54 | Cute Girl

7.3K 850 39
                                        

H A I  !👋

— H A P P Y R E A D I N G —

***

Elodie menatap bingung beberapa mobil mewah yang terparkir didepan mansion nya. Elodie dengan tas yang dia seret, berjalan ringan memasuki area mansion. Terhenti tepat diruang tamu yang penuh akan beberapa orang. Orang-orang yang jelas sangat asing dimata Elodie.

Tapi ada yang menarik perhatiannya, tumben sekali Aakesh mau ikut duduk ditengah antara orang-orang itu. Mengangkat bahunya tak acuh, Elodie menjatuhkan tas nya begitu saja, beralih memasuki ruang tamu tanpa mengucapkan basa-basi sedikitpun.

Gadis itu malah duduk dipangkuan Aakesh dengan tampang tanpa dosa, mengecup seluruh wajah Aakesh lalu terakhir di sudut bibir. Begitupun dengan Aakesh yang tak sungkan membalas kecupan diwajah Adiknya, seakan orang-orang asing itu hanyalah rumput yang bergoyang, rumput yang tak penting sama sekali.

Berbeda dengan Eliana yang kini meringis pelan, dia berbisik meminta Elodie agar duduk dipangkuan Roderick saja, tapi gadis itu menggeleng cepat. Dia malah menyembunyikan wajahnya diceruk leher Aakesh dengan bibir mencebik. Aakesh pun turut mengangkat satu tangannya, meminta sang Ibu agar membiarkan Elodie dipangkuan nya.

"Ekhem! Baik saya lanjutkan dan sebelumnya perkenalkan, ini bungsu saya yang baru pulang sekolah, Elodie." Roderick memperkenalkan Elodie dengan bangga nya sedangkan gadis itu, tetap tak perduli dengan wajah yang masih berada diceruk leher Aakesh.

"Seperti tujuan semula, berkumpulnya kita disini untuk membicarakan tentang pernikahan terkait perjodohan antara Aakesh dan Athena." Roderick melanjutkan ucapannya yang berhasil membuat Elodie mengerutkan keningnya.

Gadis itu menjauhkan wajahnya dari ceruk leher Aakesh, "Huh? Pernikahan? Perjodohan? Apa itu perjodohan?" Elodie menatap Aakesh polos, membuat laki-laki itu tak bisa menahan untuk tidak mengecup ujung hidung mancungnya.

Eliana, wanita itu mengusap lembut rambut panjang Putri kesayangan nya. "Perjodohan itu, ikatan antara dua orang yang telah dipilihkan secara khusus dan sudah disetujui oleh kedua belah pihak." ucap Eliana.

Tapi yang namanya Elodie, gadis itu hanya mengerjab tak mengerti sama sekali. "Odie tidak paham, ish menyebalkan."

Aakesh terkekeh pelan, "Mamih menginginkan Abang menikahi seorang wanita. Apakah sweetie setuju? Semua keputusan ada ditanganmu, sweetie."

Mata Eliana sedikit memelotot kaget, begitupun dengan mereka yang turut hadir, juga si calon istri yang mulai harap-harap cemas akan jawaban Elodie. "Menikah? Berarti Abang akan meninggalkan Odie?"

Kedua mata bulatnya mulai berkaca-kaca, "Apa Abang akan bahagia? Jika iya, Odie mengizinkan."

Aakesh tertegun, jujur saja—dia sejak awal sudah nyaman dengan hatinya yang mati rasa. Hanya ada nama Adiknya dan Ibunya yang menjadi pengisi kekosongan hatinya. Aakesh tak pernah mau menikah sampai nyawa nya terenggut nanti. Tapi ketika Eliana meminta nya untuk menikah dikarenakan usia nya yang sudah siap, Aakesh segan untuk menolak.

Lalu kedatangan dan pernyataan nya pada Elodie, memang akan menjadi penentu. Jika Elodie menolak, dengan senang hati Aakesh akan membatalkan perjodohan ini. "Kebahagiaan Abang hanya ada pada kamu, sweetie."

Jemari Aakesh yang kasar karena selalu bermain dengan benda tajam, mulai mengelus pipi bulat Elodie dengan lembut. "Jika Odie tak ingin perhatian Abang teralihkan, maka tolak perjodohan ini." Bisik Aakesh dengan nada suara yang hanya bisa dia dan Elodie dengar saja.

Elodie mengerjab, "Hemm?" kepalanya dia miringkan dengan sorot bingung, "Abang bahagia bersama Odie? Tidak dengan yang lain?" Aakesh mengangguk cepat.

"Maka Abang tidak usah menikah! Bersama Odie saja terus!"

Precious Cute Girl [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang