"hahahaha aku hanya bercanda, kenapa kau serius sekali." Jaemin tidak bisa membendung tawanya karena Guanlin menganggap nya serius
"Cih, tidak lucu." Guanlin mendengus sebal.
"Jadi apa rencana mu?"
"Kau tidak perlu tahu."
"Haaa, yasudah lah aku mau pulang."
"Silahkan."
{•------» ѕυgar dady «------•}
"Kita akan kemana?" Tanya Renjun ke Jeno yang berada di sebelahnya.
"Kencan." Jawab Jeno singkat.
"Yaiya, tapi bisakah kau melepaskan tanganmu? Kau sedang menyetir Jeno."
Jeno tersenyum, apa salahnya memegang tangan kekasihnya? Lagipula dia juga sudah biasa menyetir tangan satu. Itu perkara yang mudah.
"Tidak, aku suka begini."
Renjun mencibir kesal, tangan kiri Jeno betah mengurung tangan kanannya.
Mobil berhenti, Renjun langsung melihat ke arah jendela. "Fresh cafe?"
Jeno mengangguk sambil tersenyum, "iya, ayo keluar."
Jeno yang memilih meja dekat jendela paling pojok. Jeno sengaja memilih duduk disana, karena tempat pertama ia bertemu dengan Renjun dan tertarik dengan bocah mungil itu.
"Kau ingat? Dua bulan yang lalu kita bertemu disini. Sebagai pelayan yang melayani pelanggan. Dan sekarang mereka menjadi sepasang kekasih."
Renjun mendengar itu mengalihkan pandangannya, dia malu. Pipinya sudah seperti kepiting rebus.
Jeno hanya tersenyum kemudian dia memberi kode ke waiterss yang berada tak jauh dari meja mereka untuk memesan.
"Ada lagi?" Tanya waiterss itu.
Jeno menatap Renjun, seakan bertanya 'ada lagi yang kamu mau?'
Lantas Renjun menggeleng mendapatkan tatapan tanya dari Jeno.
"Tidak ada." Jawab Jeno.
"Baiklah mohon tunggu sebentar." Waiterss itu membungkuk hormat lalu pergi.
Beberapa menit kemudian waiterss itu kembali dengan sebuah nampan di tangannya yang berisi pesanan Jeno dan Renjun.
Pelayan itu hendak pergi saat sudah menaruh pesanan mereka. Tapi tangan nya dicekal Renjun.
"Dimana Soobin?" Tanya Renjun.
"Ah dia sudah keluar." Jawab waiterss itu.
"Baiklah, terima kasih." Waiterss itu mengangguk lalu pergi.
"Soobin sudah tidak bekerja disini lagi ternyata." Gumam Renjun yang dapat di dengar oleh Jeno.
"Tentu saja, bukankah Soobin akan menikah dengan Yeonjun? Mereka sudah tunangan kemarin."
Mata Renjun membola, "apa menikah?! Dan tunangan? Kapan dia tunangan? Aish, dia tidak mengundang ku!"
Jeno tersenyum melihat Renjun mengomel. "Dia tunangan saat kita ke Jeju, aku baru tahu saat kita baru sampai disana."
"Dan tidak memberi tahuku?!"
"Aku lupa." Jawab Jeno santai.
Renjun mencibir kesal, untung saja ini di tempat umum kalau tidak sudah habis Jeno ia pukuli.
{•------» ѕυgar dady «------•}
"Selamat datang nyonya, mencari tuan Lee?"
"Tidak, aku hanya berkunjung sekalian menunggu nya pulang."
"Memberikan nya kejutan." Lanjut nya dengan suara kecil.
Maid itu tersenyum mendengarnya, "baiklah, saya pergi dulu. Jika ada sesuatu panggil saya."
Maid itu pergi, dan Renjun berjalan ke atas tempat dimana kamar Jeno berada.
Nyonya? Ya, Renjun memang dipanggil nyonya di mansion Jeno. Sudah berpuluh puluh kali dia bilang kalau dia laki-laki. Tapi tetap saja mereka memanggil nya nyonya.
"Ini perintah tuan Lee nyonya." Jawabannya yang selalu Renjun dapatkan kalau dia membantah dipanggil nyonya.
Protes ke Jeno pun tidak ada gunanya, Jeno tak menghiraukan perkataan nya.
"Itu karena kau calon suami ku ah bukan tepati calon istri." Jawaban Jeno yang selalu membuat Renjun jengah.
Renjun melihat-lihat sekitar kamar Jeno. Tidak ada yang berubah ternyata masih sama seperti dulu.
Sambil menunggu Jeno pulang Renjun memutuskan untuk tidur siang terlebih dahulu.
{•------» ѕυgar dady «------•}
KAMU SEDANG MEMBACA
Sugar Daddy | Noren [End]
Fiksi Penggemar"Dady?" "Yes baby." _________________________________________ Renjun yang ingin mendapatkan uang dengan mudah tanpa bekerja mencoba hal yang ditawarkan Jeno. Awalnya coba-coba, tapi lama-lama kok enak?
![Sugar Daddy | Noren [End]](https://img.wattpad.com/cover/290359935-64-k863907.jpg)