35. Tak Terkendali?

59.6K 2.8K 99
                                        

Halo 🖐️

Happy satnight🌙

And

Happy reading

~

Tokk..tokk..tokk

Suara ketukan pintu kamarnya membuat Sera yang sedang menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang sembari memejamkan matanya itu menoleh.

"Masuk bi." Kata Sera pelan, membuat bibi Mety membuka pintu kamarnya.

"Nona ada yang ingin bertemu." Kata bibi Mety terlihat ragu.

Jantung Sera berdebar cepat, siapa yang ingin bertemu dengannya di Villa pribadi milik teman ayah Sergio?

"Siapa?" Tanya Sera terlihat takut jika itu Stevan.

"Dia kenalan tuan Sergio, seorang wanita." Kata bibi Mety membuat Sera terdiam sesaat.

"Bukannya ayah pergi?" Tanya Sera karena ia tahu jika tadi siang ayah Sergio pergi. Katanya ingin mengelabui Stevan yang mencari dirinya.

"Iya, tetapi wanita itu ingin bertemu dengan nona." Jawab bibi Mety.

"Bawa dia ke kamar Sera aja bi." Kata Sera yang diangguki bibi Mety lalu pergi dari sana.

Tak lama kemudian, ada orang yang mengetuk pintu kamarnya membuat Sera menoleh.

Seorang wanita paruh baya memasuki kamar Sera dengan senyum ramahnya.

"Hai Sera, saya dokter Liana." Kata wanita paruh baya itu berjalan mendekati Sera.

Sera mengangguk ramah, dokter? Apakah ia akan memeriksa kandungan Sera?

"Duduk dok." Kata Sera meminta dokter Liana duduk di sisi ranjang dekatnya.

"Saya teman kampus Sergio dulu, dan saya seorang psikiater pribadi Stevan." Kata dokter Liana membuat Sera menatapnya terkejut.

Psikiater? Jantung Sera berdebar cepat mengingat tempramental Stevan yang memang tak normal.

"Sergio meminta saya untuk menjelaskan sesuatu padamu." Kata dokter Liana sembari menyerahkan dokumen rekam medis Stevan dan beberapa foto.

Sera membaca dokumen itu dengan teliti, tetapi ia tetap tak paham bahasa medis. Lalu tatapannya terjatuh pada tujuh foto yang terdapat seorang wanita terbaring di ruangan ICU dengan tubuh yang begitu mengenaskan.

"Sergio salah mengira jika Stevan bermain api di belakangmu." Kata dokter Liana menatap Sera yang terlihat tak percaya menatap foto-foto itu.

"Stevan memang membawa para wanita itu ke hotelnya, tetapi bukan untuk bercinta. Stevan membawa para wanita itu ke hotel untuk di siksa." Kata dokter Liana membuat Sera menatapnya nanar.

Sera tak sanggup lagi melihat foto-foto itu yang terlihat begitu mengenaskan, membuat Sera merasa hatinya berdenyut sakit.

Tangannya bergetar, matanya sudah memanas tak menyangka dengan semua ini. Jantungnya berdebar cepat merasa ketakutan dengan Stevan yang benar-benar menyeramkan.
Sera salah, Stevan tak berubah. Pria itu hanya baik di depannya tetapi itu hanya sesaat.

"Kamu tahu sendiri jika Stevan menganut dominan dan sisi lain yang mengerikan." Kata dokter Liana membuat Sera kembali menatapnya.

BDSM dan Psychopath?

"Akhir-akhir ini temperamennya benar-benar buruk padamu?" Tanya dokter Liana yang diangguki Sera.

"Seks dan kekerasan itu sudah menjadi bagian dari kehidupan Stevan. Cinta? Tak ada di kehidupan Stevan, ia tidak menganggap cinta tetapi sebuah kepemilikan." Kata dokter Liana menatap Sera yang terlihat menegang.

CRAZY STEV! [21+] ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang