Halo 🖐️
Akhirnya bisa repost setelah awalnya mau nyerah aja. But, semangat dari kalian buat Lyn semangat lagi buat nulis :' Thank you.
Lyn udah update sampai chapter 34. Harap setiap chapter di vote ya biar Lyn nambah semangat lagi.
Ohya kalo ada typo maaf ya komen aja, soalnya revisinya kilat biar kalian ngga nunggu terlalu lama :)
Happy Reading
Seorang perempuan bertubuh mungil dengan rambut panjang kecoklatan, memakai kemeja putih serta rok span hitam selutut itu terus saja berdecak kesal seraya membersihkan roknya yang terkena cipratan air oleh mobil yang melintas dengan cepat. Saat ia berjalan di trotoar, terdapat mobil yang melaju cepat dan melindas sebotol air mineral ditengah jalan, sontak saja botol itu hancur dan airnya berhamburan dan mengenai dirinya.
"Ih sudah telat." Gerutu perempuan itu menatap jam tangan putih miliknya.
Perempuan itu segera berlari tak memperdulikan rok nya yang masih basah, itu tidak penting karena yang lebih penting adalah hari ini ia ada wawancara kerja di sebuah perusahaan yang ia impikan.
Sampai sebuah suara terdengar memanggil namanya tepat perempuan itu memasuki sebuah gedung perusahaan yang terlihat elite ini.
"SERA!"
Sera menoleh menatap seorang perempuan yang ia kenal, karena dulu perempuan itu adalah temannya semasa kuliah.
"Nabila." Sera tersenyum menatap Nabila yang menghampirinya.
"Aku senang kita satu perusahaan." Ujar Nabila menatap Sera berbinar.
Sera terkekeh "Aku belum tentu diterima disini Nab." Balasnya canggung.
Nabila mengedikan bahunya acuh "Tapi aku punya firasat kamu akan diterima disini." Katanya membuat Sera tersenyum.
"Amin. Ya Sudah aku duluan ya." Pamit Sera yang diangguki Nabila.
"Good luck wawancaranya Sera." Seru Nabila melambaikan tangannya pada Sera.
Sera tersenyum lalu mengangguk, kembali melanjutkan langkahnya.
Sesi wawancara yang berlangsung kurang lebih satu jam itu akhirnya selesai, tetapi tetap saja Sera masih harap-harap cemas dengan hasilnya.
Setelah pemberitahuan jika hasilnya akan dikirim ke email masing-masing, akhirnya para pelamar kerja itu meninggalkan ruangan yang dikhususkan untuk wawancara.
Sera berjalan keluar gedung perusahaan sembari menatap jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul sebelas siang.
Sera memutuskan untuk pergi ke panti asuhan yang selama ia pindah ke kota ini selalu Sera kunjungi, karena awal pertemuannya dengan bunda Maria waktu lalu yang mengenalkan Sera pada anak-anak panti.
Sera menaiki bus umum, di sepanjang jalan ia menatap keluar jendela, pikirannya melayang memikirkan bagaimana jika ia tidak diterima kerja dan ayahnya pasti akan marah besar.
VL Company adalah impian Sera, perusahaan di bidang real estate dan taman hiburan itu yang sudah mempunyai banyak cabang di luar negeri. Sera sempat down saat akan wawancara tadi, ia melihat banyak pesaingnya yang terlihat lebih berpengalaman dan berpendidikan tinggi, walaupun hanya sebagai sekretaris mereka terlihat pintar-pintar membuat Sera minder. Sera berharap ia bisa diterima diperusahaan itu agar ia bisa melunasi hutang-hutang ayahnya yang menumpuk.
Bus berhenti tepat di halte yang tak jauh dari panti asuhan membuat Sera turun dari bus, lalu berjalan sekitar lima ratus meter dari halte menuju panti asuhan.
KAMU SEDANG MEMBACA
CRAZY STEV! [21+] END
RomanceWARNING : VULGAR, DARK ROMANCE, BDSM, DEWASA 21+ (TIDAK UNTUK ANAK DIBAWAH UMUR) Rasera Ryder hanya ingin hidup damai menikmati masa mudanya,berkencan, menikah, lalu mempunyai anak, membangun rumah tangga dengan suaminya kelak. Namun sangat disayang...
![CRAZY STEV! [21+] END](https://img.wattpad.com/cover/291305318-64-k685885.jpg)