fourteen

2.6K 367 117
                                        

"Intinya lo semua ikutin aja rencana gue."

"Gue nggak peduli gimana pandangan orang ke gue."

"Yang penting gue bisa sama dia lagi."

"Gue nggak mau dia bahagia tapi bukan sama gue."

Gihan, Kajoya, Jenna dan Gigi sengaja datang pagi banget supaya bisa gibah, katanya sih gibah Di sekolah lebih enak.

Ternyata sepagi ini sekolah sudah rame.

Lagi asik menggibah bersama teman-temannya, Gihan malah dapat panggilan alam. "Gue ke toilet dulu deh, sakit banget nih perut." Gihan memegangi perutnya sendiri.

"Masih pagi sudah meet and greet aja lo sama Wc." Celetuk Kajoya.

"Nggak tau nih, kayaknya gara-gara malam tadi kebanyakan makan gue."

"Mau gue temenin nggak Han? masih pagi soalnya." Tawar Jenna.

"Halah, bilang aja lo mau rekam suara kentut gue." Cibir Gihan, sudah tau dia niat jahat Jenna.

"Dih fitnah."
"Justru niat gue baik Han buat nemenin lo, pagi-pagi gini biasanya ada penampakan." Ujar Jenna.

"Lah Gihan sendiri penampakannya." Sahut Kajoya.

"Selamat Jo, anda beruntung hari ini,"
Gihan menjabat tangan Kajoya, "nih kalau gue nggak kebelet juga, lo udah gue SmackDown ditengah lapangan Jo." Gihan melepaskan jabatan tangan dia.

"Argghhh! tai gue udah ngetuk pintu nih, gue ke toilet dulu ya, bye!" pekik Gihan.

Gihan langsung berlari ke toilet karena sudah diujung banget.

Tapi pas sudah didepan pintu toilet wanita, tangannya malah di tarik seseorang, dan orang itu malah membawa Gihan kebelakang gedung sekolah.

"Apa-apaan sih Ros! main tarik aja!"

Orang yang menarik tangan Gihan adalah mantan kekasihnya dulu, yaitu Eros Albara.

Gihan melepaskan tangannya dari genggaman Eros dengan kasar.

"Aku kangen kamu," lirih Eros.
Eros langsung memeluk Gihan begitu erat, hingga membuat Gihan kaget. "Balik sama aku Han, pliss." Bisiknya dengan lirih.

Gihan berdecak, perutnya lagi sakit, Eros malah bikin ulah.

Gihan mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Eros, tapi terus ditahan sama Eros.

"Ros! lepasin!" bentak Gihan.
Gihan takut Victor melihatnya, apalagi ini Victor sering ketempat sini.

"Aku minta maaf Han, aku udah sadar sama kelakuan aku dulu ke kamu. Aku bakal putusin Renata sekarang juga, tapi kamu balik ke aku lagi ya?" pintanya.

"Lepasin bangsat!"

Akhirnya Eros mau melepaskan pelukannya, tetapi sekarang malah tangan Gihan yang ia genggam.

"Gue. nggak akan. pernah. mau. balik. lagi. sama. lo. Ros." Ucap Gihan penuh penekanan.

"Gua bahagia sekarang sama Victor. Lo tuh belum juga bisa sadar sama kelakuan lo Ros, lo sadar nggak sih sama apa yang lo ucapin barusan? mau putusin Renata dan nyuruh gue balik lagi sama lo?"

"Gue nggak habis pikir sama isi otak lo, Ros. Renata cewek, gue juga cewek, yang pasti gue tau gimana sakitnya dipermainkan kayak gitu, lo sadar nggak sih lo nyakitin hati 2 cewek sekaligus?"

Gihan melanjutkan ucapannya lagi, "coba buka hati lo buat Renata, Renata cantik loh. Coba lo ingat-ingat kalau lo pernah sekhawatir itu sama Renata, lo bahkan selalu mentingin Renata daripada gue, disitu aja gue udah tau kalau lo ada rasa sama Renata."

APPROPRIATETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang