Hai ketemu lagi dan akan menemani weekend kalian😁.
Sebelumnya vote dulu biar ga lupa. Dan komen yang rame.
Selamat membaca👋😁.
___________________________________
SUDAH hampir dua jam Rafera dan Dion hanya berdiam diri di salah satu restoran dekat optik. Sesekali mereka makan sesuai apa yang mereka pesan kepada pelayan di sana.
Rafera memesan steak dan juga lemon tea, sangat berbeda dengan Dion yang memesan sop iga dan teh tawar. Rafera juga membeli es krim coklat kesukaannya. Dan seperti biasa, Dion yang membayar semuanya.
“Gue seneng banget bisa kayak gini lagi sama lo.”
Dion mengangguk. “Lo seneng, gue bangkrut.”
Rafera menyengir menanggapi. “Jangan gitu lah. Oke deh nanti gue ganti, tapi cariin gue lowongan pekerjaan dulu.”
Alis Dion bertaut, berhenti menyeruput teh. “Buat apa lowongan perkerjaan?”
“Buat kerja lah!”
“Kok ngegas?”
“Lagian pakek nanya yang seharusnya gak usah ditanya.” Rafera mencibir.
“Dion?”
Spontan Dion menoleh, begitupun juga Rafera. Keduanya terkejut mendapati teman sekolah mereka. Namanya Astria, ia bersekolah di tempat yang sama seperti Dion dan Rafera.
“Lo ngapain disini?” Dion seketika panik sendiri, entah kenapa ia sangat tidak ingin Astria menemukan Rafera. Padahal Astria sama sekali tidak menyadarinya.
“Nunggu Kakak gue selesai kerja. Tapi katanya masih lama.”
Dion mengangguk pelan, sedangkan Rafera segera bermain ponsel. Rafera sangat bimbang, bagaimana jika Astria bertanya siapa dirinya, dan ia tidak tahu apa yang akan Dion jawab agar Astria mengerti.
“Gue boleh gabung?” tanya Astria yang hingga kini tidak menyadari keberadaan seorang gadis selain dirinya.
“Ya, duduk aja.” Astria duduk di samping Rafera.
Menyadari ada orang lain selain dirinya dan Dion. Astria menatap Rafera dengan intens. Ia merasa seperti pernah bertemu dengan gadis itu. Namun seperti nya Astria lupa.
“Lo bukannya cewek yang dipukulin itu ya?”
Rafera seketika berhenti menatap ponselnya yang sebenarnya tidak ada notifikasi penting. Lalu menatap bingung Astria yang mencoba mengingat kejadian waktu itu.
“Bener, gue gak salah liat. Lo dari SMA Garuda 'kan?”
Rafera menatap Dion untuk meminta jawaban apa yang akan ia lontarkan. Namun Dion menggeleng dan mengangkat bahunya bahwa ia sendiri tidak tahu.
“Iya.”
Kini Astria memegang pipi Rafera. “Luka lo udah sembuh? Pasti sakit banget.”
“Tunggu.” Dion memotong. “Maksudnya gimana sih? Sekar dipukulin sama siapa?”
“Tanya orang nya lah. Gue cuma lihat dari jauh.”
Dion kini menatap Rafera serius. “Lo dipukulin siapa?” Dion bertanya.
Rafera hanya diam menunduk, membuat Dion kesal sendiri. Bagaimana tidak, Rafera tidak pernah menceritakan apapun tentang motif kekerasan yang ia alami. Dan Dion benci itu.
“Jawab gue.”
Rafera menggeleng. “Bukan gue,” jawab Rafera yang membuat Astria sedikit membuka mulutnya tidak percaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Untuk Sekar
Fiksi RemajaSeperti mimpi buruk. Tidak pernah terbayangkan bagaimana rasanya hidup di tubuh orang lain. Apalagi orang itu hidup penuh dengan masalah. Rafera Shaney, dirinya harus merasakan hidup penuh penderitaan yang dialami oleh pemilik tubuh asli yaitu Sekar...
