Bab 7 .

312 37 1
                                        

"Tumben boss ke coffee shop," Ujar Joki.

"Iyalah, kalau gue gak kesini. Uang gue abis lo masukin dompet." Sahut Haidar.

Haidar memasang apronnya, beginilah kegiatan Haidar sepulang sekolah tanpa di ketahui orang tuannya, Haidar membuka coffee shop untuk membantu orang-orang kurang mampu.
Seperti Joki, pengemis yang dia percaya untuk mengurus coffee shopnya.

Haidar membantu Joki membuatkan kopi, karena kafe yang begitu ramai. Mungkin ramai terus karena teman yang Haidar pilih ini dekat dengan sekolah SMA dan kampus, apalagi Haidar memasang WiFi gratis untuk pelajar. Jadi tak heran kalau kafenya tak pernah sepi.

"Jok, hari jum'at jangan lupa, udah di siapin belum?" Tanya Haidar.

"Udah bos, alat tulis, seragam sekolah sama sepatu udah siap. Cuman nanti sekalian lewat beli makanan aja." Sahut Joki.

Setiap hari Jum'at Haidar akan membagikan barang-barang itu pada orang tidak mampu, tak hanya itu dia tak pernah lupa menyumbangkan rezekinya untuk anak yatim di panti asuhan.

Jum'at sekarang dia akan memberikan seragam sekolah dan alat tulis ke Yayasan anak yatim yang sudah Haidar data jadwal kunjungannya.

Apa orang tua Haidar tau?

Tentu saja tidak, biarkan tangan kanan memberi tangan kiri tak perlu tau, itulah ujarnya.

Tring...

Bell tanda pelanggan masuk, Haidar langsung menadah.

"Selama__" Matanya berkedip berkali-kali karena tak percaya.

"Selamat siang, Bu guru cantik."

"Kamu ngapain disini?" Tanya Salma. Dengan kening mengerut.

"Kerja Bu." jawabnya santai, bahkan senyuman nakal tak lupa di tampilkan.

"Oh, iya tolong buatkan America Coffe ya." Ujar Salma.

"Siap Bu." Dengan semangat Haidar membuatkan secangkir kopi untuk bu guru incarannya. Apa salahnya kan suka sama guru, lagian dia juga sudah 18 tahun. Tinggal nunggu beberapa bulan lagi juga dia jadi dewasa.

"Siapa Boss?" Tanya Joki kepo.

"Kagak usah kepo lu, Jodoh gue itu." Delik Haidar tak suka, dia tak mau kalau Joki juga naksir jodohnya.

"Anjirr, nanya doang gue!!'

" Bodo amat, Awas nanti jodoh gue kelamaan nunggu lagi." Joki pun menggeser posisi berdirinya, dia menggelengkan kepalanya melihat tingkah bosnya itu.

"Selamat menikmati." Ucap Haidar sambil duduk di depan Salma.

Salma yang sedang melihat hp pun langsung mengalihkan tatapannya pada Haidar.

"Makasih."

Bukannya pergi, Haidar malah menyangga dagu menatap Salma yang begitu serius dengan hpnya.

"Ibu suka kesini?" Tanya Haidar.

"Nggak, baru pertama kali. Saya kesini juga mau CODan."

"Wihh, mau COD an aja di kafe."

"Pelanggannya yang mau,kan pembeli itu adalah raja."

"Kamu udah lama kerja disini?" Tanya Salma, Haidar pun langsung duduk dengan benar saat Salma bertanya.

"Iya bu, soalnya orang tua saya bukan orang punya.' Ucapnya memelas mungkin, bahkan Salma yang melihatnya pun merasa kasian.

"Saya gak mau ngerepotin orang tua saya karena biaya sekolah yang mahal, jadi sepulang sekolah saya kerja kesini." Bohong Haidar dengan menampilkan wajah yang memprihatinkan. Hatinya cekikikan melihat respon Salma yang begitu kasian padanya.

Hai, Jodoh!! (End) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang