bitch

75.8K 4.7K 283
                                        

mmf jdulnya 🙏

...

Curug atau air terjun. Tempat tujuan para anak muda itu. Meskipun sudah tahu cuaca kali ini sangat panas mereka tetap pergi ke curug karena itu wisata yang terdekat.

"udah jam -2 anjir, gue kira baru jam 12 an gitu orang ini masih panas banget" keluh Jenny.

"heem, tapi ntar jam 3 pasti udah agak adem, mending cari makan dulu yu" ajak Kanista yang di setujui mereka semua karena sedari tadi mereka sudah menahan lapar.

"ke warung itu aja deh, adem banget keliataannya deket goa gitu"

Mereka pun berjalan menuju warung dibawah goa sambil bermain genangan air di bawah kaki mereka.

Mereka memesan makanan dan memakannya sambil bercanda hingga tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 3 lebih 15 menit.

"renang yuk" cetus Abi. Mereka semua kecuali Nara dan Daisy mengangguk.

"kalian aja, gue di sini deh, lagian minum gue belum habis" ujar Daisy, sebenarnya ia ingin ikut, namun mengingat perutnya ia merenung.

Mereka semua menatap Daisy, benar, membawa Daisy ke sini adalah hal salah, mereka jadi merasa bersalah.

"udah gak usah mikirin gue, sana lo pada renang" yakin Daisy.

"beneran gapapa? ntar lo sendirian" ucap Arion yang diangguki mereka.

"sama aku aja kak! aku juga ga mau renang, takut ada uler, hih" Mereka sepakat dengan ucapan Nara.

Kini hanya tinggal Nara dan Daisy yang berada di pinggir pantai.

"gimana kak?" tanya Nara tiba-tiba.

"apanya?" tanya Daisy balik.

"about ur dad, sorry i mean, about our dad?" ucap Nara sambil tersenyum.

"oh about that, gue ga peduli si, lo emang selalu doyan barang bekas kan? tapi kalau soal Saka, you lose bitch" balas Daisy.

"gitu ya? berati lo mau ayah lo gue celakain?" ancam Nara.

"i told you i don't care, and never"

...

Saat Celos sudah pergi untuk sarapan, Nara datang dan langsung duduk di sebelah Daisy.

"hai kak, i know bout your dad"  ujar Nara langsung.

"yea? off course you know, lo kan orangnya kepoan" balas Daisy.

Nara menggeram, "mau denger satu rahasia kak?" lanjut Nara.

"why not?" jawab Daisy.

"your dad is also my dad" Daisy sedikit terkejut mendengarnya, namun ia kembali menetralkan wajahnya.

"sorry, gue kira lo yatim piatu"  jawab Daisy yang tidak mengetahui asal-usul Nara.

"apasih, makanya gak usah sok tau" balas Nara.

"sorry, gue kan orangnya ga suka penasaran dan gak kepo soal privacy orang" cibir Daisy.

"and i know, sebenarnya kak Saka itu suami kakak kan?" Daisy diam, ia masih menghargai Nara karena penyakit gadis itu, namun dari mana gadis itu mengetahui semua ini? jika ada yang mendengarnya pasti mereka mengira Daisy yang membocorkannya. 

...

"jadi gimana? mungkin kakak berubah pikiran dengan ikhlasin kak Saka buat aku? atau aku bikin ayah kakak emm, apa ya enaknya?" ancam Nara lagi.

"keputusan gue masih sama, lo gada asumsi kuat soal ayah gue jadi lo diem aja" cibir Daisy yang sudah malas berbicara dengan Nara, ia hendak pergi namun kata-kata Nara menghentikannya.

"gimana kalau gue punya bukti kalau ayah lo itu ayah gue?" Daisy membalikkan badannya menatap Nara.

Nara menunjukan smartphonenya pada Daisy, Nara benar di sana terdapat seorang laki-laki dan tiga anggota keluarga lainnya, Daisy sangat ingat betul itu adalah wajah ayahnya.

"kalau lo ga percaya coba tanya ayahnya Samuel, lo pasti tau kan siapa Samuel?" Samuel, Daisy ingat bukankah itu sepupu Saka? apa hubungan ayah Samuel dengan semua ini?

"iya Samuel, sepupu Saka, haha, bahkan gue tahu semua asal usul tentang Saka, gimana tentang lo? emang lo tau kalau dia punya alergi kacang sama phobia cicak? lo gatau kan? i know about Saka, better than you" bisik Nara tepat di telinga Daisy.

"i don't care" balas Daisy tenang tapi berbeda dengan hatinya, bisa-bisanya Nara lebih tau segalanya tentang Saka.

"oh iya, gimana kalau bunda sama adek lo kena juga? kan lucu ya kalau satu keluarga" ujar Nara sambil tersenyum.

"konteks? jujur ya gue gatau lo dari tadi ngapain" ujar Daisy yang sebenarnya sudah ketar-ketir, Nara ini sangat gila, ia bahkan bisa saja melukai dirinya sendiri untuk mendapat kemenangan.

"gimana kalau bikin perusahaan tante Aster bangkrut?" Daisy cukup terkejut, ternyata sudah dalam Nara men-stalking hidupnya.

"maksut lo? licik ah mainnya mutusin rezeki orang" jawab Daisy yang masih berusaha tenang.

"hm? gimana kalau gue sebarin isu di sekolah bahwa Daisy yang berhenti sekolah mendadak ternyata hamil sama om-om?"

Plak

"watch ur mouth bitch!!" geram Daisy setelah menampar pipi Nara cukup keras.

"DAISY!!"

...

🌼🌼🌼

gatau yh, ni dramanya ++++ bgt di part ini, sgt sgt krinjjj mmf 😱😱😱😱😪😔😇😰😔

paint without t [end]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang