Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

34. Menyenangkan

5.1K 329 0
                                        

Dengan perasaan senang Renjun bermain ice skating walau tadinya dia harus jatuh berkali-kali dan Jeno memaksa nya untuk berhenti bermain. Tapi Renjun tetap kekeh ingin bermain ice skating ini dan tara! Renjun sudah tidak jatuh jatuh lagi.

Setelah bosan bermain ice skating Renjun mengajak Jeno untuk menaiki wahana lain. Dia ingin bermain Camelot Carousel.

Jeno meneguk air liur nya kasar ketika Renjun merengek bermain kuda kayu yang akan mengajaknya berputar.

Melihatnya saja sudah membuat Jeno pusing apalagi jika menaikinya. "Jeno ayo!" Rengek Renjun.

"No no itu akan membuat mu pusing baby."

Muka Renjun menekuk lagi lagi Jeno melarangnya. "Bilang saja Jeno takut. Huuu payah, badan doang besar nyali kecil." Ejek Renjun.

Jeno membulatkan matanya, astaga rubah nya ini mengejeknya di tengah tengah keramaian. Harga diri Jeno dimainkan di tempat umum.

"Bukan begitu, nanti kalau kau mual lalu lemas bagaimana?"

"Halah alesan." Cibir Renjun.

"Hah, baiklah kau saja yang naik."

"Kau tidak?"

"Tidak, mau taruh dimana mukaku jika menaiki ini?"

"Iya taruh di kepala bagian depan lah dibawah rambut. Tidak apa-apa, lihat banyak yang seperti mu naik." Jawab Renjun sedikit kesal.

"Tidak, kau saja. Lagipula seperti kau bilang badan ku besar dan lihatlah kuda itu nanti malah hancur jika aku mendudukinya." Ujar Jeno mencari alasan agar tidak menaiki wahana tersebut.

"Huh, baiklah aku akan sendiri." Lebih baik naik sendiri daripada tidak jadi naik bukan?

Renjun pun diajak berputar-putar oleh wahana itu. Raut senang terpasang di wajahnya. Renjun sangat senang!

Jeno hanya bisa tersenyum kecil ketika melihat raut wajah Renjun yang bahagia. Teduh rasanya jantungnya juga berdegup kencang.

Rasanya Jeno ingin memberhentikan waktu agar raut bahagia itu tidak luntur.

Selang beberapa menit Renjun turun dan menghampiri Jeno dengan susah payah. Untung Jeno peka, jadi Jeno langsung berlari ketika Renjun dengan gontai berjalan kearahnya.

"Sudah kubilang kau akan pusing."

"Berisik, tapi tadi menyenangkan."

Jeno menghela nafas panjang, Renjun selalu tidak mau disalahkan. Seterah yang penting Renjun nya senang.

"Jeno ayo naik itu!" Tunjuk Renjun ke sebuah balon udara yang ada di atas sana.

The Aeronaut Balloon, kalian akan menaiki balon udara yang akan mengajak kalian melihat seluruh permainan yang ada di dalam ruangan dari atas sana dengan jalur/rel khusus diatas bangunan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


The Aeronaut Balloon, kalian akan menaiki balon udara yang akan mengajak kalian melihat seluruh permainan yang ada di dalam ruangan dari atas sana dengan jalur/rel khusus diatas bangunan.

Renjun menatap ke bawah dengan semangat. Sedangkan Jeno memegangi pinggang Renjun agar tidak jatuh kebawah.

"Ini sangat menyenangkan!" Ucap Renjun girang sambil menatap Jeno.

"Kau menyukainya?" Tanya Jeno.

"Suka, sangat suka. Terimakasih Jeno sudah mengajak ku kesini."

Renjun memeluk Jeno dengan sayang. Bulan sabit terbit dimata Jeno.

"Sama-sama baby." Jawab Jeno lalu mengecup sekilas kening Renjun lalu kembali memeluk nya.

{•------» ѕυgar dady «------•}

Hari sudah petang, Jeno mengajak Renjun ke Lotte world mall. Mengajaknya mengurangi populasi uang yang ada di rekeningnya dan sekalian makan malam.

Hari ini full di luar, dari pagi hingga malam. Renjun menyukainya!

Dengan semangat 45 Renjun memilih baju yang cocok untuknya. Ketika menemukan baju yang menarik perhatian maka Renjun segera meminta Jeno pendapat apakah cocok atau tidak.

Tapi jawaban nya selalu, "mau pakaian apapun yang menutupi tubuh mu semuanya cocok."

Seperti sekarang, lagi-lagi Jeno menjawab dengan jawaban yang sama.

"Jeno! Yang benar dong. Ini bagus tidak? Cocok tidak untuk tubuhku?! Aku bingung tau!" Ucap Renjun kesal.

"Jika bingung, aku akan membelikan semua baju yang berada di toko ini. Uangku tidak akan habis." Jawab Jeno.

"Tidak perlu, kau ini menyebalkan!" Renjun segera berjalan meninggalkan Jeno. Melanjutkan acara memilih baju.

Jeno mengikuti Renjun dengan malas, lama sekali memilih baju. Tinggal sat set sat set kan bisa.

Sepertinya hampir sejam mereka di toko itu dan akhirnya Renjun mendapatkan pakaian yang menurutnya cantik. Dan dia tidak meminta pendapat Jeno nanti kalau Jeno berpendapat dia jadi tidak mood untuk memilih baju itu dan berakhir mencari yang lain.

Membuang nafas lega ketika Jeno keluar dari toko tersebut. "Kita makan malam dulu baru keluar." Ucap Jeno memberi tahu.

Renjun mengangguk sebagai jawaban. "Tapi sebelum pulang kita ke tower dulu ya?" Pinta Renjun.

"Baiklah."

{•------» ѕυgar dady «------•}

Sesuai permintaan Renjun, Jeno mengajak Renjun ke Lotte world tower. Melihat pemandangan malam dari atas sana. Renjun sangat menikmati pemandangan malam yang disajikan.

Jeno merangkul pinggang Renjun posesif dengan tangan kirinya dan Renjun meletakkan kepalanya di bahu Jeno dan juga membalas rangkulan Jeno dengan tangan kanannya.

Romantis!

Renjun menguap tanda ia sudah mengantuk. "Pulang sekarang?" Tanya Jeno.

Renjun mengangguk lemah, dia sudah cape dan ngantuk. Renjun butuh istirahat.

"Baiklah ayo." Jeno menggenggam tangan Renjun lalu berjalan. Tapi Renjun diam di tempat membuat dirinya 2 langka dibelakang Jeno

"Tunggu! Dady ayo gendong Renjun!" Pinta Renjun manja.

Jeno tersenyum, baru kali ini Renjun meminta gendong kepadanya apalagi dengan nada manja. Sksksksk seperti anak kecil.

Jeno balik menghampiri Renjun lalu menggendong Renjun ala koala. Dengan segera Renjun mengalungkan tangannya di leher Jeno dan menyembunyikan kepalanya di ceruk leher Jeno.

Jeno terkekeh melihat kelakuan Renjun, "lelah hm?" Tanya nya dan dibalas anggukan kecil oleh Renjun.

{•------» ѕυgar dady «------•}

Sorry for typo!




Sugar Daddy | Noren [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang