35. Lanjutkan?

4K 276 7
                                        

"Dady bangun..." Lirih Renjun sambil mengguncang tubuh Jeno.

Badannya tak bisa digerakkan dan pegal akibat Jeno menindih tubuhnya dengan tangan besarnya.

Jeno tak terusik sama sekali. Dia malah memeluk Renjun erat.

"Jenoo.." rengek Renjun.

"Emmm.."

"Berat Jeno.."

Jeno melepaskan pelukannya membebaskan tubuh mungil Renjun. Renjun segera duduk dan menghirup udara dengan rakus.

Jeno ikut duduk lalu mengecup pipi Renjun. "Good morning baby."

"Too dady." Balas Renjun lalu mengecup sekilas bibir Jeno. Ckckck ini masih pagi sudah menggoda Jeno nanti di terkam aja ◜‿◝

Jeno yang terpancing pun langsung memeluk Renjun lalu melumat habis bibirnya tanpa celah sedikitpun.

Bukannya mencoba melepaskan diri Renjun malah membalas ciuman Jeno dan juga memiringkan kepalanya untuk memperdalam ciuman mereka.

Dirasa sudah kehabisan nafas Renjun memukul bahu tegap Jeno.

"Ha..ha.."

Jeno terkekeh melihatnya. "Kiss morning memang terbaik. Apalagi..."

Jeno mendekati wajah Renjun. "Morning sex." Ucap Jeno sambil tersenyum miring tepat di wajah Renjun.

Dengan segera Renjun memalingkan wajahnya, pipinya memanas. "Aku mau mandi." Dengan terburu-buru Renjun turun dari ranjang.

Jeno mencekal pergelangan Renjun yang sudah bersiap lari. "Mandi bersama, ide yang tidak buruk bukan?" Goda Jeno.

"TIDAK!! ITU SANGAT BURUK." Renjun langsung melepas cekalan tangan Jeno lalu lari terbirit-birit ke kamar mandi.

Sedangkan Jeno tertawa terbahak-bahak sehabis menggoda Renjun. Padahal dia hanya bercanda tapi ekspresi panik Renjun sangat lucu, tapi kalau beneran boleh juga gak apa apa ygy?

{•------» ѕυgar dady «------•}

Jaemin bersusah-payah menahan tawanya. Muka lecek Guanlin benar benar membuat nya terhibur. Mereka berdua sedang berada di cafe milik Jaemin. Tadi Guanlin datang dengan mendadak dan mencari Jaemin untuk bertemu.

Jaemin yang sudah tau maksud Guanlin datang kesini pun dengan senang hati bertemu dengannya dan lihatlah sekarang muka kusut Guanlin.

"Kau menyebalkan Jaemin." Sinis Guanlin.

Jaemin tertawa dia sudah tak bisa menahannya lagi. "Impas bukan? Kau juga pernah seperti ku."

Guanlin mendengus sebal, sepupunya ini pendendam sekali. "Yayaya, sekarang kau benar-benar mengacaukan rencana ku."

"Itu sih urusanmu bukan urusanku." Jawab Jaemin dengan nada mengejek.

Guanlin memicingkan matanya. "Sudah salah tak mau minta maaf pula." Sindir Guanlin pelan.

"Apa? Apa? Ulangi lagi! Kau tak pernah berkaca kah?"

"Huh, sudahlah aku akan memberi tahu mu ke ayah." Ancam Guanlin.

"Silahkan saja, tidak ada bukti ini. Aku tidak takut sama sekali. Ingat ya harus ada bukti agar tuan Lai percaya."

Oke Guanlin kalah dengan debat ini. Jaemin menang. "Sialan kau Jaemin." Umpat nya. Jaemin hanya terkekeh geli.

"Sudah sudah jangan terus melipat wajahmu, nanti tambah jelek." Ejek Jaemin.

"Bawel, sudah aku ingin pulang saja." Guanlin beranjak pergi

"Iyaya sana pulang saja dan galau-kan Renjun mu itu!" Teriak Jaemin.

Guanlin mengacungkan jari tengah nya dari kejauhan. Jaemin tertawa kecil. Yang Guanlin katakan itu benar, dia pendendam. Semuanya harus adil!

Jaemin tersenyum miring, haruskah melanjutkan rencananya?

"Lanjut atau jangan ya?" Monolog nya.

Sugar Daddy | Noren [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang