02. Bertemu

17.8K 1.2K 10
                                        

"selamat pagi Renjun." Sapa Jungwoo dengan ramah saat Renjun baru saja masuk ke Cafe lewat pintu belakang.

"Pagi juga hyung." Balas Renjun lalu berjalan ke arah ruangan khusus untuk waiter.

Renjun melepas jaket yang dipakainya tadi menaruhnya di loker yang disediakan untuk para waiter. Lalu mengambil seragam waiter nya dan menganti baju di ruang ganti.

Setelah memakai pakaian waiternya Renjun berjalan ke luar dia harus merapikan meja-meja dan kursi sebelum Cafe ini buka.

Tepat jam delapan pagi Cafe ini buka dan langsung mendapatkan pelanggan yang lumayan banyak. Kebanyakan anak sekolah dan mahasiswa yang datang ke sini.

Renjun langsung melayani satu persatu pelanggan, menghampiri pelanggan dari bangku ke bangku mencatat pesanan mereka dan menyerahkan catatan itu ke Lino yang kedudukan sebagai resepsionis untuk diberikan ke bagian dapur.

Tidak ada jeda baginya untuk melayani para pelanggan. Kaki nya terus berjalan mondar-mandir ke meja pelanggan.

"Renjun, ini pesanan meja nomer lima belas." Ucap Lino.

Renjun langsung mengambil nampan yang berisi dua cangkir kopi itu ke meja no 15.

"Permisi, ini pesanan anda tuan." Renjun meletakkan dua cangkir itu ke meja.

"Selamat menikmati." Renjun sedikit membungkukkan badannya lalu berjalan pergi.

Sambil berjalan Renjun melihat jam tangannya dan sudah waktunya istirahat. Tapi cafe masih sangat ramai.

"Renjun bisakah kau tunda istirahat mu? Cafe ini masih sangar ramai." Tanya Soobin. Yang baru saja menghampiri dirinya. Sepertinya dia baru saja mengantarkan pesanan terlihat tangannya yang memegang sebuah nampan seperti dirinya.

"Tentu saja." Lagi Renjun memundurkan jam istirahat nya. Sudah beberapa hari ini dia menunda istirahat nya. Ini karena ada yang berhenti bekerja kalau saja tidak mungkin dia sudah menikmati istirahat nya.

Renjun mulai melayani pelanggan lagi. Sebenarnya kakinya sudah pegal karena harus berjalan ke sana ke mari. Tapi dia menahannya dia harus profesional.

Semangat Renjun!

🍁🍁

Mark mengajak Jeno ke sebuah cafe yang kata kekasihnya cafe ini sangat nyaman.

"Kau ingin memesan apa?"

"Samakan saja dengan mu."

Mark mengangguk lalu mengangkat tangan kanannya dan melaksanakan eye contact pada salah satu pelayan.

Pelayan itu pun menghampiri meja Mark dan mencatat pesanan Mark.

"Baiklah, tunggu sebentar." Waiterss itu membungkuk lalu berjalan pergi.

"Kenapa kau mengajakku ke sini Mark?"

"Untuk refreshing, kau selalu sibuk dengan pekerjaannya mu Jeno." Jeno menghela nafas dengan kasar.

"Buang-buang waktu Mark." Mark terkekeh kecil. Sahabatnya ini memang selalu menghabiskan waktunya dengan kerja. Tak ada istirahat baginya. Di hari libur saja dia masih bekerja tapi lebih santai karena hari libur.

"Jangan terlalu menghabiskan waktu mu dengan menatap layar komputer atau setumpuk. Sekali-kali istirahat kan tubuh mu selain tidur Jen."

"Tidak bisa, aku bisa-"

"Kau harus mencari pasangan Jeno," Ucap Mark menyela dia tau kata yang selanjutnya Jeno akan katakan.

"Sulit."

"Jadi sugar dady saja Jen seperti diriku." Jeno mengangkat satu alisnya.

Sugar dady katanya?

"Permisi, ini pesanan anda tuan." Seorang waiter menaruh dua cangkir kopi satu persatu.

Jeno memperhatikannya setiap gerakan waiter itu. "Selamat menikmati." Waiter itu sedikit membungkukkan tubuhnya lalu pergi.

Jeno masih menatap nya walaupun waiter itu sudah pergi dari mejanya.

"Kau menyukainya?" Tanya Mark yang berhasil membuat Jeno buyar dari lamunannya.

Jeno menatap Mark datar. "Aku tidak tau. Tapi dia cantik."

Uhuk...uhuk...

"Cantik kau bilang?"

"Lupakan."

Sugar Daddy | Noren [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang