"Dady?"
"Yes baby."
_________________________________________
Renjun yang ingin mendapatkan uang dengan mudah tanpa bekerja mencoba hal yang ditawarkan Jeno.
Awalnya coba-coba, tapi lama-lama kok enak?
"Kau harus menunjukkan pesona mu lebih banyak ke Jeno sebagai seorang submissive. Buat Jeno salah menyetujui kalau kau seperti bocah!" Ucap Haechan dengan semangat.
"Kau benar! Aku harus menunjukkan kalau aku tidak seperti bocah!Makasih Haechan atas solusi nya."
Haechan mengangguk, "sama-sama, itu bukan hal yang sulit. Lagipula kita ini kan simbiosis mutualisme. Kau juga sering memberi solusi kepadaku jika aku sedang marahan dengan Mark."
"Iya, kalau gitu aku pulang dulu ya!" Pamit Renjun
{•------» ѕυgar dady «------•}
Jeno
|Maaf jika jawaban ku melukai perasaan mu
Sudah terlanjur terluka|
|Aku benar-benar minta maaf |Lagipula aku menjawab iya karena |Wajahmu sangat imut baby
Y|
|Aku tidak bohong lho |Wajahmu sangat menggemaskan
Benarkah?|
|Tentu saja baby
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sekarang bagaimana?|
|Damn, Renjun kau sangat... |Kau tahu kan ini tidak baik?
Yeah, tidak baik untuk..| Little Lee 🙄|
|Renjunie~ |Aku akan ke apartemen!
Eh, jangan!| TIDAKKKK!!!|
Renjun gelisah saat Jeno bilang ingin ke apartemen nya. Pakaian nya pun ia ganti tadi dengan tergesa-gesa.
"Duh, semoga tidak jadi." Renjun asyik mondar-mandir di ruang tengah.
Dia benar-benar khawatir Jeno kesini. Padahal salahnya sendiri menggoda iman Jeno.
{•------» ѕυgar dady «------•}
Jeno yang dapat foto Renjun yang memakai dress maid itu tergoda. Dia benar-benar tak menyangka Renjun memiliki sifat binal.
Apalagi saat membalas pesannya tadi. Ia pikir Renjun akan menjawab "tidak baik untuk kesehatan jantung" karena memang itu lanjuttan nya. Tapi ternyata...
Baiklah Jeno salah menyetujui kalau Renjun seperti bocah.
Jeno sedang tergesa-gesa menyelesaikan pekerjaannya. Dia benar-benar ingin ke apartemen Renjun.
"Sial, banyak sekali ini!" Umpat Jeno melihat empat tumpukan berkas di hadapannya.
Itu dikit lho, Jeno hanya perlu memeriksa dan menandatangani. Memang dia yang kebelet bertemu Renjun.
"Renjun!" Panggil Jeno saat masuk ke apartemen.
Tidak ada jawaban, Jeno memutuskan untuk pergi ke kamar. Benar saja ada sebuah gumpalan besar diatas kasur dengan selimut yang menutupi.
Jeno menyeringai, dia menaruh tas kerjanya di sofa dan melepas dasinya. Jeno juga membuka jas nya dan melemparkannya sembarangan.
Hup!
Jeno melompat ke kasur, memeluk gumpalan besar itu.
"Kena kau." Bisik Jeno.
"Yaaa! Lepas! Ini pengap!" Teriak Renjun yang tak terlalu terdengar karena selimut yang membungkus badannya.
Jeno pun melepas pelukannya, dia membuka bungkusan selimut di badan Renjun.
"Masih marah hm?" Tanya Jeno melihat Renjun yang menutup wajahnya dengan telapak tangan.
"Kau pikir sendiri!" bentak Renjun.
Renjun mencoba lepas dari kukungan Jeno, apalah dayanya. Pertahanan Jeno sangat kuat.
"Awas Jeno!"
Jeno terkekeh pelan, "mau kemana rubah kecil?" Tanya Jeno tepat di kuping Renjun yang membuat bulu kuduk Renjun berdiri.
Sexy....
"Rubah kecil ku sudah binal, siapa yang mengajarkan?" Jeno tersenyum miring.