H A I !👋
— H A P P Y R E A D I N G —
***
Diruangan dengan pencahayaan yang bisa dibilang minim itu ada Ony yang saat ini tengah duduk disebuah kursi usang dengan laptop juga buku serta pulpen di hadapannya. Ony menatap fokus kearah layar laptop lalu beralih pada buku dan mencatat hal-hal yang menurutnya penting.
"Ony hanya punya uang lima ratus ribu untuk berangkat, dan sepertinya cukup. Kalau pun tidak, Ony bisa jalan kaki saja nanti." Ony mengangguk semangat seraya memasukan lima lembar uang kertas berwarna merah kedalam tas ransel.
Uang itu ia dapatkan dari laci dimeja belajar Clava, ntah itu uang siapa dan Ony tidak terlalu memperdulikan hal itu. Dalam tas ransel yang cukup besar itu sudah terisi banyak makanan ringan, selimut, dan juga alat penerangan karena Ony takut pada kegelapan jadi ia harus menyediakan banyak senter.
"Hufft, semangat!"
Ony mengangkat kepalan kedua tangan nya lalu segera pergi melewati balkon kamarnya. Ia turun dengan bantuan pilar pilar didekat balkon kamarnya, setelah turun, ia pun berjalan mengendap-ngendap agar tak ketahuan. Setelah berhasil, Ony pun segera mencari kendaraan yang bisa mengantarnya ketempat tujuan.
Hampir 4 jam Ony habiskan hanya dengan duduk dikursi mobil yang ia berhentikan dijalan. Dan saat ini, Ony sudah tiba didepan tujuan nya yaitu sebuah hutan lebat yang kini terlihat sangat menyeramkan. Ony bergidik ngeri seraya menyalakan senter dan segera memasuki area hutan itu.
Ia terus melangkah dengan bantuan senter sebagai pusat cahayanya, jangan kalian pikir kalau Ony hanya menyalakan satu senter, karena kenyataan nya, Ony menyalakan empat senter sekaligus. Dua ditangan kiri dan dua ditangan kanan.
Hutan ini sangat gelap dan tidak ada tanda tanda kehidupan sama sekali, juga aura disini sangat pekat. Bukan aura dingin biasa, tapi lebih ke intimidasi karena banyak pasang mata yang menatap intens kearah Ony dan Ony menyadari banyak pasang mata itu.
"Mereka seperti Kakak Kelapa, suka melayang, tapi ada juga yang loncat-loncat seperti kelinci." Ony menggeleng pelan seraya menatap kasihan para sosok itu, kasihan karena menurut Ony.
Mereka punya kaki, tapi kenapa tidak digunakan?
Itu juga, kenapa pakai baju sampai menutupi kaki? Susahkan untuk jalan.
Ony terus berceloteh ria guna menghalau rasa takut nya pada kegelapan. Ony tidak takut hantu, yang ia takuti adalah gelap. Dan saat ini, Ony sedang dihadapkan dengan kegelapan yang hakiki. Mungkin dengan berceloteh, ia akan sedikit berani menghadapi kegelapan.
Ditengah malam ini, udara terasa sangat dingin seakan akan tengah menusuk kulitnya yang paling dalam. Ony bergidik seraya mengosokkan kedua tangan lalu mengosokkan nya kembali ke lengan nya. Mata bulatnya terus menatap kekiri kanan untuk menghapal jalan.
Tapi karena waktu yang sudah malam, agak sulit untuk Ony bisa menghapal jalanan yang penuh dengan semak semak itu. Ony terus melangkah hingga tatapan nya terhenti pada sebuah pohon besar, ia lelah karena sudah terlalu jauh berjalan, jadi ia memutuskan untuk istirahat sejenak.
Kepergian nya kali ini tentu tanpa diketahui keluarga DC. Lagipula, Daddy dan Mommy nya sedang berada di Amsterdam, sedangkan Aakesh berada di Italia, Renzo masih di Surabaya, dan Alarick yang sedang sibuk dengan olimpiade nya. Jadi Ony hanya punya waktu seminggu kedepan sebelum seluruh keluarga DC kembali dari kesibukan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Precious Cute Girl [TERBIT]
Fantasy[OPEN PRE-ORDER] Transmigration Cute Girl to be Precious Cute Girl Elony atau yang kerap disapa dengan nama Ony adalah seorang gadis mungil berwajah lucu nan menggemaskan dengan pipi chubby berona alami, dan juga sosok gadis mungil yang banyak disuk...
![Precious Cute Girl [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/280723506-64-k770136.jpg)