truth III

94.1K 5.9K 53
                                        

selamat membaca 💘!!

...

Malam ini ruang makan begitu sepi karena tidak ada satu orang pun yang kembali, Daisy pun membawa makan malamnya ke kamar dan membuka pintu balkon kamar Saka.

Daisy menaruh makanannya di meja lalu mengambil laptop yang berada di atas nakas, ia akan makan sambil menonton movie.

Deretan notifikasi terdengar dari handphonenya, Daisy segera mengambil handphone yang sedang ia charger di atas nakas.

Saka 🙅🙅

nanti gue jelasin
lo jangan tidur dulu kalau mau dengerin yang sebenernya
nanti gue bawain boba sama martabak yang dari kemarin lo minta

ngapain? itu juga hak lo mau pacaran apa engga.

Daisy buru-buru keluar dari kolom chat itu.Setelah selesai dengan makannya, Daisy meletakkan kembali semua piring kotor bekasnya.

Bertepatan dirinya keluar dari dapur, pintu utama terbuka menampilkan sosok Saka dengan banyak sekali keresek makanan di tangannya.

"lo ambilin gue makan malem dong, gue laper" perintah Saka kepada Daisy, laki-laki itu langsung menuju kamar dengan semua makanan itu.

"perasaan jadi babu mulu kalau ada dia" gerutu Daisy namun ia tetap mengambilkan makanan untuk Saka.

"nih" Daisy meletakkan piring untuk Saka dengan sedikit kasar membuat Saka yang sedang bermain game diponselnya sedikit terkejut.

"buset gak ikhlas amat" gumam Saka namun Daisy masih mendengarnya.

"ambil sendiri deh" cibir Daisy, tangan lentiknya mengambil minuman dengan isian bulat-bulat hitam kecil dan meminumnya.

"minuman isi cemendil wedus gitu kok doyan" ucap Saka.
cemendil wedus : ee kambing.

"ssg" jawab Daisy acuh.

"nanti anak gue jadi bulet item" Daisy memukul bahu Saka hingga laki-laki yang sedang makan itu tersedak.

"anak gue! lo buat aja sama si ara-ara" cibir Daisy.

Saka menoyor kepala Daisy "dih apaan! namanya Nara tolol"

"cepetan katanya mau jelasin" Daisy memasukkan satu gigitan martabak coklat kacang kesukaannya.

"ya gitu, gue di suruh Gerry, katanya ajal si Nara udah deket" kini giliran Daisy yang menoyor kepala Saka.

"ngeramal di mana? masa iya ada orang bisa memprediksi kematian, ngawur! gatel mah gatel aja" gumam Daisy mengumpati Nara, gadis cantik dan imut yang minggu kemarin mencium suaminya.

"dih cemburu lo? lagian gue cuman pura-pura" jelas Saka.

"gue ga cemburu! pura-pura kok sampe kiss segala? di kira gue ga liat hah?" Daisy menekuk kedua tangannya di depan perutnya.

"ih kapan? pembawa kayu bakar lo anj--"

Plak

"ga usah ngelak! gue liat di cafe lo lagi sama anak-anak Rajawali bareng si Ara-ara terus lo ciuman" setelah memukul mulut Saka, Daisy menarik rambut Saka hingga laki-laki itu memgaduh kesakitan.

"lepasin dulu jelek!!" Daisy melepas tangannya dari rambut Saka, ia mengusap-usapkan tangannya pada baju karena beberapa rambut Saka ternyata tercabut.

"oh di cafe yang waktu itu? pantes aja lo waktu itu ngehindarin gue, ternyata itu alesannya" Saka mengusap rahangnya sambil mengangguk mengerti.

"oh jadi lo beneran ciuman sama dia??!! jangan-jangan lo juga buntingin dia?!" saat hendak memukul lagi, Saka menahan tangan Daisy karena pukulan gadis itu juga sedikit sakit.

"engga! lo salah liat lah, kayanya waktu itu si Nara liat laba-laba di rambut gue, terus dia ambil, mungkin lo liatnya dari belakang gue, makanya kesannya kaya nyium" Daisy mengangguk-angguk, namun ia juga ingat jika gadis sore tadi mencium bibir Saka.

"mana ada laba-laba di bibir goblok!!" Daisy memukul mulut Saka lebih keras dari yang sebelumnya.

"yang itu khilaf, hehe" Daisy memasang wajah datarnya, mana ada begituan khilaf.

"terus kenapa lo pacaran sama si Ara-ara?" heran Daisy.

"lah lo lupa perjanjiannya? kan gue boleh pacaran lo enggak, lagian gue sama Nara cuman pacaran boongan, ntar kalau dia udah sembuh gue putusin terus hati gue cuma buat lo deh nanti" goda Saka namun wajah Daisy berlagak ingin muntah.

"kenapa lo anjir?!! kenapa gak si Celos atau si Abi kek! Abi kan juga ganteng, bahkan lo sama Abi juga gantengan Abi! kok bisa si Ara-ara suka sama lo yang gantengnya biasa" ujar Daisy frustasi sendiri.

"ini lo muji apa ngejek gue?"

.
.
🌼

next ga nieh 😲

paint without t [end]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang