"Dady?"
"Yes baby."
_________________________________________
Renjun yang ingin mendapatkan uang dengan mudah tanpa bekerja mencoba hal yang ditawarkan Jeno.
Awalnya coba-coba, tapi lama-lama kok enak?
Hangout bersama Haechan adalah pilihan Renjun untuk menghabiskan harinya. Sungai Gangnam tempatnya.
Haechan dan Renjun sedang duduk beralas tikar di bawah pohon. Sambil mengunyah makanan tentunya.
Asik dengan sesi ghibah tiba tiba handphone milik Haechan berdering.
Lantas Haechan mengecek handphonenya. "Ah maaf Renjun, Mark sudah pulang. Aku harus menjemput nya di bandara."
"Ck, bagaimana bisa dia datang tiba tiba. Baiklah, jemput saja kekasihmu. Aku disini sendiri."
"Kau pulang saja Renjun." Renjun menggeleng.
"Tidak, aku ingin disini sebentar."
"Baiklah kalau gitu aku pergi dulu bye!" Haechan meninggalkan Renjun.
Kini Renjun sendiri. Ah sangat sunyi kalau tidak ada Haechan.
Mengubah posisinya menjadi rebahan di atas tikar. Menikmati angin sepoi-sepoi yang melintas. Matanya mulai berat dan akhirnya Renjun tertidur.
Puk puk!
Ada yang menepuk pipi Renjun. Tentu Renjun terkejut dan langsung duduk.
"Ais Jeno! Kau mengejutkan ku." Tegur Renjun.
"Siapa suruh tidur disini."
"Tidak aku tidak tidur! Hanya memejamkan mata saja."
"Kalau hanya memejamkan mata saja kenapa dipanggil tidak nyahut?" Renjun diam tak tau mau balas dengan apa.
"Sedang apa disini?" Tanya Renjun mengalihkan topik pembicaraan.
"Menyusul mu, kasihan sendirian disini seperti anak hilang."
"Ck, menyebalkan." Renjun memukul bahu Jeno. Jeno hanya terkekeh saat bahu nya dipukul.
"Tadi Haechan memberi tahuku, kalian hangout dan berakhir kau ditinggal disini. Jadi aku menyusul mu takut kau diculik. Soalnya kau sasaran empuk untuk para penculik."
"Kau pikir anak kecil ha?!"
"Ya begitulah. Makanya jangan gemas gemas." Jeno mencubit hidung Renjun. Renjun langsung menepis tangan Jeno saat mulai merasakan nyeri di hidung mancungnya.
"Sudahlah aku ingin pulang." Renjun mulai beranjak.
"Awas, aku ingin melipat tikarnya." Jeno menurut. Beranjak dari tikar lalu membantu Renjun berkemas.
Setelah semuanya selesai Jeno menarik pergelangan tangan Renjun. "Ke mansion ku."
Sesampainya di mansion Jeno menyuruh para maid untuk menyiapkan makan malam.
Lalu pergi ke lantai atas yang dimana kamar nya berada.
"Istirahat disini sampai makan malam siap." Ucap Jeno lembut.
Renjun merebahkan dirinya di kasur milik Jeno. Bisa dibilang Renjun termasuk orang spesial karena bisa tiduran di kasur milik Jeno. Karena tidak ada siapapun selain Jeno yang menidurinya.
Jangan kan tidur di kasurnya masuk kamar Jeno saja sudah diomeli oleh Jeno. Jeno sendiri yang akan membersihkan kamarnya. Bisa dibilang kamar Jeno bersih dari tangan para maid.
Jeno menghampiri Renjun yang sedang tiduran di kasur milik nya. Menidurkan badannya tidak jauh dari Renjun.
Renjun merangkak mendekati Jeno yang sedang memejamkan matanya. "Jeno, pinjam laptop mu ya?"
Jeno memiringkan badannya ke arah Renjun. "Untuk apa?"
"Hehehe nonton drakor. Aku bawa flashdisk berisi drakor yang baru ku download. Boleh ya?"
"Baiklah, laptop ku ada di ruang kerja. Ambil saja disana."
Renjun segera ke ruang kerja Jeno untuk mengambil laptop.
Sudah sepuluh menit lamanya Renjun mengambil laptop milik Jeno. Jeno berniat menyusul Renjun.
Duk!
Jeno menabrak tubuh mungil Renjun yang hendak keluar dari ruang kerjanya. "Lama sekali."
"Ketutupan sama kertas kertas."
Jeno mengangguk, lalu mereka berdua pergi kembali ke kamar.
Sesampainya di kamar Renjun langsung mengambil posisi tengkurap lalu memasangkan flashdisk yang ia bawa ke laptop milik Jeno lalu membuka file yang berisi drakor yang semalam ia download.
Karena tidak ada aktivitas lain alias gabut Jeno ikut menonton juga. Lebih tepatnya menonton wajah Renjun.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Muka ke arah laptop tapi mata tidak.
{•------» ѕυgar dady «------•}
Renjun sampai di apartemen nya setelah menghabiskan waktunya bersama Jeno.
Selepas makan malam ia langsung meminta pulang ke Jeno. Karena lelah mungkin?
Membanting badannya ke atas kasur dan memejamkan matanya. Renjun merasa marah tapi dia juga tidak tahu kenapa ia bisa marah. Aneh.
Renjun memutuskan untuk berganti pakaiannya lalu duduk di meja rias. Dia ingin memakai pelembab sebelum tidur.
"Cantikan aku kan?" Tanya nya sendiri. Dengan seksama dia melihat wajahnya di cermin.
{•------» ѕυgar dady «------•}
Setelah mengantarkan Renjun ke apartemen Jeno langsung melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
Lembur lagi ternyata.
Jeno mengerjakan pekerjaannya dengan wajah tenang tapi tidak dengan hatinya.
Dia ingin bertanya ke Renjun siapa yang pria yang makan malam bersama nya kemarin lusa. Tapi melihat Renjun yang mood sedang tidak baik akhirnya Jeno tahan.
Berakhir dia yang gelisah sendiri. Tanya ke Haechan saja kali ya?
Tidak ini sudah malam bisa bisa Mark memberikan dirinya ceramah.
Menghela nafas panjang dan melanjutkan pekerjaan tanpa sadar Jeno melupakan satu hal yang berada di ruang kerjanya.