H A I !👋
— H A P P Y R E A D I N G —
***
"Hufft, Ony sendirian lagi."
Gadis mungil itu mengehela napas nya gusar seraya mengerucutkan bibir nya lucu, karena dia merasa kesal sendiri disetiap kali membuka mata, pasti dia sendirian dan ntah dia berada dimana. Ruangan yang sangat asing, juga ruangan nya kali ini berbeda dengan ruangan yang pertama kali dia lihat.
Dahi nya mengernyit bingung merasakan sesuatu yang aneh diarea hidung nya, dia pun mengerakan tangan nya dan seketika terbelalak saat dia menyadari kalau ternyata ada masker oksigen yang menjadi alat bantu pernafasan nya. Pantas saja tadi Ony merasa risih juga janggal disekitar hidung dan mulut nya.
"Berapa lama Ony bobo?"
Manik mata abu-abu itu menatap lurus ke langit-langit ruangan yang dia tempati dengan pandangan sendu karena tiba-tiba saja dia merindukan sosok Mamih bawel nya yang akan selalu memarahi nya kalau dia nakal dan nekat bermain bersama Siti hingga sore hari.
Dan berakhir pulang dengan keadaan kacau yaitu rambut berantakan dan juga pakaian nya yang kotor karena bermain kejar-kejaran sama teman seperlingkungan nya, si Siti. Mengingat tentang Siti, tiba-tiba saja bulu kuduk Ony meremang kala ingat kalau dia harus menabrak pohon karena dikejar oleh teman nya si Siti yaitu si Asep.
"Ony haus, boleh buka masker nya tidak ya?"
Merasa kalau pernapasan nya biasa-biasa saja dan tidak ada gangguan, Ony pun segera melepas masker oksigen itu dan segera meraih gelas berisi air diatas nakas, tanpa menunggu lama, dia pun langsung menenggak air minum itu hingga tersisa setengah.
"Ah, legaaa..."
Senyum manis terbit diwajah cantik gadis mungil nan menggemaskan itu, tapi senyum itu tak bertahan lama karena tiba-tiba saja dia merasa bosan berada diruangan asing ini. Dia ingin pergi tapi tidak tahu harus pergi kemana.
Dia bisa saja pergi dengan bermodalkan nekat, tapi dia juga tidak tau harus pergi kemana. Daerah tempat nya sekarang begitu asing dipenglihatan nya, juga karena Ony jarang sekali pergi jauh dari komplek rumah nya, makanya Ony agak bingung dengan daerah tempat nya berada saat ini.
Dengan rasa bosan yang terus menyerang nya, Ony pun memilih untuk mencabut selang infus dipunggung tangan nya disertai ringisan karena agak ngilu, ditambah lagi ada darah yang mulai keluar dari punggung tangan nya, tapi Ony berusaha biasa saja padahal matanya sudah berkaca-kaca dan siap menumpahkan hujan dadakan.
Ceklek.
Suara pintu terbuka terdengar bersamaan dengan masuk nya dua orang paruh baya yang menatap Ony dengan tatapan berbeda-beda, ada yang terkejut juga ada yang merasa lega.
"Sayang, kamu sudah sadar? Mana yang sakit, hm?"
Mata bulat Ony kembali berkaca-kaca kala tangan wanita paruh baya itu mengelus lembut surai nya, saat ini Ony merasa takut hingga air mata nya mulai meluncur dengan deras, yang berhasil membuat wanita paruh baya itu panik bukan main.
"Hei-hei, don't cry, dear."
Dengan ragu, wanita paruh baya itu mencoba untuk mendekap erat tubuh Ony yang lagi-lagi berhasil membuat Ony terkejut. Tapi lebih terkejut wanita paruh baya itu, karena dia merasa kaget juga bahagia saat Ony membalas dekapan nya setelah sekian lama gadis itu bersikap seperti orang lain.
Ya, selama beberapa tahun terakhir, Clava menjadi sosok yang sangat berbeda. Dia akan melakukan apapun itu yang menurut nya benar dan Clava tak menyukai yang namanya penolakan, tapi sosok laki-laki tampan bernama Dava sudah berhasil menolak Clava. Hingga membuat sosok lain dari Clava semakin merajalela.
Clava suka menyiksa, karena baginya, dengan menyiksa seseorang akan membuat nya senang juga melupakan masalah yang dia pikul sendirian. Tapi waktu dimana sosok yang begitu ia sayangi menampar pipi nya, ia merasa hati nya seperti tercabik cabik. Ia hanya ingin semua orang bisa melihat keberadaan nya, apakah sesulit itu?
"Sudah, sayang, tak usah menangis lagi. Disini ada Mommy," dengan perasaan berbunga-bunga, wanita itu pun terus mengecupi puncak kepala Ony dan Ony tidak menolak.
"Hiks Ony mau susu," Ony berucap masih dengan isak tangis nya.
Wanita paruh baya itu pun melonggarkan dekapan nya seraya menatap wajah menggemaskan putrinya, hidung memerah, pipi chubby nya yang semakin merona, juga bibir mungil nya yang melengkung kebawah, menambah kesan imut pada wajah Ony dan wanita itu mengakui nya.
Tak bisa dipungkiri kalau sebenarnya, wanita paruh baya itu agak bingung dengan perubahan wajah putrinya. Wajah yang dulu nya selalu menampilkan raut angkuh, kini berubah menjadi raut polos yang sangat menggemaskan. Juga, wanita paruh baya itu merasa kalau wajah putri nya sudah kembali seperti dulu.
Ya, Eugene a.k.a Ibu nya Clava, mengetahui kalau putri nya itu memakai sebuah topeng kulit yang menyerupai bentuk wajah. Eugene tahu karena Clava sendiri yang meminta topeng itu pada Ayah nya, tentu Ayah nya akan menceritakan lagi pada Eugene tentang permintaan aneh putri mereka.
"Aunty, hiks Ony mau susu."
Tanpa bisa dicegah, hati nya berdenyut nyeri kala mendengar kalau putri nya memanggil dirinya sendiri dengan sebutan 'Aunty'. Lagian, hati Ibu mana yang tak merasakan sakit kala anak nya sendiri tak memanggil dirinya dengan sebutan Ibu atau sejenisnya?
"Sayang, ini Mommy bukan Aunty." Ucap Eugene yang mati matian menahan air mata nya.
Mendengar itu, Ony mengerjab polos. "Mommy? Mommy nya Ony?" Tanya Ony sambil menatap polos Eugene.
Senyum manis terbit diwajah cantik wanita itu, "Iya sayang. Ini Mommy nya Ony."
Lagi, wanita itu merasa bingung kala anak nya menyebut dirinya sendiri dengan sebutan 'Ony' bukan Clava. Tapi memang dasar nya Eugene yang enggan memperbesar masalah panggilan nama, jadi dia biasa saja. Lagi pula, nama Ony juga bagus kok untuk dijadikan nama panggilan.
"Mommy Ony mau susu," Ucap Ony seraya mengusap hidung nya yang berair.
"Siap komandan, ditunggu oke?"
"Siap!" Ony terkikik geli saat melihat Eugene yang hormat dihadapan nya, sedangkan Eugene sendiri hanya bisa tersenyum bahagia kala melihat anak nya sudah mulai kembali seperti dulu.
Tanpa membuang waktu lagi, Eugene pun segera keluar ruangan Ony untuk menyuruh bodyguard yang menjaga didepan ruangan Ony membeli susu dengan semua rasa, juga membeli gelas dan yang lain nya. Eugene selalu ingin yang terbaik untuk Ony, jadi dia tak mempermasalahkan tentang kondisi Ony sekarang.
Ya, kata Dokter. Ony mengalami benturan yang keras dikepala nya, jadi saat nanti Ony sadar dan tak mengenali keluarga nya, mereka tidak boleh panik dan usahakan agar tetap tenang agar psikis Ony tidak kembali terganggu. Jadi, Eugene tidak terlalu mempermasalahkan tentang Ony yang lupa siapa dirinya, dia malah senang karena akhirnya, Ony atau Clava sudah mulai kembali ke dekapan nya.
Sebagai putri satu-satu nya yang sangat manja padanya. Ah membayangkan bagaimana kemanjaan anak nya, Eugene benar-benar tak bisa menahan senyum diwajah nya. Eugene sangat bahagia karena putrinya sudah berubah!
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Precious Cute Girl [TERBIT]
Fantasy[OPEN PRE-ORDER] Transmigration Cute Girl to be Precious Cute Girl Elony atau yang kerap disapa dengan nama Ony adalah seorang gadis mungil berwajah lucu nan menggemaskan dengan pipi chubby berona alami, dan juga sosok gadis mungil yang banyak disuk...
![Precious Cute Girl [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/280723506-64-k770136.jpg)