Seminggu sudah berlalu dengan cepat. Pond terlihat tengah berjalan sambil menggandeng tangan Phuwin menuju kantin.
Setelah kejadian seminggu lalu, Pond secara terus terang mengumumkan hubungannya dengan phuwin di media sosialnya dan berpacaran secara terus terang di sekolah. Dia tidak lagi menyembunyikan hubungannya.
Mengenai permasalahannya dengan Mix, tidak ada yang tahu. Pond tidak bisa mendatangi atau bahkan menghubungi Mix. Meskipun begitu, rasa sayang sebagai sahabat membuat Pond tetap mengawasi media sosial Mix dan menanyakan kabarnya kepada Win setiap hari.
Pond akan sangat munafik jika dia mengatakan dia tidak perduli kepada Mix, karena kenyataannya dia sangat perduli. Mix sangat berbeda sejak ia dihukum. Pond bahkan tidak tau bahwa selama ini Mix tahu mengenai hubungannya. Ditambah lagi pada saat Pond mengupload fotonya dengan Phuwin, Mix menglike foto tersebut. Mix yang ia kenal tidak akan pernah melakukan hal seperti itu.
Phuwin yang tau akan permasalahan mereka beberapa kali mengatakan kepada Pond untuk mendatangi Mix, dan selalu di tolak oleh Pond. Sebenarnya ia beberapa kali datang kerumah Mix tapi selalu ditolak oleh Mix. Pond tidak diperbolehkan masuk ke dalam rumah oleh Mix.
Setelah kejadian itu Mix seolah menghilang dan hanya meninggalkan jejak like fotonya. Dia jarang terlihat aktif di sosial media dan juga jarang keluar rumah, bahkan jika bisa dibilang dia tidak pernah keluar dari rumah.
Pond juga tidak banyak bergaul dengan Win karena Win yang tiba-tiba menjadi sekretaris Bright dan juga karena Pond yang selalu dengan Phuwin.
"Kamu duduk disini ya, Biar aku aja yang beli makanannya." Ucap Phuwin sambil melepaskan genggaman tangan mereka dan menyuruh Pond duduk di kursi yang ia maksud.
Pond hanya mengangguk dan menuruti Phuwin. Selagi menunggu Phuwin, pikirannya mengarah pada Mix. Ini sudah seminggu Mix di skors, seharusnya hari ini ia masuk, tapi dari pagi Mix tidak memperlihatkan batang hidungnya.
"Udah coba hubungin Win?" Tanya Phuwin tiba-tiba memecah fokus Pond dan menyodorkan sepiring nasi goreng di deppen Pond.
"Maksudnya?" Tanya Pond balik tidak mengerti.
"Seharusnya Mix masukkan hari ini kan?" Tanya Phuwin balik yang dianggukin Pond.
"Oh, aku sudah telfon Win ko tetapi tidak diangkat." Balas Pond sambil diangguki oleh Phuwin.
"Mau ke ruang osis nanti?" Tanya Phuwin lagi kepada Pond, karena tau alasan Win tidak mengangkat telfon Pond karena dirinya sedang sibuk membantu Bright.
"Boleh." Balas Pond setuju.
🌎🪐
Pond dan Phuwin berjalan menuju ruang osis yang kini terlihat ramai dari luar. Mereka bahkan tidak bisa masuk karena semua anak osis berada di luar ruangan. Pond mencari keberadaan Bright dan Win ditengah ramainya anak osis tapi tidak menemukan mereka sama sekali.
"Kenapa ini?" Tanya Pond kepada salah satu anak osis yang tidak ia tau namanya.
"Huh si Mix udah nyari gara-gara sejak pagi." Jawab anak osis itu yang membuat Pond keheranan.
"Sama Earth?" Tanya Pond lagi.
"Bukan, sama ketos si Bright." Balas anak osis itu lagi.
Pond yang mendengar itu langsung masuk kedalam ruang osis bersama Phuwin.
"Mix, gak bisa." Ucap Bright kepada Mix.
"Kenapa gak bisa? Guakan menuhin semua persyaratannya." Ucap Mix lagi dengan nada kesal.
"Mix, lu cuma nunggu 2 bulanan lagi ko, habis itu kelar." Balas Win yang berdiri disamping Bright.
"Kenapa ini?" Tanya Pond yang membuat Bright, Mix dan Win melihat kearahnya.
"Pond nih bilangin teman lu, dia mau berhenti jadi ketua band. Padahal gak bisa, pelantikan ketua baru dua bulan lagi, dia harus ngelatih anak-anaknya, tapi malah mau kabur dari tanggung jawabnya." Jelas Win kepada Pond yang mendapat tatapan malas Mix.
"Lu gak bisa berhenti Mix, kita masih punya event yang menjadi tanggung jawab lo." Ucap Bright lagi.
"Anak-anak gua bisa ko, mereka gak perlu gua latih lagi." Balas Mix yang kukuh pada pendiriannya.
"Alasan lo mau keluar apa Mix?" Tanya Phuwin kepada Mix yang membuat Mix menatapnya sekilas dan tidak memberikan jawaban.
"Dia gak bakalan Jawab, daritadi gua udah nanya tapi dia gak ngejawab."Balas Bright kepada Phuwin.
Pintu osis kembali terbuka membuat semua orang yang di dalam osis melihat sosok yang membuka pintu tersebut. Sosok Earth terlihat muncul dari bali pintu. Earth berjalan pelan memasuki ruang osis dan menyapa Bright dengan anggukkan kecil.
Bright membalas dengan anggukan kecil kepada Earth dan kembali melihat kearah Mix yang tampak tidak nyaman.
"Lo mau lunch bareng gua?" Tanya Bright tiba-tiba kepada Mix.
"Boleh." Balas Mix dengan anggukkan.
"Gua ikut." Ucap Win.
"Gak bisa Win. Gua bakalan pergi cuma sama Mix." Tolak Bright tanpa melihat Win karena jika ia mentaal Win ia akan membawa Win bersamanya, dan jika ia melakukan itu Mix tidak akan mengatakan alasan sebenarnya.
"Bright." Tanggap Win pelan sedikit terkejut dengan penolakkan Bright itu.
"Ayo Mix." Ajak Bright sambil berjalan menuju pintu osis.
Mix berjalan mengikuti Bright, tepat saat ia melewati Earth, Earth menggenggam tangannya dan membuatnya harus menghentikan langkahnya.
"Mix." Panggil Earth pelan yang tidak mendapat respons apapun dari Mix.
Semua mata tentu tertuju kepada mereka, bahkan Bright yang berjalan mendahului Mix berbalik dan menatap mereka. Bright berjalan mendekati mereka dan melepas tangan Earth dengan pelan. Bright menggenggam tangan Mix, dan berjalan keluar ruangan osis dengan berpegangan tangan.
Win yang melihat itu seketika mematung. Pond yang melihat reaksi Win langsung mendekati Win dan menepuk pelan punggung Win. Earth yang reaksinya tidak jauh berbeda dengan Win dibantu oleh Phuwin yang menepuk pelan bahunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
His Promise [END]
Romansakematiannya menjadi luka yang sangat menyakitkan bagi orang yang ia tinggalkan. Kehidupan mereka sebelumnya, sepertinya masih enggan untuk membuat semesta percaya akan cinta mereka. Lalu bagaimana dengan kehidupan ini? apakah semesta sudah memperca...
![His Promise [END]](https://img.wattpad.com/cover/293820587-64-k728847.jpg)