Setelah selesai semuanya, membagikan mainan dan makan bersama di Yayasan, Haidar dan teman-temannya serta bu Salma tidak langsung pulang.
Lagi-lagi Salma di buat takjub dengan Haidar yang sedang mendengarkan hapalan anak yayasan, bahkan dia membenarkan hapalan yang salah.
Hal yang tidak Salma ketahui dari Haidar dan sekarang dia tau, ternyata Haidar sering melakukan kegiatan ini bahkan sebelum pulang Haidar akan mengetes hapalan anak-anak Yayasan atau panti yang dia kunjungi tak lupa dia juga akan memberikan hadiah buat anak-anak yang hapalanya bagus.
Dari siapa Salma tau, tentu saja dari kedua teman Haidar yang ikut selalu membuntutinya.
"Hapalanya di tambahin lagi ya, Ini hadiah buat kamu." Ucap Haidar sambil memberikan Haidar pada salah satu anak Yayasan yatim piatu itu.
"Makasih ka Haidar." Haidar pun beranjak dari duduknya menghampiri teman-temannya dan Salma yang sedang duduk diruang tamu.
"Mau pulang sekarang?" Tanya Haidar, karena memang waktu sudah malam.
"Iya, udah malam juga. Emang lo udah selesai?" Tanya Hanan.
"Udah.'"
"Ya udah Ayokk, kita pamit dulu." Haidar pun mencari ibu pengurus Yayasan untuk pamit pulang.
Setelah semuanya pamit, mereka pun langsung pulang. Hanan dan Jono mengunakan motor dan Salma ikut Haidar dengan mobil yang dibawa oleh bos Haidar ,katanya.
"Mau makan dulu, Bu?" Tanya Haidar.
"Nggak usah, lagian masih kenyang." Sahutnya.
"Makasih ya, Bu."
"Hemm, Sama-sama. Saya juga seneng ko."
"Syukur deh bu, Saya juga malah lebih seneng kalau ibu jadi jodoh saya." Lagi-lagi Haidar mengeluarkan ucapan racunnya.
"Haidar__"
"Hehe, bercanda ko bu."
Salma mendengus sebal, dia jadi teringat kalau sedari tadi dia mematikan hpnya.
Apa Yusuf marah ya.
Salma langsung menyalakan hpnya dan benar saja ada beberapa panggilan tak terjawab dan pesan.
Untungnya kekasihnya itu bukan orang pemarah, Yusuf hanya menanyainya dimana dan sedang apa, ya mungkin karena hpnya mati.
Salma langsung membalas pesan Yusuf dan meminta maaf padanya karena baru mengaktifkan hp. Setelah itu Salma kembali memasukan lagi hpnya kedalam tas selempeng yang dibawanya.
Dia menatap jalanan malam, lampu berkelap kelip tapi sangat ingat. Dia yang jarang keluar rumah malam-malam tak menyangka kalau kita tempatnya tinggal begitu indah saat malam hari padahal kalau siang begitu panas.
Haidar melirik ke arah Salma, dia tersenyum kecil.
Mobil yang mereka tumpangi pun menuju rumah Salma, bagaimanapun dia harus mengantarkan perempuan itu terlebih dahulu.
"Terimakasih ya Haidar, Mas." Ucapnya pada Haidar dan Joki yang sudah mengantarkannya pulang.
"Sama-sama bu, Kita permisi pulang dulu ya." Pamit Haidar.
Meskipun sebenarnya dia masih ingin menggoda Salma, tapi bundanya sudah menelpon dirinya sedari tadi.
Haidar pun pindah ke jok depan menemani Joki, mobil itu pun pergi meninggalkan halaman rumah Salma.
Baru saja Salma akan masuk, suara mobil yang tak asing masuk ke halaman rumahnya.
"Assalamu'alaikum" Ucap Yusuf yang baru saja keluar dari mobilnya.
"Walaikumsalam salam, kamu. " Sahut Salma senang.
"Baru pulang?" Tanya Yusuf karena melihat Salma yang sepertinya masih mengenakan baju gurunya.
"Iya, masuk dulu. Didalam ada bapak juga."
Yusuf pun mengikuti langkah Salma yang memasuki rumah, tapi sebelum masuk dia memandang mobil yang kini hilang di telan belokan.saat masuk ke dalam rumah ternyata memang benar. Ada bapak Salma yang sedang menonton tv.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hai, Jodoh!! (End)
Teen FictionJangan Lupa Baca cerita istri kedua sebelum membaca ini ya. __________ Alasan apa lagi kamu manjat tembok?" "Telat pak." Jawabnya santai. "Telat?" "Iya." "BAGAIMANA BISA,HAH.APA KAMU TIDAK MEMASANG ALARM, ATAU ORANG TUAMU TIDAK MEMBANGUNKANMMU?" Ha...
