Bab 8

685 74 6
                                        

💫💫💫

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

💫💫💫

"Ye-Jun, waktunya sekolah. Bangun dan bersiap-siaplah." Hyun-Ra memungut satu bantal yang terjatuh dari ranjang anaknya, berjalan ke jendela dan menyingkap tirainya, membuat cahaya pagi langsung masuk menerpa wajah imut Ye-Jun. Anak itu mengernyit silau, berbalik memunggungi cahaya dan berniat melanjutkan tidurnya. "Ye-Jun?" panggil Hyun-Ra lagi. "Jangan malas bangun, setelah mandi kau masih harus sarapan."

"Aku tidak mau sekolah!" Ye-Jun menutup telinganya dengan selimut, tidak mau mendengar ibunya. "Aku tidak suka sekolah di sana! Aku ingin sekolahku yang dulu!"

"Ye-Jun, ingat yang eomma katakan, tidak boleh rewel."

"Pokoknya aku tidak mau sekolah! Aku juga tidak suka rumah ini! Aku mau rumahku yang dulu!"

Hyun-Ra mendesah, duduk di pinggir kasur Ye-Jun mencoba untuk membujuk.

"Ye-Jun, dengarkan eomma, kita sudah tidak bisa kembali ke rumah itu."

"Memangnya kenapa? Aku lebih suka di sana!"

"Eomma tidak bisa mengatakannya, kau masih kecil dan tidak akan mengerti."

"Kalau begitu Eomma tinggalkan aku sendiri!"

"Kau harus sekolah, Sayang ...."

"Aku tidak mau!!"

"Ye-Jun, jangan seperti ini." Hyun-Ra mencoba membuka selimut Ye-Jun, namun anak itu kembali menariknya dengan gerakan merajuk. "Ye-Jun ...."

"Kenapa, Eonni?" Tiba-tiba muncul Hyun-Jin dari ambang pintu kamar, tampak terenggut dari kesibukannya yang sedang memasak di dapur. Gadis itu mendekat ke ranjang Ye-Jun, melihat keponakannya yang imut itu masih betah di bawah gulungan selimut.

Hyun-Ra mengedik ke arah anaknya. "Dia tidak mau sekolah, dia bilang tidak suka berada di sini. Aku harus bagaimana?"

"Itu wajar," komentar Hyun-Jin. "Anak sekecil Ye-Jun tidak akan semudah itu beradaptasi, terlebih Ye-Jun belum terlalu lama berada di sekolah yang lama, sekarang bahkan harus mengenal teman-teman baru lagi. Dia pasti merasa tidak nyaman."

Hyun-Ra berubah diam, seketika jadi bingung harus berbuat apa.

"Untuk hari ini jangan paksa Ye-Jun dulu, biarkan dia tenang. Dan sebaiknya kita bicara di luar, ada yang ingin aku tanyakan." Hyun-Jin melirik Ye-Jun yang masih di posisinya lalu mengedik supaya Hyun-Ra mengikutinya.

Maafkan eomma, Sayang .... Hyun-Ra mulai menyadari kalau mungkin ketakutannya hanya membuat Ye-Jun jadi tertekan.

Ia beranjak dari ranjang mengikuti Hyun-Jin yang sudah keluar kamar, menemukan adiknya itu menunggunya di kursi ruang makan.

"Duduklah, Eonni," gumam Hyun-Jin, menunjuk kursi di depannya dan Hyun-Ra menurutinya. "Sekarang ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi di tempat yang lama? Kau bilang pemilik kontrakan tiba-tiba menaikkan harga dengan sangat tinggi sehingga kita harus pindah? Aku tahu kau berbohong, karena kalau memang benar begitu, kenapa kita sampai harus pindah kota dan keluar dari pekerjaan? Terlebih Kim Ahjumma tidak mungkin begitu saja menaikkan tarif seperti itu apalagi kepada kita. Dia menganggap kita anak-anaknya, berharap kita menjadi keluarganya, bagaimana dia akan setega itu berbuat pada kita?"

After Five YearsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang