"Hyung mending mandi sana, Hyung bau keringat" canda haechan.
"tidak mau, aku masih ingin seperti ini" Mark makin mengeratkan pelukannya dan makin membenamkan wajah nya, haechan yang diperlakukan seperti ini sekali lagi hanya pasra"
Hembusan nafas menyentuk kulit leher haechan, membuat haechan bergidik. Tidak tahuka Mark kalau saat ini haechan mati Matian agar tidak mendorong Mark, karena dia benar benar merasa geli.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
"Bear?" Mark mencari haechan, setelah kegiatan Mark memeluk haechan didapur tadi, Mark segera mandi karena di ancam oleh haechan dia tidak boleh menginap jika terus menempeli nya.
" Bear kau ada di mana ?" Mark mencari haechan tapi orang yang dicari ternyata sedang duduk santai didepan tv membuat Mark menggeleng geleng kan kepalanya.
Memilih mendudukkan tubuh nya disamping haechan yang fokus menonton drama yang entah apa judulnya, Mark memiringkan badan nya menghadap kehaechan yang mungkin tidak menyadari kehadirannya, menatap dengan senduh ke objek yang sudah membuat dia jatuh cinta.
"Maaf" ucap Mark dalam hati.
Merasa di perhatikan, haechan memutar kepalanya mengarah ke Mark dan terkejut melihat Mark menatap nya intens.
"Ah Hyung, kau disini sejak kapan? Tanya haechan kikuk Karena gugup di tatap oleh Mark.
"Bahkan kau tidak mendengar hyung memanggil mu bear" menjulurkan tangan nya dan merapikan rambut yang hampir menutupi mata haechan, membuat sang empun memerah.
"Maaf, aku terlalu fokus menonton tadi" jawab haechan sedikit malu.
Tersenyum, hanya itu yang di lakukan Mark dan menikmati mengusap pipi gembil haechan, haechan yang di perlakukan seperti itu hanya bisa diam menikmati sentuhan orang terkasih nya, tidak dipungkiri bahwa haechan masih gugup berdekatan dengan Mark walau mereka sudah menjalin hubungan cukup lama tapi mereka tidak pernah ketahap 🔞 paling mentok mereka hanya ciuman saja itupun mereka jarang melakukannya.
Semakin lama wajah Mark semakin mendekat ke arah haechan, membuat haechan gugup setengah mati dan berharap Mark tidak mendengar suara degupan jantung nya yang sedari tadi sudah ribut. Wangi mint seketika tercium di Indra Penciuman haechan yang berasal dari nafas Mark yang hanya beda 3cm dari wajah nya. Haechan Mukai menutup matanya terlalu malu untuk sekedar menatap Mark yang hanya diam sambil menatap nya.
Mark memperhatikan bagaimana wajah haechan yang memerah, Mark terkekeh melihat haechan gugup dan menutup matanya. Ikut menutup matanya dan... Sayangnya ciuman itu tidak terjadi karena suara dari deringan ponsel membuat mereka sadar dan langsung membuat haechan menjauh dari Mark, sedangkan Mark menatap siapa yang menganggu waktu berharga nya! Mark memilih mengangkat telpon nya saat tau siapa yang menelpon nya.
"halo?" Sapa Mark.
"Halo Mark? Kau ada di mana?" Jawab seseorang dibalik telpon mark.
"Dirumah haechan Hyung, ada apa?" Tanya Mark lagi.
"Apa aku menganggu kalian berdua?" tanya jungwoo hati hati.
"Hmm" Mark menggulirkan mata nya ke haechan yang sibuk dengan drama yang di tontonnya.
"Kurasa tidak Hyung, kami berdua hanya menonton saja. Ada apa Hyung menelpon?
"Ah tidak apa apa, kalian lanjutkan saja..shhh"
Mark mengerenyitkan dahi saat mendengar suara rintihan dari sebrang.
"Apa hyung baik baik saja?" Tanya Mark sedikit khawatir.
"Huum aku tidak apa apa, sudah ya aku tutup, nghh shhh"
sebenarnya ada apa dengan Jungwoo ini?
"Hyung? Kau kenapa, Seperti sedang kesakitan" tanya Mark hati hati karena dia benar benar khawatir.
"Shh Hyung ti tidak apa apa Mark ahh Mark!" teriak Jungwoo yang entah kenapa membuat Mark seketika panik sendiri.
"HYUNG SEBENARNYA KAU KENAPA? APA KAU BAIK BAIK SAJA"
teriak Mark yang membuat haechan yang sedang fokus menonton seketika tersentak mendengar teriakan Mark, haechan seketika mendekati Mark dengan raut wajah khawatirnya.
"Hyung ada apa? Kenapa teriak?" Kali ini bukan Mark yang bertanya tapi si baby bear kita, haechan.
Mark seketika mengalihkan atensi nya dari hp ke haechan yang sedang menatap nya dengan khawatir.
"Sayang, Hyung harus pergi. Jungwoo sepertinya sedang tidak baik baik saja dia seperti orang kesakitan tadi" tukas Mark menghadap ke haechan.
Jungwoo lagi? Haechan tau bukan waktu yang tepat untuk egois sekarang tapi bisakah? Sekali saja Mark memikirkannya tanpa memikirkan Jungwoo saat sedang berdua dengan nya?
"Tidak bisakah hyung disini saja?" Tanya haechan menatap lekat ke mata Mark yang sedang menatap nya juga.
"Maafkan Hyung haechan, Hyung khawatir jungwoo kenapa-napa" terlihat Mark bergerak dengan gelisah dan hp nya masih tersambung dengan Jungwoo yang sekarang terdengar jungwoo sedang kesakitan atau apapun itu.
"Siapa tau dia baik baik saja atau sedang akting saja"
Bohong kalau haechan tidak memikirkan kata kata yang barusan tadi keluar, karena haechan yakin setelah ini Mark akan memarahinya karena menuduh sembarangan sahabatnya itu.
"Apa yang kau katakan dengan akting? Kau tidak dengar dia sedang kesakitan?" Ketus Mark dengan menunjukkan muka datarnya yang sama sekali haechan belum Pernah lihat.
"Jika kau tidak percaya kau bisa mendengar nya!" Mark menyodorkan hp nya ke depan haechan, dan seketika haechan mendengar orang yang merintih kesakitan ah lebih tepatnya haechan mendengar seperti suara desahan.
Haechan menatap Mark, menatap orang yang dia tidak tau apakah benar ada haechan didalam hati nya atau tidak.
Menghela nafas, haechan menatap Mark sekali lagi.
Mark yang di tatap selama itu merasa gusar apalagi mendengar suara rintihan jungwoo yang semakin mengeras, Mark langsung berlari ke kamar haechan untuk mengambil kunci mobil nya terburu-buru dan langsung berdiri didepan haechan.
"Hyung minta maaf, tapi Hyung harus pergi" Mark menangkup pipi haechan hendak mengecup kening pemuda manis itu, tapi sebelum Mark mencium nya haechan lebih dulu memundurkan tubuh nya.
"Pergilah, jungwoo mungkin lebih membutuhkan mu" jawab haechan dengan senyum nya.
Mark menatap haechan dengan tatapan yang tidak menentu, menghela nafas Mark menjulurkan tangan nya berniat mengusap pipi haechan tapi sekali Lagi haechan memilih menghindar sentuhan Mark.
"Hyung cepatlah pergi" haechan tersenyum.
Senyum itu tidak ada yang tau bahwa senyum itu menyimpan banyak kesedihan, karena haechan tau dia akan tetap kalah.
Mark menatap haechan dan kemudian segera berbalik berjalan keluar rumah dengan haechan yang menatap punggung Mark yang mulai mengecil seiring nya berjalan dan beberapa saya kemudian terdengar lah deruan suara mobil.
TBC.
KAMU SEDANG MEMBACA
[!¡] Can i? - Markhyuck.
Historia CortaC O M P L E T E !¡ ⚠️. AKAN DI REVISI Lee donghyuck atau sering disapa Haechan yang harus mengalah dengan sahabat Mark yang merupakan orang terpenting Mark juga. #2 in markjung ( 19/3/2022) #4 in bxb ( 20/3/2022)
![[!¡] Can i? - Markhyuck.](https://img.wattpad.com/cover/276258250-64-k4776.jpg)