Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

37. Nakal.

7.1K 286 6
                                        

Renjun datang sesuai permintaan Jaemin kemarin dan sekarang dia sedang berbincang ringan dengan Jaemin ditemani kopi dan juga roti.

Awalnya hanya perbincangan biasa namun Jaemin memulai pembicaraan dengan serius kali ini.

"Kau mencintai Jeno?" Tanya Jaemin. Alis Renjun terangkat.

"Tentu saja iya."

"Kalian akan menikah?" Lagi pertanyaan Jaemin membuat alisnya terangkat. Kenapa Jaemin menanyakannya?

"Entahlah, aku belum siap jika harus melanjutkan ke jenjang pernikahan." Jawab Renjun sambil menyesap kopi susu miliknya.

"Kalau begitu aku masih punya kesempatan bukan?" Jaemin memasang smirk.

Renjun mencerna perkataan Jaemin. Kesempatan apa?

{•------» ѕυgar dady «------•}

"Dimana Renjun?"

"Renjun sedang keluar menemui temannya sebentar, tuan."

Jeno tak menjawab melainkan langsung menutup sambungan teleponnya. Benar benar tak sopan.

Menghela nafas kasar sambil memandangi berkas berkas yang menumpuk diatas mejanya. Dia butuh Renjun, penyemangat nya.

Tapi Renjun sedang bertemu temannya. Entah mengapa Jeno penasaran dengan teman yang ditemui Renjun.

Tidak tidak tidak, biarkan Renjun berteman dan menghabiskan waktu bersama temannya sampai puas. Kau jangan egois, Jeno.

Dengan malas Jeno mengambil salah satu berkas untuk ia tanda tangani.

"JENOOO!!!" Teriak seorang yang masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Siapa lagi kalau bukan Renjun yang berani tidak mengetuk pintu main asal trobos aja.

Jeno menghela nafas lega karena penyemangat nya datang. "Sudah puas bermain hm?" Tanya Jeno ketika Renjun duduk dipangkuan nya.

Renjun mengangguk sambil tersenyum manis membuat Jeno mencubit pipinya gemas.

"Aduhhh sakitt Jeno!" Rengek Renjun memukul bahu Jeno pelan.

"Habisnya kenapa gemas banget? Apalagi pipi kamu."

"Aku memang gemes, dad."

"Yeah, you so cute baby."

Jeno mengecup bibir Renjun. Renjun yang mendapat serangan dari Jeno sedikit terkejut.

Awalnya hanya saling menempel, tapi Renjun menggerakkan bibirnya. Jeno membuka matanya ketika bibir Renjun mulai bergerak.

Ahh, sudah mulai nakal rupanya.

Jeno kembali memejamkan matanya lalu ikut melumat bibir Renjun dengan lembut. Tangan memegang pinggang ramping milik Renjun agar tidak jatuh, sekali-kali ia meremasnya pelas.

"Eummmhhh..." Renjun kewalahan dengan lumayan Jeno. Dirasa sudah kehabisan nafas Renjun memukul dada Jeno.

Jeno melepas ciumannya, benang saliva tercipta diantara bibir mereka. "Sudah nakal hm?" Tanya Jeno sambil menatap Renjun dengan penuh nafsu.

"Eung, nakal?" Tanya balik Renjun dengan tatapan polos dan tak bersalah nya yang telah membuat Jeno nafsu karena lumatannya.

Jeno yang tak kuat menahan gemas kembali melumat bibir Renjun dengan ganas. Refleks Renjun mengalungkan tangannya di leher Jeno.

"Jen-" Yangyang terpaku apa yang dilihatnya.

Renjun langsung melepaskan ciumannya dan menyembunyikan kepalanya di ceruk leher Jeno. Pipinya memerah karena kepergok Yangyang saat dia berciuman dengan Jeno.

"Ada apa?" ketus Jeno.

"A-anu maaf, tapi ada meeting yang harus kau hadiri."

"Huh, kau saja sebagai pengganti ku." Jawab Jeno.

"B-baik tuan." Entah kenapa Yangyang menjadi kegok saat berbicara.

Pintu tertutup dan Jeno mengelus kepala Renjun yang masih asik bersembunyi di leher nya.

"Sudah tidak ada orang baby. Mau melanjutkan?" Bisik Jeno lalu mengecup kuping Renjun.

Renjun merasa geli karena kecupan Jeno di kuping nya. "JENO MESUM!!!"

{•------» ѕυgar dady «------•}

Sedari pulang dari fresh cafe Renjun merasa cemas dan terus memikirkan perkataan Jaemin.

Emm, bagaimana ini?

Renjun pusing sendiri. "Hah, tenanglah. Ada Jeno, kau akan aman Renjun." Renjun mencoba menenangkan dirinya sendiri.

{•------» ѕυgar dady «------•}



Pendek dulu, nanti panjangnya okey?
Soalnya buntu ide.



Sugar Daddy | Noren [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang