti berpikir kalau asal suara itu hanyalah sebuah halusinasi.
Mata bulat dengan netra abu-abu itu mengerjab-ngerjab kala melihat ada sebuah mobil melewati tempat nya berada dan mobil itu melaju meninggalkan area sekolah. Ony yang tak mau membuang waktu pun langsung bangkit dan berlari sekuat tenaga nya agar bisa mendapat pertolongan.
Dan hingga saat ini, Ony belum menyadari kalau dirinya berada diarea sekolahan. Dia terlalu panik saat melihat ada darah dikening nya, hingga dia tak bisa berpikir jernih. Hingga kini, Ony sudah berhasil keluar dari area sekolah itu tapi mobil yang dia kejar tadi sudah tak terlihat.
Ony mengerucutkan bibir nya kesal lalu kembali melangkah tanpa tujuan. "Ony harus kemana sekarang? Hiks, Ony ta-"
"T-tolong..."
Celotehan Ony terhenti kala dia mendengar suara meminta tolong yang begitu samar tapi memang pada dasarnya Ony yang pendengaran nya tajam pun masih bisa mendengar suara itu dengan jelas, bahkan sangat jelas.
Tanpa bisa dicegah, bulu kuduk Ony mulai meremang tapi Ony masih bisa biasa saja karena dia tidak takut dengan hantu, hanya saja dia takut kalau orang itu adalah orang jahat. Tapi tunggu!
"Memang nya ada ya penjahat minta tolong?" Mata bulat itu mengerjab polos lalu mengangkat bahu nya acuh dan segera melangkah menuju asal suara itu berada.
Dia melangkah dengan riang tanpa memperdulikan tentang keadaan nya yang sangat mengenaskan, hingga tiba lah Ony disebuah jalanan sepi dan tatapan Ony terhenti pada sebuah motor yang mengalami kerusakan parah juga seseorang yang berada tak jauh dari motor itu.
Dengan langkah seribu bayang, Ony mendekati seseorang itu lalu berjongkok dihadapan seseorang itu. Dia mengerjab-ngerjab polos kala melihat wajah babak belur laki-laki itu yang terlihat menyeramkan bagi Ony.
"Kakak! Kakak buka matanya! Ayo buka mata dong!"
"Sshh..."
Bukan nya menjawab, laki-laki itu malah meringis kesakitan yang berhasil membuat Ony bingung dibuat nya. Ony beralih menatap tubuh laki-laki itu yang jelas berbeda jauh dengan tubuh mungil nya, yang mungkin hanya sedada laki-laki itu.
"Kakak tampan walau wajah nya seram, Ony tidak bisa gendong Kakak. Kakak berat, terus kalau nanti Ony jatuh gimana? Ter-"
"Diam," Suara dengan nada rendah juga serak itu berhasil membuat Ony mengantupkan bibir nya rapat-rapat lalu mengerucut kesal.
"Kakak ih! Ony kan mau bantu tapi gimana caranya? Ony tuh ga-"
"Saku," Lirih laki-laki itu setelah kembali memotong ucapan Ony yang berhasil membuat Ony mengernyit bingung tak mengerti dengan ucapan laki-laki itu.
"Apanya saku? Saku apa?" Tanya Ony dengan polos nya yang berhasil membuat laki-laki itu menggeram tertahan karena tubuh nya yang sakit semua dan sulit bergerak.
"Celana," Jawab laki-laki itu yang terus berusaha sabar.
Mendengar lirihan laki-laki itu, Ony mengangguk lalu mulai memasukan tangan nya kesaku celana kanan laki-laki itu, tapi dia tak menemukan apapun. Dia pun beralih ke saku kiri celana itu lalu mengerjab saat merasakan sesuatu.
"Kakak, di tangan Ony ada yang panjang-panjang, jangan-jangan itu ular!" Pekik Ony terkejut dan secara refleks, dia mencengkram benda keramat itu.
Laki-laki itu mendesis pelan saat merasakan sesuatu yang sensitif telah diremas oleh Ony, dia ingin menerjang gadis itu dengan segala umpatan nya tapi tenaga nya benar-benar habis.
"YEAY ONY DAPET PONSEL NYA! Kakak, ular nya udah Ony penyet jadi pasti udah mati! Kakak mau Ony bantu buka celana nya? Biar ular nya dikeluarin," Celoteh Ony seraya mengangkat tinggi ponsel ditangan nya itu.
Itu bukan ular... Tapi-ya sudah lah, laki-laki itu membatin lesu kala sesuatu dibawah sana sudah bangun gara-gara Ony.
"G-gak usah!" Ucap laki-laki itu sedikit terbata karena tenaga nya benar-benar terkuras habis gara-gara orang sialan itu.
"Kakak, terus ponsel nya harus Ony apakan?"
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Precious Cute Girl [TERBIT]
Fantasi[OPEN PRE-ORDER] Transmigration Cute Girl to be Precious Cute Girl Elony atau yang kerap disapa dengan nama Ony adalah seorang gadis mungil berwajah lucu nan menggemaskan dengan pipi chubby berona alami, dan juga sosok gadis mungil yang banyak disuk...
![Precious Cute Girl [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/280723506-64-k770136.jpg)