Win mematikan sambungan telefon nya dengan Earth. ia meletakkan ponsel itu kembali di atas meja sebelah tempat tidur dan melihat kearah Mix yang tengah terlelap disampingnya.
Win turun dari tempat tidur secara perlahan dan mengambil dompet serta ponselnya. Dia berjalan keluar kamar Mix dan memutuskan kembali kerumahnya.
Jam menunjukkan pukul 4 sore. Sebelum memutuskan pulang, Bright sudah menelfonnya dan mengatakan bahwa dia sudah menunggu di parkiran Mix.
Win memasuki mobil Bright dengan wajah khas bangun tidurnya.
"Mau makan dulu?" Tanya Bright yang mulai menjalankan mobilnya keluar dari rumah Mix.
"Gak usah, langsung pulang aja. Gua mau mandi." Jawab Win dengan raut wajah pusing.
Perjalanan antara rumah Mix dan Win membutuhkan waktu 30 menitan. Bright menyetir dengan cepat sehingga hanya membutuhkan 20 menitan untuk sampai ke rumah Win.
Mereka sudah berada di parkiran rumah Win, tapi Win tidak kunjung turun dari mobil Bright.
Bright yang paham bahwa Win banyak pikiran, mengelus pelan kepala Win. Win yang merasakan sentuhan Bright langsung melihat ke arah Bright.
"Mix tau semuanya." Ucap Win yang dibalas anggukkan Bright.
"Mix tau tentang Pond dan tentang lo." lanjut Win lagi menatap Bright dengan khwatir.
"Selama ini Mix tau, tapi dia diam Bai." Lanjut Win lagi mulai memanggil Bright dengan Bai tanda bahwa ia benar-benar khawatir.
"Kenapa Bai? Kenapa Mix gak bilang? Kenapa dia diam." Tanya Win kepada Bright yang masih setia mendengarkan ucapannya.
"Mix, pasti punya alasan. Bukanya kalian deep talk?" Balas Bright sekaligus bertanya karena tadi malam ia sempat menghubungi Win yang sedang bercerita banyak hal bersama Mix.
"Mix gak ngasih tau gua, dia cuma cerita semua hal yang ia tau." Balas Win.
"Win, kamu itu sahabat Mix. Aku yakin kamu bisa paham apa maksud Mix. Aku ngerasa Mix menganggap kamu Pasti paham kenapa dia bungkam." Ucap Bright.
"Aku gak paham Bai. Aku gak paham sama sekali." Balas Win dengan gelengan.
🌎🪐
Selama seminggu Mix di skors, Win memutuskan untuk menjadi sekretaris Bright. Dia mendapatkan tawaran itu dari Bright karena Bright tau bahwa Pond akan mulai jarang bermain bersama Win, dan Win akan sendirian.
Hari ini seperti sebelumnya, Win akan berangkat bersama Bright dan masuk kelas pertama, setelah itu dia akan ke ruangan osis untuk membantu Bright.
Setelah jam pertama selesai, Bright menjemput Win di kelasnya dan menuju ruangan osis bersama Win.
Hari ini seharusnya Mix sudah masuk, tapi dia tidak menampakkan batang hidungnya dari jam pertama. Win menghubungi Mix dan Mix mengatakan bahwa ia akan masuk pada jam kedua. Tapi sekarang sudah jam kedua, dan Mix masih belum juga datang.
Saat Win dan Bright sudah sampai di ruangan osis, mereka melihat Mix yang tengah duduk menata beberapa berkas di depannya.
"Nah Mix itu Bright sudah datang." Ucap seorang siswi yang kepada Mix.
Mix melihat kearah Win dan Bright secara bergantian.
"Kenapa lo disini?" Tanya Win.
"Gua mau ngurus berkas gua." Jawab Mix.
"Berkas apa Mix?" Tanya Bright.
"Berkas gua sebagai ketua Band dan surat pengunduran gua dari jabatan ketua band." Balas Mix sambil menyerahkan sebuah amplop kepada Bright.
"Lo gila? Band lo nomor satu untuk lo." Sarkas Win yang mendengar ucapan Mix.
Mix hanya terdiam mendengar ucapan Win. Win yang melihat itu langsung memarahi Mix akan sikapnya yang semakin aneh. Win bahkan hampir memarahi Mix selama satu jam dan langsung diambil alih oleh Bright. Bright berbicara lebih lembut dan bertanya banyak hal kepada Mix. Termasuk alasannya memilih mengundurkan diri dan tidak dijawab oleh Mix.
Win dan Bright terus meyakinkan Mix untuk tidak mengundurkan diri sampai Bright melarang anak osis untuk masuk keruangan osis. Mereka berdebat cukup lama dan tidak menemukan penyelesaian, bahkan sampai Pond dan Phuwin masuk kedalam ruang osis.
Kedatangan Earth seperti memperkeruh suasana. Bukan karena apa, Mix yang terlihat sudah lelah berdebat dengan Bright dan Win, kini terlihat sangat tidak nyaman akan kedatangan Earth.
Ajakkan makan siang oleh Bright kepada Mix entah kenapa membuat Win agak kesal, ditambah dengan Bright yang tidak membiarkannya untuk ikut. Kejadian Bright yang menggenggam tangan Mix adalah puncak dari kekesalan Win. Win bahkan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Dia tau bahwa dia tidak memberi kejelasan mengenai hubungan mereka kepada Bright. Dia tau dia belum menjawab Bright yang mengajaknya untuk pacaran. Tapi melihat perlakuan Bright kepada Mix entah mengapa seperti membakar hatinya. Win cemburu. Sangat cemburu kepada Mix yang mendepatkan perlakuan seperti itu dari Bright.
🌎🪐
"Jangan nangis anj." Ucap Pond kepada Win sarkas.
"Udah Win, kan udah gua traktir." Ucap Phuwin berusaha menenangkan Win.
"Bai...huhuhu...meg..gang..huhuhu...tangan....Mix...hwaaaa..." Balas Win dengan tangisannya yang semakin menjadi.
"Makanya Win, lain kali kalau ada yang nembak langsung diterima, bukan digantung. Kan gini masalahnya, lo cemburu tapi bukan siapa-siapa." Ucap Phuwin membuat Pond sedikit terkejut.
"Hwaaaaa...." Balas Win yang menangis semakin kencang setelah mendengar ucapan Phuwin.
"Phu kenapa ngomong gitu?" Tanya Pond sambil menutup telinganya.
"Kenapa?" Tanya Phuwin balik tidak mengerti.
"Tambah nangis tuh diaaa." Balas Pond melihat Win yang sudah bercucuran air mata.
KAMU SEDANG MEMBACA
His Promise [END]
Romancekematiannya menjadi luka yang sangat menyakitkan bagi orang yang ia tinggalkan. Kehidupan mereka sebelumnya, sepertinya masih enggan untuk membuat semesta percaya akan cinta mereka. Lalu bagaimana dengan kehidupan ini? apakah semesta sudah memperca...
![His Promise [END]](https://img.wattpad.com/cover/293820587-64-k728847.jpg)