"Dady?"
"Yes baby."
_________________________________________
Renjun yang ingin mendapatkan uang dengan mudah tanpa bekerja mencoba hal yang ditawarkan Jeno.
Awalnya coba-coba, tapi lama-lama kok enak?
"Mobil dengan plat nomor xxxxxxx yang membawa Renjun pergi." Ucap Renjun yang masih fokus ke iPad nya.
"Sepertinya dia bersama Guanlin, karena ciri-ciri orang yang berada di samping Renjun seperti dia." Lanjut Yangyang sambil menunjukkan beberapa gambar hasil screenshot cctv.
Lalu memberikan iPad nya ke Jeno agar Jeno bisa leluasa melihat. Jeno mengernyit heran kenapa hanya screenshot?
"Maaf Jeno, rekaman cctv yang berada di dalam sudah dihapus, jaya ada berapa detik saja yang tersisa. Hanya yang di luar yang belum sama sekali di hapus." Ucap Yangyang memberitahu saat melihat wajah Jeno bingung.
Jeno mengangguk sebagai jawaban dan masih fokus ke iPad memperhatikan screenshot cctv.
Salah gambar itu terlihat Renjun sedang bergandengan tangan dengan seorang pria yang memakai jaket dan menutupi kepalanya dengan topi.
Di slide berikutnya terdapat Vidio cctv yang menampakan Renjun memasuki mobil lalu tak lama kemudian kaca mobil di samping kursi depan tempat Renjun duduk terbuka sedikit. Lalu sebuah tangan keluar dan membuang permen kapas yang sebelumnya Renjun pegang.
Dengan cepat Jeno meng-pausenya. Melihat nya dengan deteail, tidak itu bukan tangan Renjun. Tangan Renjun tidak sebesar itu, tangannya mungil.
"Cepat lacak mobil ini."
{•------» ѕυgar dady «------•}
"DASAR TIDAK BECUS! BAGAIMANA BISA KALIAN KEBALAB DENGANNYA?! DAN HARUS NYA KALIAN MENGHAPUS CCTV YANG BERADA DI SEKITAR PARKIRAN TERLEBIH DAHULU."
Amukan Guanlin terdengar menggema membuat para maid yang berada di dapur bahkan di lantai atas yang sedang bersih-bersih bergidik takut.
"Maafkan saya tuan."
"Maaf saja tidak akan cukup! Bereskan mereka." Titah Guanlin ke para bodyguard yang berada di sekitarnya.
Lalu pergi dari ruang tengah ke lantai atas. Memasuki kamar tempat Renjun berada.
"Eoh kau sudah bangun ternyata." Ucap Guanlin saat melihat Renjun yang sedang duduk sambil memeluk lututnya.
"Ini dimana? Aku ingin pulang." Ucap Renjun dengan takut.
Guanlin tersenyum miring sambil mengangkat salah satu alisnya. "Ini mansion ku. Dan kau bilang ingin pulang? Ini rumah mu dear."
Guanlin berjalan mendekati ranjang dengan kedua tangannya yang dimasukkan ke saku. Dan duduk di tepi ranjang.
"Aku ingin pulang ke apartemen ku! Kau bilang akan mengantarkan ku pulang."
"Iya, dan sekarang kau sudah pulang kan?"
Renjun menggeleng pelan, "Guanlin jangan begini." Ucap nya pelan.
"Ssstt diam lah dear, dan cintaku." Guanlin mengelus surai lembut milik Renjun. Dan Renjun menatap Guanlin dengan mata memelas.
Dia tidak bodoh, dia tau maksud Guanlin menculik nya.
"Tuan ini makanan nya." Seorang maid masuk sambil membawa nampan.
Guanlin mengambil piring yang dan gelas yang berada di atas nampan itu dan menyuruh maid itu pergi melalui isyarat mata.
Maid itu membungkuk lalu pergi. Guanlin kembali duduk di tepi ranjang dan menaruh gelas di nakas. Dan mulai mengambil ancang-ancang menyuapi Renjun.
"Ayo makan, kau akan kelaparan nanti."
"Tidak mau." Tolak Renjun.
"Benarkah? Lihatlah apa yang berada di piring ini."
Renjun pun mengintip is piring yang berada di tangan Guanlin. Matanya berbinar-binar melihatnya. Aish Guanlin pintar sekali memancing rasa lapar Renjun.
Renjun menggeleng berusaha untuk menahan hasratnya ingin makannya.
"Tidak." Tolak Renjun lagi sambil mengalihkan pandangannya dari piring. Takut khilaf.
"Sangat disayangkan jika dibuang. Tapi karena tak ada yang memakannya maka tak apa bukan?." Goda Guanlin.
Renjun meremas seprai, nasi nya sangat menggoda dia. Bagiamana tidak nasinya berbentuk Moomin.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sini aku akan makannya sendiri." Dengan cepat Renjun mengambil piring dari tangan Guanlin.
Guanlin mengacak-acak pelan rambut Renjun karena gemas. Tidak apa-apa dia tidak bisa menyuapinya yang penting Renjun mau makan.
{•------» ѕυgar dady «------•}
"Sial dia ternyata cukup pintar." Umpat Yangyang dengan pelan. Jeno dapat mendengar umpatan Yangyang.
"Maksud mu?"
"Dia mengganti mobilnya di salah satu cafe agar kita tidak bisa melacaknya." Jelas Yangyang.
"Cctv?"
Yangyang menggeleng pelan "dimatikan semua."
"Aku tidak mau tau cari keberadaan Renjun sampai ketemu!" Ucap Jeno lalu bangkit pergi dari ruangan Yangyang.
Yangyang menghela nafasnya dan memijit pelipisnya. Dia harus berusaha keras untuk menemukan kekasih Jeno.
Mengambil ponselnya sebelum melanjutkan pelacakan Renjun kembali. Dia harus memberi tahu kekasihnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.