Semua orang tampaknya sedang berada dalam suasana yang cukup baik malam ini. Mereka semua kini duduk di dekat api unggung dan melingkari sebuah papan yang diatasnya terdapat sebuah botol kaca kosong.
Setelah makan malam, semuanya sepakat untuk memainkan permainan kejujuran, yang artınya saat seseorang memutur botol tersebut dan orang yang ditunjuk oleh botol harus memilih antara mengatakan sebuah kejujuran yang sudah ia simpan sejak lama atau menjawab pertanyaan yang diajukan oleh si pemutar botol. Inti permainan ini adalah kejujuran, entah itu kejujuran yang diungkapkan sendiri atau kejujuran yang akan terungkap dengan sendirinya.
Semua orang menikmati angin malam dengan sebotol beer yang sudah berada di tangan masing-masing. Mix sudah menghabiskan sebotol beer dan kini ia sudah melanjutkan botol kedua dengan kesadaran sembilan puluh persen.
Semuanya melirik satu-sama lain, seolah berdiskusi dalam diam untuk menentukan siapa yang akan menjadi orang pertama untuk memutar botol.
"Gua deh." Ucap Win mengajukan diri saat melihat semua orang hanya diam dan menunggu.
"Ingat ya, ini game bisa bikin berantem, yang pasangan bisa berantem loh." Ucap Mix menggoda Win yang dibalas dengan tatapan mematikan Win.
"Yang gak pasangan bisa jadi pasangan." Ucap Win seketika membuat Mix terdiam.
"Gua mulai ya."
"Ayo"
"Wuuu."
"Eh.."
"Brightt."
"Pilih, mau jujur apa pertanyaan?" Tanya Win dengan senyuman licik saat botol yang ia putar berhenti menunjuk kekasihnya.
"Pertanyaan." Jawab Bright dengan senyuman lembut.
"Sebutkan satu rahasia yang kamu sembunyiin dari aku sejak lama yang kemungkinan bisa menyakiti aku!" Ucap Win lebih seperti memerintah.
Bright yang mendengar pertanyaan Win hanya bisa meneguk air ludahnya, sedikit terkejut dan ragu untuk menjawab pertanyaa itu.
"Ada ya?" Tanya Win dengan wajah tidak menyangka bahwa sang kekasih menyembunyikan sesuatu darinya.
"Kan gua bilang apa, baru mulai njir udah kena aja kan." Ucap Mix.
"Mix jangan ngomporin dan Win ini game lo ya, konsekuensinya ya gini." Ucap Pond menengahi.
"Gini aja, yang gak mau jawab habisin beer sebotol." Ucap Earth mencoba mencari jalan tengah.
"Gua jawab, tapi rahasia gua gak cuma menyakiti Win, kalian semua kecuali Mix, Sarah dan Jan kemungkinan akan tersakiti." Ucap Bright yang langsung mendapatkan tatapan kebingungan dari semua orang.
"Gua adalah orang satu-satunya yang dibalas emailnya oleh Mix selama Mix di Skotlandia." Lanjut Bright yang langsung mendapat tonjokan dari Win.
"Gila lo ya." Balas Win dengan emosi setelah mendengarkan kejujuran kekasihnya itu.
"Lo tau seberapa stressnya semua orang dan lo gak bilang sama sekali ke kita? WTF Bri, enam tahun loh Bright." Lanjut Win yang semakin emosi.
"Earth yang hampir.."
"Gua yang salah." Ucap Mix memotong ucapan Win yang sepenuhnya terpengaruh oleh amarah.
"Gua yang minta Bright untuk gak ngasih tau ke kalian dan gua juga yang minta untuk Bright ngasih kabar kalian ke gua terus-terusan melalui email." Lanjut Mix yang langsung mendapat pukulan dari Win.
Earth yang berada disebelah Mix berusaha memisahkan Win yang sudah memukul Mix dari Mix. Win masih dipenuhi amarah, meskipun ia sudah terpisah dari Mix dan kembali duduk di tempat duduknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
His Promise [END]
Romancekematiannya menjadi luka yang sangat menyakitkan bagi orang yang ia tinggalkan. Kehidupan mereka sebelumnya, sepertinya masih enggan untuk membuat semesta percaya akan cinta mereka. Lalu bagaimana dengan kehidupan ini? apakah semesta sudah memperca...
![His Promise [END]](https://img.wattpad.com/cover/293820587-64-k728847.jpg)