Tiga Enam

4.8K 429 44
                                        

Selamat membaca 😊

.
.
.
.
.
.
.

Alena sungguh merasakan kelelahan luar biasa pada dirinya, bukan hanya raga tapi juga jiwanya.

Di satu sisi dia sangat ingin berjuang untuk kembali merebut cinta Aluna tapi disisi lainnya ia ingin menyerah ketika berhadapan dengan sikap keras kepala wanita itu.

Entah puluhan bahkan ratusan penolakan yang Alena terima. Harga dirinya sudah tak ia pedulikan lagi guna meluluhkan kerasnya hati wanita yang sempat menjadi miliknya.

Tapi yang terjadi justru hatinya sendiri yang luluh lantah oleh ibu satu anak itu.

Sekuat apapun Alena berjuang sekuat itu pula Aluna menolaknya. Ia tidak tau sejauh mana ia bisa bertahan untuk terus berjuang.

Raganya terasa ingin berhenti tapi hatinya berkata jangan. Ia sudah seperti orang gila memikirkan bagaimana caranya untuk bisa kembali bersama Aluna.

Bukannya semakin membaik tapi justru hubungan mereka semakin memburuk terlebih Rizky terlihat semakin bisa mengambil hati Aluna.

Keduanya bahkan bertengkar hebat ketika Alena mengatakan bagaimana perangai pria itu pada Aluna.

Tapi bukannya percaya dan menjauhi pria itu Aluna justru semakin terang-terangan menunjukkan kedekatannya pada Rizky.

Tubuh ramping Alena semakin mengurus karena pola makan yang tak tepat membuat kedua sahabatnya itu khawatir.

Bahkan ini sudah ketiga kalinya mereka menemukan Alena tak sadarkan diri.

"Ini anak kalau dibiarin gini terus bisa gila by"

Gaby menghela napas lelah mendengar perkataan kekasihnya. Jujur sebagai sahabat ia juga tak tega melihat Alena terus-menerus seperti ini.

Bukannya ia tak mau membantu, ia bahkan menemui Aluna untuk menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.

Penyebab Alena mengambil keputusan untuk meninggalkan Aluna.

Awalnya ia dan Ghata berharap setelah Aluna tau yang sebenarnya akan membuat sikap wanita itu melunak tapi justru yang terjadi malah sebaliknya.

Aluna semakin marah karena Alena karena sudah dengan seenaknya sendiri mengambil keputusan dan menjadikan kebahagiaannya sebagai alasan untuk meninggalkannya.

Gaby masih ingat dengan jelas bagaimana sorot mata Aluna yang begitu menampakkan kekecewaan yang luar biasa.

"Kita harus gimana lagi Ta?" Ucap Gaby pasrah.

"Kalian ga harus melakukan apa-apa lagi"

Gaby dan Ghata serempak menoleh kearah Alena yang ternyata sudah siuman.

Gaby mendekat dan mendudukkan dirinya disebelah Alena, dengan sigap ia membantu Alena untuk duduk.

Tangannya menarik bantal untuk ia letakkan dibelakang punggung Alena agar sahabatnya itu merasa lebih nyaman untuk bersandar.

"Makasih kalian udah banyak banget bantu gue"

"Makanya lo cepetan selesai masalah lo sama Aluna, lama-lama gue ikutan kesel jadinya sama tingkah kalian berdua" sahut Ghata yang dibalas tatapan tajam dari Gaby.

Ghata hanya mengedikkan bahunya acuh, ia sudah lelah melihat drama yang diciptakan Alena dan Aluna.

Ia tahu betul jika keduanya masih sama-sama menyimpan perasaan tapi ditutupi oleh ego yang sama-sama besar pula.

Ketiganya terdiam dengan pikiran masing-masing, bukan hanya pikiran tapi badan mereka juga sudah terasa cukup lelah.

"Gue punya ide.."

Tripel ALTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang