Bab 14 .

258 28 3
                                        

Suara Adzan shubuh sudah berkumandang, Banyak yang sudah bangun ada juga yang belum bangun.
Haidar pun mengajak teman-temannya yang lain untuk sholat berjamaah.

Kali ini Hanan yang menjadi Imam sholat.
Salma yang berhalangan karena tanpa diduga dia datang bulan, dan untungnya dia membawa pembalut.

Salma pun mengajak Siswi lainnya untuk memasak membuat sarapan.
Sebagian ada yang pergi ke sungai untuk mencuci beras dan yang lainnya.
Untungnya juga mereka kemping didekat sungai jadi memudahkan mereka untuk mandi dan kegiatan lainnya.
Setelah matang mereka pun makan bersama.

***

Haidar mengalungkan kamera yang dibawanya, dia tak mau ketinggalan spot indah untuk di poto.

Haidar mengambil beberapa bunga lalu merangkainya menjadi satu buket, dia berjalan menghampiri Salma yang sedang duduk dengan beberapa Siswi lainnya.

"Bu." Haidar menyodorkan bunga itu dan
Cekrek.

Tepat saat Salma menoleh, Haidar memotretnya.

"HAIDAR!!"

"Cie." Sorak semua siswi yang sedang duduk dengan Salma.

Salma begitu malu, tapi tersangkanya sudah lari menjauh sambil menampilkan tangan peace nya.

***

Derasnya air sungai tak membuat dua manusia ini beranjak, bahkan Salma mencelupkan kakinya kedalam sungai yang mengalir dengan Haidar di sampingnya.

Udara begitu sejuk, apalagi bukit ini masih begitu asri, air sungai yang begitu jernih memanjakan mata.

"Bu."

"Hemm." Sahut Salma sambil menoleh kearah Haidar yang memberikan cincin yang dia buat dari rerumputan liar.

"Boleh nikung pacar orang gak sih?" ucap Haidar masih menatap ke arah air sungai yang mengalir deras.

Salma langsung menoleh ke arah Haidar, dia menatap laki-laki di sampingnya.

"Haidar." Ucap Salma pelan.

"Saya serius suka sama, Kamu." Ucap Haidar tanpa embel-embel Ibu lagi.

"Saya gak perduli, kamu punya kekasih atau tidak, Saya hanya ingin kamu tau isi hati Saya."

Salma diam tak menjawab ucapan Haidar.
Mereka cukup lama hening dalam diam karena Salma yang tidak lagi bicara setelah Haidar mengucapkan itu.

"Tapi maaf, saya gak bisa menerima kamu. Semoga kamu menerima keputusan Saya." jawab Salma.

"Dar, jangan berduaan terus nanti yang ketiga syetan." Teriak Jono.

Salma pun langsung beranjak meninggalkan Haidar setelah mendengar teriakan Jono.
Haidar hanya menatap kepergian Salma.
Mereka semua pun memutuskan pulang karena hari senin akan Ujian Nasional, di mana mereka akan lepas dari status anak SMA dan melanjutkan dengan cita-cita masing-masing.

***

Setelah 8 jam perjalanan, Haidar pun mengantarkan Salma tepat didepan rumahnya.

"Saya pamit dulu,Bu." Haidar pun pergi meninggalkan Salma.

Salma pun masuk kedalam rumahnya dengan tas di punggungnya.
Dia pun langsung membersihkan dirinya, setelah bersih dia langsung merebahkan tubuhnya sambil menatap langit-langit kamarnya.
Ucapan demi ucapan Haidar begitu membekas di benaknya.

Dia pun memejamkan matanya, bahkan tanpa sadar tertidur sampai Hpnya berdering berkali-kali tapi tidak Salma angkat karena saking nyenyaknya dia tidur.

"Kemana ya Salma, apa belum pulang?"gumam seseorang di seberang sana.

Hai, Jodoh!! (End) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang