go to Bogor

72.5K 4.7K 68
                                        

hlo selamat membaca yyy 😎💘✨💘✨

...

Daisy tengah merapikan tempat tidurnya sambil menunggu Saka yang tengah membeli nasi goreng campur mangga untuknya.

Memang aneh, tapi bagi ibu hamil mungkin tidak, kata Berliana, Daisy ini sedang mengidam.

"gada nasi goreng mangga, mangganya gada, nih makan" Saka menyerahkan piring berisi nasi goreng kepada Daisy, namun Daisy tak kunjung menerimanya.

"mau sama mangganya" kekeuh Daisy membuat Saka mengacak rambutnya kesal.

"engga ada serius, kalaupun ada pasti udah gue beliin meskipun permintaan lo aneh" ujar Saka jujur.

"ya udah deh, sorry udah ngerepotin" berkali-kali Saka mengusap dadanya sabar.

"emang ngerepotin" Daisy semakin menekuk wajahnya ke bawah, bahkan genangan air matanya sudah ingin terjun ke pipi.

"besok gue mau ke Bogor sama temen-temen 2 hari, mau ikut ga?" ucap Saka mengalihkan perhatian.

"ngapain?" tanya Daisy ketus sambil memakan nasi gorengnya.

Padahal Daisy sudah tau dari Teresa jika Rajawali mengadakan liburan sebelum ulangan kenaikan kelas.

"ya liburan gitu sebelum ujian" jawab Saka sambil memainkan game di ponselnya.

"liburan kok sebelum ujian, harusnya mah setelah ujian biar gak capek pas ujian" cibir Daisy.

"gimana sih justru ntar kalau seudah ujian malah jadi gak konsen, pasti pas ngerjain soal kepikiran liburan terus" bela Saka yang tak mau mengalah.

"kapan emang? siapa aja? kalau cowo semua mending gue ga ikut, lagian perut gue udah gede, lo pasti juga gamau gue ikut, sok-sokan nawarin, cih apa banget" akhir-akhir ini Daisy menjadi lebih pedas pada Saka.

"astagfirullah padahal kan niat gue baik nawarin ya Allah, gue nawarin soalnya kedua besti lo bakalan di ajak juga sama kita, ntar lo iri" Daisy mendengus kesal.

"emang gapapa kalau gue ikut? gak bakalan ngerepotin kan?" tanya Daisy.

"gapapa, lagian besok lo mau di rumah sama siapa, ayah pasti sibuk kerja di luar kota, bunda otomatis ikut lah" Daisy mengetuk-ketukan jarinya di dagu.

"ikut deh, sekali-kali juga ke Bogor" putus Daisy, sudah lama juga ia tidak berpergian jauh kecuali minggu kemarin.

"iya, ya udah sana tidur barang-barangnya gue aja yang siapin" Daisy menggeleng tidak setuju.

"no! ntar lo masukin pakaian tebel-tebel banget" tolak Daisy.

"gak bakal! trust me, udah sana tidur, piringnya taruh di nakas aja, ga usah bandel" Daisy mendengus, namun tak urung ia mematuhi perkataan Saka sambil tersenyum hangat, jarang-jarang kan Saka berbuat seperti ini padanya.

...

"sama susu lo jangan lupa di bawa, snack nya udah gue masukin semua" Sesuai perkataan Saka tadi malam, mereka akan mengadakan perjalanan ke Bogor pagi ini.

"udah bawa semua kan?" Daisy mengangguk membiarkan Saka menaruh semua barang mereka di bagasi mobil.

Mereka pun menuju base camp Rajawali untuk bertemu dengan yang lainnya. Rencananya mereka akan membawa mobil sendiri-sendiri.

Sampai di depan base camp, ternyata sudah banyak anak Rajawali yang datang dengan pasangannya masing-masing.

"kok rame banget? gue kira cewenya cuma kita bertiga" yang di maksud bertiga oleh Daisy adalah dirinya, Teresa dan Jenny.

"ya engga lah, lagian lebih rame lebih enak" Saka turun mengitari mobilnya lalu membuka pintu untuk Daisy.

"turun dulu ketemu yang lain" Daisy menerima uluran tangan dari Saka dengan hati-hati karena takut laki-laki itu hanya mengerjainya saja.

"buruan anjir lelet banget ngalahin siput" Daisy mendengus kesal, kapan sih Saka tidak ngeselin?

Mereka berdua berjalan bersama dengan tangan Saka berada di pinggang Daisy.

"ngaret ngaret" cibir Celos sambil manyun-manyun sendiri.

"bacot lo monyet"

"kak Saka!!" Saka dan Daisy sontak membalikan badannya dan terkejut.

"anjing si Gerry kok ga bilang dia bawa Nara!" batin Saka sebal, sementara Daisy sudah mengubah raut wajahnya.

"jadi pengin pulang" batin Daisy.

"udah aku duga kak Saka ikut, eh ini siapa? kaya pernah liat" Nara menatap Daisy, ia seperti merasa deja vu dengannya.

"kak Daisy ya? yang waktu itu di rumah kak Abi? yang keluar dari sekolah? ohhh gituu" Nara menatap Daisy dari atas sampai bawah, dan ketika melihat perut Daisy ia membulatkan bibirnya.

"gak usah gitu ngeliatinnya dek, ga sopan lo" Gerry datang sambil menepuk bahu adeknya, sudah sedari tadi ia mengintai mereka, ia juga merasa bersalah karena tidak bilang kepada Saka bahwa adiknya ngotot ingin ikut.

"hehe maaf kak, lagian kan agak aneh kok kak Daisy kaya gendutan gitu" Daisy ingin sekali rasanya menghilang sekarang juga, tapi ia juga ingin dekat dengan Saka.

"oh iya kok kak Daisy bareng sama kak Saka?" tanya Nara.

"ih ya allah sok gemes banget jadi pengin nendang gaksi?" batin Daisy.

"iya gue yang ajak, udah dulu lo gak usah banyak nanya, gue pinjem Daisynya" entah datang dari mana Abi menarik tangan Daisy menuju mobilnya.

"untung lo narik gue, tapi jangan kenceng-kenceng juga anjir!" Abi melepas cekalan tangannya lalu tersenyum cengengesan.

"emang lo gak bareng sama Kanis?" tanya Daisy, lalu Abi membuka pintu samping kemudi.

"lo pindah belakang, Daisy duduk di depan" perintahnya pada Kanis, gadis yang selama ini menyukainya.

"woi jangan gitu lah pantek, gue juga ada Saka, lo duduk situ aja Nis" ucap Daisy.

"Saka pasti sama Nara, mending lo sama gue, gak usah ngeyel serius" paksa Abi.

"jangan maksa deh, lagian udah ada cewe lo juga, gue gamau ganggu, mending gue balik ke Saka aja" tolak Daisy lagi.

"ga ganggu, dia yang ngotot buat ikut bukan gue yang ajak, lagian dia bukan cewe gue" ujar Abi malas.

"lo ngomongnya yang bener dikit Babi, tau deh sebel gue sama lo"

.
.
.

🌼🌼🌼

vote yu!!!

paint without t [end]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang