Jika cinta membuat manusia saling menyakiti kenapa harus tercipta rasa itu.
Andaikan aku bisa mengabaikannya aku takkan terpuruk seperti ini, jatuh hati membuatku tak punya harga diri.
Pagi-pagi sekali Ben sudah pulang ia hanya pamit pada Aisyah yang sudah berada di dapur.
Semalaman ia tak bisa tidur, sakit hati yang ia rasakan semakin menjadi bahkan ia mengabaikan pesan Jessica yang menumpuk.
Sial sekali hidupnya ini, apa yang harus ia lakukan setelah ini. Ia sudah menyerah namun di lubuk hati yang paling dalam ia tak rela jika perjuangannya ia kubur begitu saja.
Setelah sampai di rumah Ben langsung mandi dan bersiap-siap ke sekolah.
Sedangkan Dirra seperti orang kehilangan arah, paginya ia hanya termenung dan bimbang memikirkan perkataan Ben semalam.
Dirra pergi sekolah dengan tak bersemangat suasana hatinya sungguh tak bisa ia sembunyikan dengan senyuman yang selalu ia lakukan, hari ini hanya ada wajah murung yang Dirra tampakan.
*
Waktu terasa lama buat Dirra dan tibalah bel pulang pun berbunyi nyaring membuat gadis itu mendengus berat.
Dirra keluar kelas dan di sambut Alex dengan senyuman manisnya yang mengembang, Dirra kembali mendengus melihat Alex. Ia melupakan ajakan Alex semalam.
"Semalam kenapa tiba-tiba di mati'in teleponnya?" Ucapnya minta penjelasan.
Dirra hanya mengedikkan bahunya malas lalu melangkahkan kakinya mengabaikan Alex yang mengikuti langkah Dirra.
"Kamu mau kan?" Tanyanya minta kepastian.
Dirra masih terus berjalan sampai di luar gerbang sekolah lalu ia berhenti menatap Alex.
"Maaf aku gak bisa." Ucap Dirra dengan nada lemah lalu ia kembali berjalan menuju halte namun Dirra nampak shock saat Alex menggenggam erat tepat di telapak tangannya.
Dirra menatap tajam pada Alex, sebelum Dirra melepaskan tangannya ternyata sudah ada tangan kekar yang mencekal tangan Alex lalu menariknya dengan kasar.
"Brengsek berani-beraninya Lo hah!!!"
Bug,,
Satu pukulan mendarat di rahang Alex, bocah lelaki itu terjatuh karena belum siap mendapat pukulan Ben.
Beruntung sudah di luar sekolah dan tak banyak mata yang melihat kejadian tadi.
Alex meludah karena merasakan anyir di mulutnya dan pria itu menatap Ben dengan mata nyalang.
"Apa urusan Lo hah?" Tanyanya penuh permusuhan.
"Jelas lo berurusan dengan gue bangsat, awas saja kalau Lo berani dekati Dirra lagi, gue habisi Lo." Ucap Ben penuh emosi lalu mengeluarkan sapu tangan dan di lilitkannya di telapak tangan sebelum menarik lengan Dirra menuju mobilnya.
Alex menggeram seraya mengepalkan tangannya kuat-kuat menatap tajam ke arah Ben.
Dirra menghempaskan tangan Ben sebelum menatapnya dengan mata tajam.
"Kenapa? Apa kamu menyukai bocah itu hah?" Ben menggeram masih penuh dengan amarah.
Dirra mendengus masih menatap Ben dengan pandangan tajam, gadis itu hendak berbalik melangkah namun Ben lebih dulu mencekal pergelangan tangan Dirra dan mendorongnya masuk ke mobil namun Dirra bersikeras tak ingin masuk.
"Masuk."
"Tidak,,"
"Aku bilang masuk ya masuk." Ucap Ben dengan berani bahkan bocah itu masih meninggikan nada suaranya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Dirra
Teen FictionSequel Kesabaran Seorang Istri Gadis remaja yang tak tahu tentang artinya cinta, yang ia tahu jika cinta adalah suka dengan seseorang. "Aku cinta sama om, om harus tahu itu!" Ucapnya dengan lantang gadis itu tak peduli dengan tatapan orang yang ad...
