skipping school

93K 5.8K 48
                                        

halo, ini udah revisi dikit ya

...

Daisy mendengus sebal karena ia di tinggal oleh Saka dan hanya di beri uang 50 ribu untuk membayar taksi dan uang jajan.

"taksi bolak-balik aja ga cukup 50 rebu njerr" gumam Daisy, ia membuka dompetnya, ternyata hanya ada uang kurang lebih 200 ribu dan itu sudah lebih dari cukup.

Daisy berjalan keluar gang kompleknya untuk menghentikan taksi. Belum ada 2 menit sudah ada taksi yang lewat, Daisy menghentikan taksi tersebut lalu menuju sekolahnya.

"awas lo nanti Saka, bisa-bisanya gue di tinggal" gerutu Daisy karena saat Daisy mandi, Saka meninggalkannya dan hanya menaruh uang 50 ribu di atas ranjang.

"lagian tuh bocah kena sawan apaan si berangkat pagi banget"

...

Daisy menatap tajam ke arah Saka dan gadis yang ia ketahui adalah adik Gerry berangkat bersama, jadi Saka meninggalkannya untuk berangkat bersama gadis imut itu?

"lagian kenapa sih? bukannya itu hak Saka ya? ih Daisy goblok deh" umpatnya untuk diri sendiri, ia menuju ke kelasnya sambil mengumpati dirinya sendiri.

"Teresa sama Jenny udah berangkat belum yaa" Daisy sesekali tersenyum menanggapi teman angkatannya yang menyapa.

"Ais" Daisy sontak membalikan badannya mendengar panggilan dari Sagara teman seangkatannya yang menjabat sebagai ketua osis.

Sagara memang memanggil Daisy dengan sebutan 'Ais' yang tentu saja membingungkan semua orang karena Daisy kerap di sapa Isy, bukan Ais apa lagi Dai, namun katanya itu adalah panggilan pertemanan.

"kenapa Ra?" tanya Daisy pada adik kelasnya yang terlihat membawa banyak sekali kertas di tangannya.

"bantuin gue bisa? gue disuruh fotocopy semua nilai ini, tapi mesin sekolah lagi rusak" jelas Sagara.

"sekarang? tapi kan mau bel ini Ra,"

"plis sekarang aja gapapa, gue juga mau bolos kok" tambah Daisy dalam hati.

"iya sekarang, gue udah minta dua surat ijin buat keluar kok, kebetulan gue ketemu lo, ya udah gue ajak lo, tapi lo gada ulangan kan hari ini?" Daisy menggeleng menanggapi ucapan Sagara yang panjang lebar.

"ya udah hayukkk"

...

"tuh bini lo mau kemana Ka" Celos menunjuk ke arah Daisy yang sedang memakai helm pemberian Sagara.

"wih sama pak ketos" imbuh Celos memanas-manasi.

"mana ganteng anjir" gumam Gerry tepat di telinga Saka.

"lo ga usah jadi provokator ya anjing, gue bongkar ke adek lo tau rasa" ancam Saka memukul kepala Gerry.

"ya jangan lah!!" teriak Gerry tak terima.

Ke lima remaja itu terus memperhatikan Daisy dan Sagara sampai kedua tubuh itu hilang di balik gerbang sekolah.

"lo gak suka sama dia kan?" tanya Ragas.

"tumben kepoan bang" sindir Abi.

"ga, dan ga akan pernah, cuma tanggung jawab doang, anak lahir gue cerai'in" Gerry mendelik tak setuju.

"maksut lo? lo ga ngelakuin ini demi adek gue kan? gue nyuruh lo buat jagain adek gue, tapi ga nyampe situ juga" Gerry tahu sahabatnya ini goblok.

"gada sangkut pautnya sama adek lo, lagian gue juga ga suka sama si gepeng"

Mereka berlima menuju kelasnya masing-masing karena tidak ada mood untuk membolos hari ini.

Saka mengecek ponselnya namun tidak ada notifikasi masuk dari Daisy.

"izin kek goblok" batin Saka sambil meremas kuat ponselnya.

...

Daisy dan Sagara tengah berada di sebuah cafe samping tepat foto copy. Mereka tengah berbincang dan tertawa kecil, sebenarnya mereka sudah berteman akrab sejak MOS.

"lo akhir-akhir perasaan nempel sama inti Rajawali, lo gak di babuin sama mereka 'kan?" tanya Sagara ragu.

"engga kok, lo tenang aja," Daisy meminum jus melonnya.

"oh iya abis ini lo mau ke pantai gak? masalah foto copy buat besok si, lagian kenaikan kelas kan masih 2 mingguan lagi, jadi agak nyante" jelas Sagara membuat Daisy membulatkan matanya.

Jadi 2 minggu lagi ia akan naik kelas dan kandungannya berumur 4 bulan? yang artinya Daisy tidak bisa melanjutkan kembali sekolahnya.

"duh gue harus mulai akting dari sekarang biar nanti mulus dan gada yang curiga"

.
.
.
🌼🌼🌼

vote yuuu 🐋

paint without t [end]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang