Halo 🖐️
Happy satnight 🌙
And
Happy reading 🤸
Sera dibawa pulang oleh Sergio karena khawatir Sera akan melahirkan secara tiba-tiba sedangkan jarak villa dengan rumah sakit sangat jauh. Sera ingin menempati rumah berukuran sedang yang ada di belakang mansion, Sera hanya tak mau tiba-tiba bertemu Stevan. Walaupun semenjak pertemuannya terakhir di villa Sera tak pernah bertemu lagi dengan Stevan. Ayah Sergio bilang jika Stevan berada di hotel di awasi secara khusus karena takut Stevan menggila.
Sera duduk termenung di balkon kamar, matanya menatap langit yang mulai tertutupi awan, pikirannya tertuju pada Stevan. Stevan tak normal, Sera tahu itu. Tetapi, mengingat betapa mengerikannya kelakuan Stevan kepada jalang itu membuat Sera merasa takut Stevan tak akan berubah.
“Sera benci kak Stev.” Gumam Sera dengan matanya yang memanas.
Sera seketika meringis sakit saat merasa tendangan dari dalam perutnya, “Kalian ngga mau mommy benci daddy?” Tanya Sera pelan sembari mengusap air mata yang membasahi pipinya.
Sera kembali meringis karena tendangan dari dalam perut itu datang lagi, “Iya, mommy ngga akan benci daddy kalian.” Kata Sera dengan senyum mirisnya.
Seburuknya Stevan, Sera tahu Stevan tetap ayah bagi anak-anaknya. Sera pikir keputusannya benar, menjauhi Stevan agar pria itu sadar dan menjadi lebih baik untuk dirinya dan anak-anak mereka.
**
Malam hari, Sera terlihat tak nyaman merebahkan dirinya di atas ranjang. Ia merasa pegal dan tak nyaman di punggungnya, tetapi matanya sudah mengantuk. Sera ingin memanggil bibi Mety agar memijat tubuhnya. Tetapi, Sera merasa kasihan karena bibi Mety pasti merasa lelah setelah seharian bekerja.
Sera mencoba memejamkan matanya, menahan rasa pegal dan tak nyaman dipunggungnya. Beberapa saat Sera terlelap walaupun sesekali meringis karena tendangan dari dalam perutnya.
Sera tak menyadari ada sosok pria yang memasuki kamarnya melalui pintu balkon. Stevan, berjalan mendekati Sera yang terbaring di ranjang. Sorot matanya memancarkan kesedihan dan kerinduan untuk Sera.
Stevan bersimpuh di hadapan Sera yang tidur menyamping, tersenyum tipis melihat raut polos Sera saat tertidur seperti ini. Tak memedulikan wajahnya yang terluka. Stevan terluka? Tentu saja karena ia berkelahi dengan penjaga yang terus mengawasi dirinya seperti tahanan di hotel.
“Don’t hate me.” Gumam Stevan sembari mengelus perut Sera yang buncit.
Stevan seketika terlihat terkejut karena merasakan tendangan dari dalam perut Sera, “I’m your daddy.” Gumam Stevan lalu tersenyum tipis saat merasa tendangan itu datang lagi.
Suara ringisan Sera terdengar membuat Stevan menoleh, Stevan rasa tendangan di perut Sera membuat perempuan itu kesakitan.
Stevan mengelus punggung Sera pelan agar Sera merasa nyaman di dalam tidurnya. Ia tahu Sera selalu mengeluh tak nyaman dipunggungnya.
Stevan terlalu asyik memandangi wajah cantik Sera yang tertidur, sampai ia tak menyadari ada seseorang yang mengintip di balik celah pintu kamar Sera.
Bibi Mety kembali memasuki kamarnya, ia terlihat terkejut dengan kedatangan Stevan di kamar Sera.
“Iya tuan, tuan Stevan ada di kamar nona Sera.” Kata bibi Mety pada Sergio dibalik telpon.
“Apa dia menggangu Sera?” Tanya Sergio terdengar cemas.
“Tidak tuan, tuan Stevan bersimpuh di dekat nona Sera yang tertidur sambil mengelus punggung nona Sera.” Jawab bibi Mety jelas.
Diseberang sana Sergio tersenyum miring “Biarkan Stevan tetap disana.” Kata Sergio lalu memutus panggilan.
Sergio tersenyum puas menatap langit malam yang gelap gulita, “Kau menang Sera.” Gumam Sergio.
Sergio tadi sempat panik karena mendengar Stevan kabur dari penjagaan, memukuli para anak buahnya sampai masuk rumah sakit. Stevan menyelinap ke area mansion, mengelabui para penjaga disini. Tetapi, Stevan tak bisa mengelabui Sergio.
**
Stevan merebahkan tubuhnya di sofa ruang kerja Sergio. Ia ketiduran di kamar Sera dan baru pulang tadi pukul setengah enam sebelum Sera bangun.
Stevan yang akan pergi dari mansion gagal karena terciduk Sergio yang sedang meminum teh di perbatasan mansion dan pondok Sera.
“Obati luka mu.” Perintah Sergio melemparkan kotak P3K pada Stevan.
Stevan menepis kotak itu kesal, ia marah pada ayahnya yang tak ingin membantu dirinya untuk mendapatkan Sera kembali.
Sergio mendengus “Kau merindukannya?” Ejek Sergio membuat Stevan menatapnya datar.
“Sera membencimu.” Kata Sergio membuat Stevan memejamkan matanya.
Ya, Stevan tahu Sera membenci dirinya. Tatapan kebencian Sera di villa saat itu masih terbayang dikepalanya. Stevan salah, ia merasa sangat bodoh karena tak mampu mengendalikan hasrat membunuhnya.
“Berjuang, buat Sera kembali padamu.” Kata Sergio.
Stevan bangun dari tidurnya, menyandarkan tubuhnya di kepala sofa menatap ayahnya tak terbaca. Sergio tahu Stevan frustasi karena tak tahu bagaimana cara mendapatkan Sera kembali.
Sampai suara pintu ruang kerja Sergio terbuka, membuat mereka menoleh bersamaan.
“Ayah ayo sarapan ber…”
Perkataan Sera terjeda, tatapan matanya lurus menatap Stevan yang menatapnya juga. Wajah pria itu terluka, Stevan berkelahi dengan siapa? Pikir Sera cemas. Dalam hati ia cemas, tetapi tatapan Sera terlihat penuh kebencian menatap Stevan.
“Mau sarapan bersama? Ayo.” Ajak Sergio karena tak mau Sera merasa tak nyaman dengan Stevan yang ada disini.
Sera menganggukkan kepalanya pelan, lalu pergi dari sana tanpa menatap Stevan lagi membuat Stevan menatapnya nanar. Beginikah rasanya dibenci Sera? Dulu ia yang membenci Sera, memperlakukannya dengan kasar, membentak Sera seenaknya membuat Stevan merasa tertampar dengan itu. Stevan yang hanya dibenci Sera saja merasa sakit yang luar biasa, apalagi diperlakukan Sera dengan kasar.
Jangan lupa VOTE semua chapter ya, thanks❤️
Ohya untuk yang nanyain terus Ebook Stevan kapan keluar. Perkiraan hari senin tanggal 6 Desember. Jangan sampai ketinggalan ya karena nanti ada harga spesial launching juga.
Di wattpad akan Lyn tamatkan juga jadi jangan cemas, ya walaupun endingnya pasti beda :)
See ya❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
CRAZY STEV! [21+] END
RomantizmWARNING : VULGAR, DARK ROMANCE, BDSM, DEWASA 21+ (TIDAK UNTUK ANAK DIBAWAH UMUR) Rasera Ryder hanya ingin hidup damai menikmati masa mudanya,berkencan, menikah, lalu mempunyai anak, membangun rumah tangga dengan suaminya kelak. Namun sangat disayang...
![CRAZY STEV! [21+] END](https://img.wattpad.com/cover/291305318-64-k685885.jpg)