Kisah kasih klasik
Tentang cinta segitiga yang berujung derita
Tentang perasaan ingin bersama yang terhalang luka
Tentang sebuah penyesalan yang tak mendapat belas kasihan
A Novel by ChoWirfania
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
💫💫💫
Sepeninggal Kyuhyun, Hyun-Ra tampak jatuh berlutut di posisi terakhir Kyuhyun merenggut anaknya, menangis tersedu-sedu meratapi kepergian Kyuhyun yang benar-benar mengambil Ye-Jun darinya. Sama seperti dulu, seperti lima tahun yang lalu, setelah merenggut semua cinta dan kesetiaannya, Kyuhyun pergi meninggalkan tanpa sedikitpun mengasihinya. Kenapa Kyuhyun begitu tega melakukannya?
Sementara Hyun-Jin tampak sibuk menghubungi Taehyung untuk melaporkan semua kejadian itu, berbicara dengan nada geram seolah belum mampu meredam amarah yang sedari tadi tak mampu dibendungnya.
Si brengsek Kyuhyun itu benar-benar membawa keponakannya! Hyun-Jin terus berkata selagi Taehyung di sana mendengarkannya.
Sedangkan Hyun-Ra masih tetap menangis, tak tahu harus berbuat apa mengingat dirinya hanya seorang perempuan lemah. Bagaimana ia akan melawan Kyuhyun dan mengambil kembali anaknya?
"Kalau kau memang tidak ingin jauh dari Ye-Jun, kembalilah bersamaku, jangan sekalipun menerima pria lain apalagi membiarkan mereka menikahimu. Ye-Jun akan kembali padamu kalau kau bersedia menuruti keinginanku. Tetapi kalau tidak, terpaksa aku akan bawa ini ke pengadilan untuk memenangkan hak asuhku. Aku akan membawa Ye-Jun keluar negeri dan kau tidak akan bisa bertemu dengannya lagi."
Bahu Hyun-Ra semakin bergetar saat perkataan Kyuhyun beberapa waktu lalu terngiang lagi di telinganya. Ia cemas, takut, was-was, khawatir kalau Kyuhyun tak mau berkompromi lalu melaksanakan apa yang diucapkannya. Karena jika masalah ini benar-benar sampai di meja pengadilan, berarti itu juga harus berurusan dengan uang. Ia sungguh miskin harta untuk memenangkan sebuah perkara, tak punya keahlian dan tak memiliki orang lulusan hukum yang bisa memberinya wejangan. Lalu, bagaimana ia harus melawan?
Tanpa sadar Hyun-Ra beranjak dari posisi berlututnya, bergegas menuju kamar anaknya saat teringat dengan 'ponsel Ye-Jun' yang tadi dikatakan Kyuhyun padanya.
Dan sejak kapan anaknya yang masih kecil itu memiliki ponsel? Apakah ini perbuatan Kyuhyun?
Awalnya Hyun-Ra tidak segera menemukan di mana letak benda itu, mencarinya ke setiap laci, sampai kemudian ia mengangkat bantal anaknya di ranjang dan melihat sebuah ponsel canggih tergeletak manis di bawah sana.
Benar, pasti Kyuhyun yang sudah memberi ponsel sebagus ini pada Ye-Jun.
Hyun-Ra mengamati ponsel di tangannya dengan seksama. Jarinya bergerak menyalakan layar itu, bergulir ke arah kontak dan menemukan hanya ada satu nomor yang tertera; 'Appa Tampan'.
Jadi, sudah seintens inikah komunikasi mereka tanpa sepengetahuannya?
Jadi ternyata, Kyuhyun diam-diam sudah menanamkan sesuatu di pikiran anaknya?
Kejam, kau, Kyu! Apa yang sudah kau lakukan pada anakku?!!
"Halo?"
Hyun-Ra mengerjap kaget ketika ponsel di tangannya tiba-tiba mengeluarkan suara. Ada sambungan yang menyala dan ia tidak sadar ketika tangannya memencet tombol call. Suara Kyuhyun menginterupsinya.