Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

07. Money

11.5K 866 28
                                        

Kini Renjun sudah berada di apartemen Haechan. Dia sedang menonton drama Korea bersama Haechan. Dengan beberapa snack yang menemani mereka berdua.

"tak habis pikir aku dengan Jeno, bisa bisanya dia menyuruh Jungwoo hyung memecat ku dengan alasan agar aku tidak lelah." Dumel Renjun.

"Tandanya dia perhatian." Jawab Haechan.

"Huh, tetap saja menyebalkan. Aku jadi tidak bisa mendapatkan uang."

"Hei Renjun! Jeno itu sugar daddy mu dan kau sugar baby nya, seperti aku dan Mark. Kenapa tidak meminta uang kepada Jeno saja!"

Haechan yang sudah tipis kesabaran nya menjawab ocehan Renjun dengan nada kesal.

Renjun hanya mendengus, dia kembali menatap layar tv.

Haechan yang mendapatkan respon seperti itu kesal. Ide jahilnya muncul. Smirk kecil muncul di wajah nya.

Tangan Haechan mengendap-endap di belakang tubuh Renjun untuk mengambil handphone milik Renjun yang berada di samping pemilik nya.

Setelah dapat dia langsung mencari nama Jeno untuk mengiriminya pesan.

Tersenyum kecil saat sudah menemukan kontak Jeno. Dia melihat sekilas ke arah Renjun. Aman, Renjun fokus ke layar tv yang menampilkan drama Korea.

Jeno

Jeno!|

|Ada apa?

Kirimkan aku uang🥺|

Haechan terkikik geli membayangkan ekspresi Jeno saat membaca pesan yang diketiknya.

Jeno

|Kenapa emoji mu seperti itu?

Kenapa memangnya?|
Bukan kah ini lucu🥺|

|Haechanie aku tau itu kau

Haechan terkejut saat membaca pesan Jeno, bagaimana dia bisa mengatahui kalau dia yang mengirimnya pesan?

Jeno

Tidak ini aku Renjun!|
😠|

|Benarkah?

Jeno calling

Jeno menelfon saat Haechan hendak membalas pesan. Haechan panik, dia segera menekan tombol reject.

"Halo Renjun?"

Astaga Haechan kau salah menekan tombol. Dengan hati hati Haechan melihat ke arah Renjun.

Renjun menatapnya tajam, "apa yang kau lakukan?!"

Bukannya menjawab atau menjelaskan apa yang terjadi, Haechan malah menyengir kuda.

Renjun mengambil paksa handphonenya dari tangan Haechan.

Jeno

Renjun terkejut saat nama Jeno tertera di layar handphone.

"Renjun itu kau?"

"I-iya ini aku." Jawab Renjun gugup.

"Ah kukira tadi Haechan yang mengirimkan pesan."

"Pesan? Aku baru memegang handphone ku. Sepertinya memang Haechan yang mengirimkan mu pesan."

"Baiklah, kau di apartemen Haechan?"

"Bukan urusan mu."

"Iya! Dia di apartemen ku!" Ucap Haechan sedikit berteriak.

Plak!

"Haechanie!" Renjun memukul paha Haechan yang membuat sang empu kesakitan.

"Dia juga mengatakan kalau dia butuh uang tapi malu memberi tahu mu maka- hmmmmppp"

Mulut Haechan dibekap oleh Renjun yang menatapnya sinis.

"Jangan dengarkan dia!" Ucap Renjun lalu memutuskan sambungan telepon.

Renjun menurunkan tangannya dari mulut Haechan, lalu menatap nya sinis.

Bukannya takut Haechan malah cengengesan. "Ayo lah aku hanya berjanda."

"Eh bercanda." Lanjut nya.

"Tidak lucu sekali malah membuatnya ku kesal!"

Renjun sudah berancang-ancang untuk menyerang Haechan.

Tingg!

Bunyi notifikasi mengalihkan perhatiannya. Merasa ada kesempatan Haechan langsung melarikan diri.

Renjun mendengus sebal, dia membiarkan Haechan melarikan diri darinya. Dia mengambil kembali handphone yang tadi ia taruh di meja.

"Apa ini?!" Renjun terbelalak melihat notif bahwa rekening nya ditransfer oleh seseorang.

Tingg!

Notif pesan muncul, pesan itu dari Jeno. Dengan segera Renjun membuka pesan Jeno.

Jeno

|Apa itu cukup?

Renjun tercengang, jadi Jeno yang mengirimkan nya? Batin Renjun menebak.

Jeno

Kau yang mengirimkan nya?|

|Iya
|20 juta cukup kan untuk hari ini?

Lebih itu|
Apa alasanmu mengirimkan|
Aku uang?|

|Kau membutuhkan nya
|Haechan yang bilang tadi
|Kau malu memintanya

Aish, bocah itu|
Sudah kubilang|
Jangan mendengarkan Haechan!|
Dan aku masih punya uang|

|Tidak apa-apa
| Lagi pula aku bingung
|Untuk menghabiskan uang ku

Yayaya|

Tidak ada balasan lagi dari Jeno, mungkin karena ada pekerjaan yang menanti nya banyak.

Renjun mematikan handphone nya, dia berjalan ke arah kamar Haechan. Membuka pintu kamar secara perlahan.

Haechan sedang bermain game di handphonenya. Haechan sangat asik dengan handphone nya.

"Sedikit lagi." Gumam Haechan.

Renjun menyeringai licik mendengarnya.

Dengan cepat dia menghidupkan handphone nya lalu menelfon Haechan.

"HUANG RENJUN!!!!"

"Kita impas!"

Renjun terkekeh geli dan segera melarikan diri. Menyelamatkan dirinya dari amukan Haechan.

Sugar Daddy | Noren [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang