Selamat membaca 😊
.
.
.
.
.
.
.
Dua orang wanita cantik terlihat duduk sambil menikmati waktu santai mereka dan satu orang wanita tampan sibuk dengan benda pipih persegi panjang ditangannya.
Diwaktu menjelang sore ini ketiganya memilih duduk di dekat jendela menghadap ke depan cafe.
Sengaja tempat itu dipilih karena dari sana mereka bisa dengan jelas melihat orang-orang yang keluar masuk dari cafe mereka.
Anak remaja tanggung cukup ramai terlihat memadati area depan cafe tersebut. Ada yang masih mengenakan seragam sekolah dan duduk mengelompok dengan laptop dan buku berserakan diatas meja.
Bukan sekali dua kali ini cafe GabyTa dipakai untuk anak sekolah, bahkan beberapa kali ada salah satu dari mereka sengaja mereservasi seluruh cafe hanya untuk merayakan hari ulangtahunnya.
Gaby dan Alena begitu menikmati cemilan diatas meja sambil sesekali tertawa mendengar candaan satu sama lain.
Tak dihiraukannya Ghata yang terlihat sibuk dengan pekerjaannya. Wanita rambut sebahu itu tengah serius menatap layar dihadapannya entah apa yang ia kerjakan kedua wanita bersahabat itu seolah tak peduli.
"Eh.. eh.. Len liat deh itu bukannya Aluna ya?"
Alena menolehkan kepalanya mengikuti arah telunjuk sahabatnya itu dan benar ternyata memang ada Aluna disana.
Raut wajah Alena seketika berubah bukan karena senang melihat Aluna sudah datang tapi lebih kepada heran dan kesal (mungkin).
"Dia dianter siapa tuh?"
Lagi Gaby bersuara dan bertanya entah pada siapa karena sudah jelas kedua orang yang sedang duduk dengannya itu pun tidak tau siapa orang yang berada di dalam mobil yang mengantar Aluna.
Seorang pria tinggi dengan setelan kasual terlihat keluar dari dalam mobil. Kedua orang yang menjadi perhatian ketiga orang didalam cafe itu tampak mengobrol cukup akrab bahkan terakhir sebelum pria itu masuk kembali kedalam mobilnya ia terlihat mengacak pelan pucuk kepala Aluna.
Alena menatap penasaran kearah depan sana, entah kenapa hatinya bergemuruh dan seperti ada pisau tak kasat mata mencabik-cabik hatinya.
Ada perasaan tak senang dan tak rela melihat ada orang yang bisa sedekat itu dengan Aluna. Tanpa sadar tangannya meremas gelas minum dihadapannya.
Semua gerak geriknya itu tak luput dari perhatian Ghata yang duduk persis di depan Alena.
Dahinya mengernyit heran dengan perubahan mimik muka Alena yang berubah menahan amarah.
Sudut bibirnya terangkat setelah sesuatu dalam pikiran terlintas, ia mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti apa yang terjadi.
"Waahh jangan-jangan itu calon papanya Alan" ucap Ghata membuat Gaby dan Alena seketika menoleh kearahnya.
"Kamu tau cowok itu Yang?"
Gaby yang sedari tadi pertanyaannya tak terjawab semakin menanti penasaran, jiwa kewanitaannya bangkit apalagi kalau bukan rasa keingintahuan yang besar tentang kehidupan orang lain.
Ghata menggeleng " aku ga tau by, cuma nebak aja soalnya kan biasanya Aluna kalau ga dianter Alena ya dianter sama abangnya itu. Nah ini tumben dia dianter orang lain tadi kamu liat sendiri kan mereka kayak udah deket gitu" ucap Ghata memperjelas argumennya.
Matanya sesekali melirik Alena yang terlihat memikirkan apa yang ia ucapkan tadi, senyumnya samar-samar terlihat ketika menyadari rencananya berhasil untuk mengompori Alena.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tripel AL
Любовные романыMengisahkan tentang dua orang wanita dengan latar belakang yang berbeda. Alena seorang desainer terkenal yang sedang menjalin hubungan dengan seorang CEO muda dan tampan. Aluna seorang single parent, dia wanita tangguh dan pekerja keras demi memenu...
