one day with u

83.8K 5.2K 25
                                        

jujurly sy sangat kaget dapet notif dari wp banyak,, and itu semua gara-gara kalian but sy mau ngucapin terima kasih banyak ya besti sudah baca cerita sy yg ga jelas buat yang komen mmf sy ga sempet bales karena ketimbun notif up cerita lain 😔, intinya sy syg kalian dechhh 💘😠😠😠.

...


Hari minggu ini Saka mengajak Daisy pergi ke Bandung untuk menemui saudara Saka yang berada di sana, dan ini adalah kali pertamanya mereka pergi bersama.

"bawa jaket jangan lupa" peringat Saka.

"kita di sana gak ada satu hari, gak perlu lah bawa jaket" jawab Daisy, memang mereka kesana hanya satu hari, bisa di katakan minggu pagi ini mereka berangkat dan Senin pagi mereka pulang, Saka yang menyarankan itu karena hari Senin pasti akan di adakan upacara, dan Saka tidak suka upacara.

"ya udah buru, gue tunggu di mobil" Daisy hanya berdeham sambil menata rambutnya.

"Saka laknat!! kok tas gue ga di bawa si, tega banget ya gue di suruh bawa tas sendirian" umpat Daisy, memang tas yang ia bawa hanya satu dan itu pun tas kecil yang hanya berisi satu piyama dan satu set baju untuk besok.

Padahal ia sudah menaruh tas itu di dekat Saka, namun Saka sepertinya sangat tidak peka.

"Yah, Bun,  Daisy berangkat ya" Daisy berpamitan kepada kedua mertuanya yang sedang ada di depan rumah, dan Saka sudah duduk dengan rapih di kursi pengemudi.

"hati-hati ya sayang, kalau sampai sana kabarin bunda, oh iya kalau Saka ugal-ugalan kamu tendang aja, oke?" Daisy mengangguk sambil tersenyum kecil lalu menyalimi kedua tangan mertuanya.

Kini Daisy sudah duduk di samping Saka sambil mengeluarkan ciki. Jarak ke kota nya dan Bandung mungkin hanya akan memakan waktu 3 jam, tapi Daisy sering kali bosan jika berkendara tanpa makanan.

"setel lagu dong, lo diem-diem bae, kuping gue jadi nging-nging doang" tanpa persutujuan Saka, Daisy memutar lagu kesukaannya.

"plis ni orang nyadar gak si kalau gue sering nyindir dia lewat lagu? apa dia jangan-jangan gak bisa bahasa enggres?" batin Daisy sambil mengunyah ciki nya.

Karena terlalu memikirkan hal itu, Daisy tidak sadar tertidur dengan ciki yang masih ada di pahanya.

"bukannya nemenin malah tidur, mana masih pagi" Saka menyentil pelan kening Daisy dengan jarinya, ia mengambil ciki itu dan memakannya sendiri.

...

Daisy bangun karena merasa ada yang menepuk-nepuk pipinya dengan tidak sabaran.

"bangun, udah sampe" Daisy melihat Saka di depannya, ternyata mereka sudah sampai.

Ia melihat jam dan menunjukan pukul 13.30, pasti tadi macet, padahal biasanya Daisy tidak pernah tertidur lama, apa lagi di mobil, pasti badannya akan pegal.

"rumahnya masih masuk ke gang kecil, mobil nya gak muat, jadi kita jalan" Daisy yang belum mengumpulkan semua nyawanya hanya mengangguk-angguk dan mengikuti Saka.

"lo loyo amat, mana tas nya?" bukannya menjawab Daisy malah menunjuk ke segala arah membuat Saka berdecak, memang Daisy jika sudah tidur bangun-bangun ia akan nge blank sebentar.

Saka mengambil tas Daisy yang lumayan cukup berat, Saka saja tidak tahu apa isinya.

Saka menggandeng tangan Daisy karena takut Daisy akan menabrak sesuatu.

"jangan cepet-cepet babi" Saka hanya bisa mengusap dadanya sabar karena sejak kemarin-kemarin Daisy sering kali mengumpatinya meskipun ia tak salah.

"ih kasar" cibir Saka.

Mereka berdua melewati perkebunan teh cukup panjang, bahkan Daisy yang mulai sadar kini sudah ngos-ngosan.

"kok lama banget anjir, mana panas banget" Daisy berhenti sebentar, padahal tas yang ia bawa berada di Saka, tapi ia seolah-olah membawa beban dan mudah lelah.

"itu di depan, tuh rumahnya udah keliatan" Saka menujuk ke arah depan, Daisy yang notabennya pendek tidak bisa melihat arah yang di tunjuk Saka, ia hanya melihat sepucuk dari rumah itu.

"ya udah ayo!!" Daisy kembali bersemangat karena objek yang ia tuju sudah dekat.

Sebenarnya Daisy agak gugup kali ini, karena ini baru pertama kalinya ia bertemu saudara Saka yang waktu itu tidak hadir dalam acara pernikahannya.

"tenang Sy, semangat!!" gumam Daisy menyemangati dirinya sendiri.

"ih kesal, perasaan tadi udah keliatan tapi kok ga sampe-sampe ya, apa jangan-jangan kita salah arah?!!" panik Daisy.

"engga lah lo kan pendek mana bisa liat, udah maju aja ayo" Daisy menatap tajam Saka yang mengejeknya pendek, ya meskipun benar.

"nah itu kan udah keliatan!" Daisy mengangguk antusias karena sebentar lagi ia akan bertemu kasur ternyaman.

Saka membuka gerbang pendek yang mengelilingi rumah tersebut dan memasukinya di ikuti Daisy.

"kok serem ya? vibes nya kaya rumah pengabdi setan" bisik Daisy pada Saka.

"ngaco" Saka mengetuk pintu rumah yang terbuat dari kayu dan ukiran batik di luarnya.

Pintu pun terbuka, Daisy menunduk karena ia takut yang membuka pintu adalah ibu dalam film pengabdi setan.

"what's up bro" Daisy terkejut karena itu adalah suara laki-laki, ia pun mendongak menatap Saka dan laki-laki itu sudah berpelukan.

Tunggu. Ia saja jarang berpelukan dengan Saka, Daisy jadi berfikir kalau laki-laki ini adalah selingkuhan Saka dan Saka beralibi membawanya ke rumah saudara, tapi Saka hanya ingin memperkenalkan selingkuhan laki-lakinya dan akan menceraikannya?

.
.
.

🌼🌼🌼

sy gatau ni nge feel apa gak, yg uda vote makasi yy bestiii

paint without t [end]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang