Jangan lupa vote dan komen. ❤️
"Karena kamu dari tadi hanya menyerocos saja tidak memperhatikan tulisan Disana" Mark menunjuk kepada papan dekat bianglala, sebenarnya tulisan di papa tersebut cukup kecil membuat haechan tak dapat melihat nya.
"Haechan?"
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
"Haechan?" Haechan hanya berdehem menanggapi Mark yang memanggilnya sementara dia sedang sibuk menatap ke sekeliling mencari apa yang bisa di lakukan, karena dia benar benar bingung disini serasa surga baginya.
"Ayo pulang" haechan langsung menolehkan kepala nya cepat ke Mark, menatap penuh tanda tanya. Apa apaan Mark ini?! Mereka bahkan baru sampai beberapa menit dan dia sudah mau pulang?!
"HYUNG!" haechan menendang kaki Mark cukup kuat sebenarnya, tapi tidak sepadan dengan rasa kesal yang di alami nya sekarang.
"Kita harus pulang bear, ada yang menunggu mu" ucap Mark lembut karena dia yakin apa yang di ucapkan nya bisa saja membuat haechan makin kesal, tapi mereka memang harus pulang.
"Aku gak mau, kita bahkan baru sampai!" Haechan kesal dengan Mark sekarang "tapi bear kita harus pulang, ada seseorang yang menunggu" ucap Mark "aku gak mau, kalau Hyung mau pulang pulang lah duluan" haechan sudah membelakangi Mark,. Mark menghela nafas "apa kau yakin dengan jawaban mu?" Mark mulai memancing haechan tapi haechan tetaplah haechan dia akan kekeuh dengan jawaban nya "huum! Hyung pergi aja, padahal Hyung sudah janjji hari ini bakal menemani ku, tapi Hyung buktinya ingkar janji" ucap haechan mengingatkan akan janji mark "Hyung tau, tapi apa benar kau tidak ingin imut pulang walau kau belum tau siapa yang menunggu mu?" Apa yang di katakan Mark mulai membuat nya penasaran, siapa yang menunggu nya? tapi haechan tetap setia dengan jawaban nya atau mungkin tidak setelah Mark berbicara lagi, secepat kilat dia mendekati Mark dan menatap nya berbinar "apa benar mommy dan Daddy sudah pulang?" Tanya haechan memastikan perkataan Mark dan di angguki oleh Mark, haechan memekik setelah ditinggal kan begitu saja akhirnya mommy dan Daddy nya pulang.
"Kalau begitu ayoo Hyung cepat pulang!" Haechan jadi semangat, padahal beberapa menit yang lalu dia tidak ingin pulang dari sini, tapi lihat lah mahluk menggemaskan itu sudah berjalan dengan semangat meninggalkan Mark yang hanya menggeleng gelengkan maklum.
"Hyung cepetan! Aku tidak sabar bertemu mommy dan Daddy" CK, sudah seperti anak kecil saja, bagaimana Mark tidak khawatir kepada kekasih nya jika dia berjalan saja sudah ada dominan yang ketahuan sedang melirik lirik nya.
"Mommy Daddy!" Haechan segera berlari setelah Mark memarkirkan mobil nya didepan rumah haechan.
"Mommy Dad-, yak kingkong Wakanda apa yang kau lakukan disini?" Haechan ingin langsung berlari ke arah kamar orang tua nya namun saat melihat seonggok daging bertubuh besar dia langsung berhenti.
"Lucas nama ku Lucas bear" Lucas berusaha sabar dengan haechan yang selalu memanggil nya dengan nama yang bahkan dia tidak ingin sebutkan.
"Bo.do. am.at! Mommy dan Daddy ku dimana?" Tanya haechan.
"Ada apa chanie? Kenapa teriak teriak" Ten, mommy haechan muncul dari arah dapur dengan membawa beberapa minuman dan makanan.
"Mommy haechan kangen" baru menyimpan nampan tapi haechan sudah memeluk erat tubuh sang mommy, Seperti nya bayi beruang sedang merindukan ibu beruangnya "baru mommy tinggal beberapa hari kau sudah serindu ini dengan mommy hmm?" Tanya Ten sembari mengelus lembut Surai anak nya, haechan bahkan masih memeluk erat sang mommy tak lupa dengan wajah yang sudah terbenam di ceruk leher sang mommy.
"Eoh Mark? Masuk sini nak" ucap Ten saat melihat Mark hanya diam di depan pintu saja, Mark yang di persilahkan langsung duduk tapi saat melihat ada orang lain yang tak lain adalah orang yang disebut kekasih nya dengan kingkong Wakanda membuat dia diam saja posisi Mark dan Lucas duduk berhadapan. Posisi yang Lucas tak mau Karena tatapan Mark Seakan ingin menguliti dirinya saja.
"Ck bear, setidaknya biarkan mommy duduk kau pikir mommy sanggup berdiri sambil menahan bobot mu yang seperti beruang itu" sindir Lucas yang cukup jengah dan sedikit khawatir melihat haechan menempeli Ten terus, bahkan dia tidak menghiraukan Mark tadi.
"Diam saja kau kingkong! Merusak suasana saja" haechan merengut sebal, dia ingin mengumpat saja rasanya tapi mengingat dia sedang bersama mommy dia tidak berani, bisa bisa dia akan di marahi.
"Bear, mommy baru sampai biarkan dia duduk" Mark akhirnya buka suara, dan langsung di hadiahi tatapan kesal oleh haechan.
"Hyung jangan ikut ikutan! Hyung tidak tau aku rindu dengan mommy" haechan menatap ke arah Ten yang membalas nya dengan tatapan lembut " haechanie duduk dulu ya, haechanie juga capek kan habis jalan jalan sama Mark Hyung" ucap Ten membuat haechan mau tak mau menurut dan duduk di samping Mark. Mark sudah biasa dengan sikap haechan seperti itu. Haechan memang sangat dekat dengan orang tuanya apalagi dengan sang ayah, haechan benar benar di manjakan.
"Wah ada apa nih rame rame" tiba tiba suara bariton membuat 4 orang yang sedang berbincang mengalihkan pandangannya nya.
"Daddy hiks" tingkah haech benar benar Seperti anak kecil saja setelah menempeli Ten dia sudah bergelayut manja dengan sang Daddy dengan isakan kecil nya.
"Haechan hiks rindu dengan Daddy" haechan terisak di pundak sang Daddy, posisi haechan sudah di gendongan ala koala oleh sang ayah, walaupun umur Johhny sudah 35 dia masih tetap kuat untuk menggendong bayi kecil nya ini, bahkan haechan sudah mengamankan kepala nya di bahu sang Daddy yang masih saja terisak.
Jangan lupa untuk vote dan komen. ❤️💚
TBC.
KAMU SEDANG MEMBACA
[!¡] Can i? - Markhyuck.
Historia CortaC O M P L E T E !¡ ⚠️. AKAN DI REVISI Lee donghyuck atau sering disapa Haechan yang harus mengalah dengan sahabat Mark yang merupakan orang terpenting Mark juga. #2 in markjung ( 19/3/2022) #4 in bxb ( 20/3/2022)
![[!¡] Can i? - Markhyuck.](https://img.wattpad.com/cover/276258250-64-k4776.jpg)