Haloo semua. Selamat pagi, selamat siang, selamat sore, dan selamat malam.🌥🌤⛅🌛
Yuk absen dulu. Jam berapa dan kalian lagi dimana ketika baca chapter ini?
Oh iyaa jangan lupa vote dan komen di setiap paragraf nya yaaa.
Selamat membaca.😁😁😁
_____________________________________
SETELAH mengalami kejadian itu, kejadian yang sama sekali tidak pernah terpikirkan olehnya. Yang menyebabkan banyak sekali perubahan pada dirinya. Rafera mungkin akan menjadi orang lain entah sampai kapan. Karena kecelakaan itu, ia harus merasakan koma dan di situlah terjadi perpindahan jiwa.
Awalnya Rafera sendiri tidak percaya. Namun, Rafera masih ingat percakapan antara dokter dengan kakak Sekar. Bahwa dirinya mengalami amnesia. Padahal nyatanya Rafera memang tidak ingat apapun yang ada di ingatan Sekar.
Kini dengan langkah malas, Rafera memasuki sekolah barunya. Saat ini tubuh nya sudah sedikit lebih baik. Dan mulai sekarang ia harus terbiasa dengan semua ini. Menjadi Sekar Wulandari yang tidak pernah terbayangkan olehnya.
Baru saja Rafera memasuki sekolahnya. Langkahnya dihalangi oleh tiga siswi yang melipat kedua tangannya di bawah dada. Ketiga siswi itu menatap Rafera dengan tatapan tajam.
“Minggir, gue mau ke kelas.” ucap Rafera datar.
Karena tidak ada sahutan dari mereka, Rafera memutuskan untuk langsung melangkah melewati mereka. Namun, siswi paling kiri dengan rambut dikuncir satu, menghalanginya dengan mendorong pundak Rafera. Tentu pergerakan Diana itu dibalas oleh Rafera dengan memelintir tangannya.
Rafera hampir terjatuh akibat dorongan keras dari kaki Clara pada perutnya. Namun Rafera tampak santai, tidak ada raut takut sama sekali. Dan hal itu menjadi tanda tanya di benak mereka.
“Huh. Lo sekarang mau drama jadi cewek pemberani?” ledek Clara dengan tertawa remeh. Rafera yang mendengarnya hanya memutar bola matanya malas.
“Gue rasa kalian ini deh yang drama. Modelan kayak lo semua ini pasti tukang drama, tukang bully yang sok berkuasa. Benar 'kan?”
“Jaga ucapan lo!” Clara hendak menjambak rambut Rafera. Namun ditepis kasar oleh Rafera.
“Santai dong,” Rafera menjeda ucapannya. Gadis itu tersenyum lebar menatap Clara. “Kayaknya sulit untuk menjaga ucapan gue buat lo semua.” Rafera menunjuk mereka satu persatu.
“Jadi, sekarang lo semua minggir. Gue mau ke kelas.” Rafera berujar dengan penuh penekanan.
Alfinda menyikut lengan Clara yang berada di tangan kanannya. “Udahlah Clara, kita pergi aja yuk.”
Clara memutar bola matanya kesal. Namun, tak urung dirinya menyingkirkan diri dan membuat celah untuk Rafera lewati. Rafera hanya tersenyum lalu pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun.
Clara menatap punggung Rafera yang mulai menjauh. Gadis itu mengepalkan tangannya mewakili perasaannya yang kesal. Lalu Clara menatap nyalang Diana yang berdiri didepannya yang sedang memijat pelan tangannya yang tadi dipelintir Rafera.
“Lo kenapa sih gak lawan aja tuh si cupu! Katanya juara satu taekwondo.”
“Ya maaf, kan lo tau gue juara satu baru dua hari yang lalu. Dan kaki gue cedera jadi gue gak bisa lawan Sekar.”
“Arghh! Banyak alasan lo!”
Sial! bisa-bisanya gue kalah sama tuh cupu. Awas aja lo! Gue akan permalukan lo di depan semua orang! batin Clara menggebu-gebu.
🧩🧩🧩
Rafera menggerutu sambil berjalan tak tentu arah. “Kenapa sih gue harus ketemu cewek modelan kayak gitu?” Rafera bertanya pada dirinya sendiri. Gadis itu tidak habis pikir dengan ketiga siswi yang ia temui tadi. Seumur hidupnya ia belum pernah bertemu dengan orang yang jahat seperti Clara dan temannya.
Rafera tersadar jika ia hampir saja menabrak dinding ujung gedung sekolah. Saking semangatnya ia berjalan sampai tidak menyadari bahwa dirinya entah berdiri dimana.
“Buset. Ini gue dimana dah?”
“Astaga! Gue gak tau kelasnya dimana.” Rafera menepuk pelan dahinya. Sungguh ia sangat malu pada dirinya sendiri. Seharusnya Rafera ke ruang guru untuk menanyakan kelas Sekar dimana. Namun, ia lupa karena terlalu kesal dengan kejadian tadi.
Rafera berbalik arah dan kembali ke ruang guru yang sempat ia lewati tadi. Baru saja ia ingin menarik engsel pintu, dari arah kiri ada yang memanggilnya. Rafera menoleh dan mendapati siswi yang tersenyum padanya.
“Sekar, ngapain?”
“Emm,” ucap Rafera terputus. Ia bingung harus menjawab apa kepada siswi tersebut. Dan Rafera tidak mungkin menceritakan yang sebenarnya apa yang telah terjadi.
“Kok malah melamun? Udah ayo ke kelas nanti telat.” Rafera hanya menganggukkan kepalanya tatkala siswi itu menggandeng tangannya menuju lantai atas.
“Kita sekelas?”
“Iya lah. Lo lupa ingatan?”
“Ya nggak lah. Ngaco lo.” Rafera meneguk salivanya kasar. Jangan sampai siswi yang membawanya ke kelas mengetahui bahwa dirinya bukan Sekar yang sebenarnya. Karena pasti dia menganggap aneh perubahan pada sosok Sekar.
“Tunggu,” ucapan siswi itu terputus. “Sejak kapan lo nyebut gue dengan sebutan itu?” tanya siswi itu bingung. Gadis dengan rambut sebahu itu memicing matanya.
Rafera terdiam sejenak. Benar saja, dia menyadari ada perubahan dari sosok Sekar. Segera Rafera menetralkan raut wajahnya, matanya menatap nametag siswi didepannya. Rosalina Veronika, itulah yang tertera disana.
“Sebutan? Sebutan apa?”
“Ya sebutan, lo-gue.”
Rafera menghembuskan napasnya. “Ya ampun Rosa, gue mau berubah aja.”
“Kenapa berubah? Padahal gue udah terbiasa dengan Sekar yang dulu. Sekar yang lugu, kalem, pemalu.”
Lagi lagi Rafera terdiam. Ingin rasanya ia memberitahu bahwa dirinya bukan Sekar yang Rosa kenal. Namun, jika ia katakan yang sebenarnya, jujur Rafera takut jika dirinya akan dijauhi selagi ia masih menjadi orang lain. Rafera tidak terbiasa dengan hal itu.
“Lo harus janji ya sama gue.” Rafera menjeda ucapannya. Berhenti melangkah dan menatap manik mata Rosa dengan serius. “Jangan tinggalin gue apapun keadaannya. Gue gak terbiasa sendiri.”
Kini Rosa termenung memikirkan maksud perkataan Rafera. Rafera yakin saat ini Rosa tidak mengerti. Namun, pada akhirnya Rosa pasti akan mengerti dan mengetahui semuanya.
______________________________________
Gak nyangka chapter pertama udah selesaii diketik😌😌
Enaknya kapan nih untuk next chapter 2??
Jangan lupa dukungannya dengan vote yaaa.
SPAM TIM RAFERA✊
SPAM TIM SEKAR🙌
SPAM TIM ROSA👋
KAMU SEDANG MEMBACA
Untuk Sekar
Teen FictionSeperti mimpi buruk. Tidak pernah terbayangkan bagaimana rasanya hidup di tubuh orang lain. Apalagi orang itu hidup penuh dengan masalah. Rafera Shaney, dirinya harus merasakan hidup penuh penderitaan yang dialami oleh pemilik tubuh asli yaitu Sekar...
