Tiga Lima

4.5K 428 42
                                        

Selamat membaca 😊

.
.
.
.
.
.
.

"Mommy"

Tangan mungil dan suara lucu itu mengusik tidur lelap Alena. Entah sudah berapa hari lamanya ia tidak pernah merasakan tidur senyenyak ini.

Mata sipitnya mengerjap beberapa kali berusaha untuk menyesuaikan cahaya yang masuk menyilaukan matanya.

Kantuknya seketika lenyap tatkala melihat sesosok bayi tampan dengan senyum menggemaskan sedang melihat kearahnya.

"Alano.?? Apa aku sedang bermimpi?" Gumam Alena.

"Mommy"

Suara itu.. suara itu terdengar begitu nyata. Tidak, ini bukan mimpi... tapi bagaimana mungkin ia bisa bersama Alano saat ini.

Sepertinya nyawa Alena belum benar-benar terkumpul sepenuhnya. Apa efek pingsan tadi malam membuat otak cerdas seketika melambat.

Cup

Alena kembali mengerjap ketika merasakan ciuman basah mengenai pipinya, matanya kembali menatap dalam si pelaku yang tampak tersenyum girang memperhatikan gigi susunya yang sudah mulai memenuhi mulut kecilnya.

"Alan.. ini beneran kamu nak?"

Alena menggulingkan badannya dan tengkurap dengan kedua siku menyangga tubuhnya.

Tangannya terangkat membelai rambut hitam tebal milik bocah tampan itu.

Jemari lentiknya menyusuri setiap jengkal wajah imut Alano yang sangat ia rindukan.

Ingatannya kembali berputar bagaimana ia bisa berada disini saat ini.

Helaan napas keluar dari bibir tipisnya ketika mengingat kebodohan yang sudah ia lakukan.

Bagaimana ia bisa dengan mudahnya melepaskan Aluna demi pria yang ia pikir bisa melindungi dan membahagiakan Aluna ternyata pria brengsek itu justru bermesraan dengan wanita lain.

Tanpa sadar air matanya menetes perlahan membasahi pipinya, ia sungguh merasa tak berguna. Bahkan untuk menyesal pun ia merasa sangat malu untuk melakukannya.

Jemari kecil itu kembali membelai pipi Alena membuat wanita itu tersentak dari lamunannya.

Wajah lugu Alano benar-benar mengingatkannya pada Aluna. Wanita yang sudah ia perjuangkan lalu ia sia-siakan.

Alena merengkuh tubuh mungil Alano untuk ia bawa kedalam pelukannya.

Sungguh ia sangat merindukan putranya ini. Sejak ia memilih melepaskan Aluna sejak saat itu pula ia tidak pernah lagi berjumpa dengan Alano.

"Maafin mommy sayang, mommy jahat.. mommy udah ninggalin kamu sama mama, hiks.. hiks.."

Alena berucap maaf tiada henti meski ia tau balita satu tahun setengah ini tak akan mengerti dengan apa yang ia katakan.

Tapi setidaknya itu bisa mengurangi sedikit sesak didalam hatinya. Pelukan dari tangan kecil Alano di pinggangnya saja sudah cukup membuat hatinya tentram.

"Alan mau maafin mommy kan?"

Kedua tangan Alena menangkup pipi chubby Alano, mata bulatnya terlihat tak mengerti dengar apa yang dia dengar membuat kerutan di alis tebalnya tampak terlihat.

Tak tahan melihat ekspresi mengemas dari putranya itu Alena langsung menghadiahi Alano dengan ciuman bertubi-tubi membuat balita itu terkekeh geli.

"Mom..hahaha mommy udah geyi(geli).. haha"

Alena terdiam " Alan tadi kamu bilang apa?"

Tripel ALTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang