H A I !👋
- H A P P Y R E A D I N G -
***
Didalam tidur nyenyak nya, Ony menggeliat lalu membuka matanya dengan perlahan. Dia mengernyit menatap sekitar yang begitu asing dipandangan nya, kenapa dia selalu saja merasa asing disetiap matanya terbuka?
"Ony, dimana lagi sekarang?"
Gadis mungil yang masih dengan pakaian khas rumah sakit nya itu menggaruk pipi nya yang tak gatal, karena hal itu sudah menjadi kebiasaan nya dikala Ony sedang bingung.
Dia pun bangkit dari tidur nya yang ntah memakai alas apa, lalu melirik ke kiri kanan mencari seseorang yang mungkin saja ada disini juga. Sama seperti dulu yang dia bertemu Clava ditempat asing.
"Akhh! Please, berhenti... Ini... Ini menyakitkan!"
Ony terkesiap kala telinga nya mendengar sebuah suara yang asing tak asing itu. Suara yang terdengar sangat dekat namun Ony tidak tahu dimana asal suara itu berada.
"Manusia sialan kaya lo gak pantes buat hidup! Mati aja lo, sialan!!"
"S-stop... Ampun..."
Manik mata Ony terus menatap sekitar nya dengan intens, guna mencari dimana kah asal suara itu. Tapi hingga saat ini, Ony belum juga melihat si pemilik suara. Apakah ini hanya halusinasi Ony saja?
"Grhh graww!"
"T-tolong..."
Tangan mungil Ony bergerak menyentuh kepala nya yang kini terasa berdenyut. Sekarang Ony baru menyadari, kalau suara suara itu berasal dari ingatan pemilik tubuh (?).
"Tapi kata Kakak, Kakak Kelapa tidak akan memberi ingatan nya pada Ony tapi kenapa sekarang seperti ada ingatan yang Ony dapat?"
"Emm, Ony sama Kak Kelapa apa itu namanya? Tra... Tra-apa ya? Ony lupa, tapi pokoknya ya gitu deh!"
Bibir mungil Ony mengerucut lucu karena ia melupakan tentang kata transmigrasi, ntah lah, Ony sekarang malah jadi pelupa. Padahal dulu, Ony itu pandai sekali dengan yang namanya mengingat sesuatu.
Disisi lain, Roderick dan Eugene menatap khawatir tubuh Ony yang terus saja mengeluarkan keringat dingin. Mereka berniat memanggil Dokter tapi terurung kala mata bulat itu mulai kembali terbuka.
Tapi ada yang aneh, tatapan itu... Bukan lagi tatapan polos melainkan tatapan penuh rasa bersalah dan juga penyesalan. Apa yang terjadi pada putri bungsu mereka itu?
"Ony?" Panggil Eugene pelan yang berhasil membuat sudut bibir gadis itu terangkat sedikit.
"Maafkan Clava, Clava sayang kalian semua."
Kedua paruh baya itu terdiam membeku mendengar suara yang terdengar sedikit berbeda, juga sebutan 'Clava' yang kembali terdengar setelah sekian lama tak diucapkan secara langsung oleh si pemilik nama.
Mata itu kembali terpejam kala sesuatu menarik jiwa nya untuk kembali. Ya, yang berucap tadi adalah Clava sedangkan Ony berada ditempat lain atau ditempat khusus untuk menunggu.
Terima kasih atas kesempatan terakhir ini, aku berjanji akan selalu menjaga kalian meski hanya dari jauh.
Mata yang awalnya terpejam kini kembali terbuka dengan tatapan yang menatap polos Roderick juga Eugene. Dahi nya mengernyit, menatap bingung kedua orang tua nya yang hanya terdiam membeku.
"Mommy? Daddy, why?"
Eugene mengerjab kan matanya beberapa kali, "Oh my dear. Mommy tak apa, sayang."
KAMU SEDANG MEMBACA
Precious Cute Girl [TERBIT]
Fantasía[OPEN PRE-ORDER] Transmigration Cute Girl to be Precious Cute Girl Elony atau yang kerap disapa dengan nama Ony adalah seorang gadis mungil berwajah lucu nan menggemaskan dengan pipi chubby berona alami, dan juga sosok gadis mungil yang banyak disuk...
![Precious Cute Girl [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/280723506-64-k770136.jpg)