15. Ketemu Camer

12.5K 892 19
                                        

⚠️ BACA ARKAN SEBELUM BACA INI ⚠️AGAR TERHUBUNG DAN MENGERTI ALUR CERITA ARKAN 2 INI, MOHON DITAATI

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

⚠️ BACA ARKAN SEBELUM BACA INI ⚠️
AGAR TERHUBUNG DAN MENGERTI ALUR CERITA ARKAN 2 INI, MOHON DITAATI

MOHON SPAM VOTE DAN SPAM COMMENTNYA YAA, JANGAN BACA DOANG YAA SAYANG-SAYANGNYA ARKAN

𖥔 ࣪˖ Thantophobia: The Phobia Losing Someone You Love. Translate: (Phobia Kehilangan Seseorang Yang Kamu Cintai) 𖥔 ࣪˖

***

Malam ini, Perempuan cantik sedang menata rambutnya yang berantakan. Kini dirinya harus bersiap-siap sesuai perjanjian yang telah dia sepakati bersama Arkan dirumah sakit.

"Dia mau ngapain ya?, sampe-sampe papa gue diajak buat kerumah dia?" tanyanya pada diri sendiri lalu berhenti menata rambutnya.

Nayara terus memikirkan jawaban dari pertanyaan yang sedari tadi terus terngiang-ngiang didalam pikirannya. Apakah hal buruk akan menimpa dirinya? atau mungkin sebaliknya? Wajibkah dirinya untuk datang?

Dikala sedang mencari jawaban pertanyaan yang dibuat dirinya.. tiba-tiba saja handphonenya berdering.. menandakan bahwa ada panggilan masuk untuk dirinya dari seseorang.

Nayara berjalan mendekati handphonenya yang tergeletak diatas kasur berbalut sprai berwarna hitam dengan motif abstrak berwarna putih.

Terteralah nama Arkan saat Nayara melihat handphonenya. Nayara menekan tombol hijau lalu mengarahkan tangannya kesamping telinganya dan Nayara yang mulai mendengarkan apa yang Arkan sampaikan.

"Kenapa Arkan?" tanyanya.

"Udah siap-siap? Gue didepan rumah lo, cepet turun dan gak perlu tanya dapet alamat lo darimana, cepet! gue tunggu!"

"Baru jam 7 Arkan, lagipula gue belum siap-siap loh.. lagian gue bisa sen-"

"No baby, gak ada kata sendiri. Gaboleh sendiri harus bareng gue! harus dan wajib!"

"Gue belum siap-siap Arkan, nanti lo kelamaan.. gue belum mandi loh" Nayara berusaha beralasan lagi tetapi Arkan tidak sebodoh itu.

"Gue gak suka kalau lo bohong, cepet turun gak ada alesan lagi! lo jangan coba ngebohongin gue! Gue gak suka cewek pembohong!"

"Gak ada yang nyuruh lo suka sama gue" balas Nayara lalu terdengarlah suara decakan dari sebrang sana lalu panggilan itu terputus.

Nayara menatap heran handphonenya lalu meneguk ludahnya kasar. "Deg-degan" gumamnya pelan lalu mengusap dadanya menggunakan tangan bagian kanan.

THANTOPHOBIA || ARKAN 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang