twenty-six

1.6K 291 31
                                        

Dari beribu-ribu orang yang mendaftar, yang keterima cuma ada seratus orang saja, termasuk Gihan dan Jenna.

Gihan sebenarnya curiga kalau Victor ada hubungan sama juri, soalnya nggak masuk akal juga kenapa Gihan dan Jenna bisa keterima gituloh.

Ternyata kecurigaan Gihan semuanya salah, Victor tak campur tangan soal ini sama sekali, ia hanya murni mendukung pacarnya.

Setelah keterima, seratus orang itu langkah pertamanya di masukkan kesekolah model selama 6 bulan lamanya.

Jika sudah lulus dalam Sekolah permodelan, mereka akan di training sekitar 1 tahun setengah lamanya. Selama training, mereka tinggal di sebuah Asrama yang disediakan.

Tal terasa waktu berjalan, mereka sudah berada di Asrama selama 17 bulan lamanya. Tinggal 1 bulan lagi mereka berjuang disini.

Peraturan nya itu benar-benar ketat banget.
Setiap hari calon model terus berlatih, satu bulan sekali mereka mengadakan tes atau ujian. Nah dari sana mereka akan mengumpulkan nilai. Siapa yang nilainya paling tinggi dan nggak pernah melakukan kesalahan atau pelanggaran, mungkin itu yang bakal di pilih jadi model dimasa depan.

Yang bikin nggak tenang itu karena dari seratus orang yang di pilih cuma 4 orang doang. Gihan sama Jenna yang memang anaknya mageran dan pasrahan, nggak terlalu peduli kalau lolos atau gugur. Kalau pun misalkan gugur nantinya, mereka bangga sudah bisa ditahap ini.

Tapi tetap aja mereka berusaha sungguh-sungguh menampilkan yang terbaik setiap evaluasi. Meski mereka pasrah, tapi dari lubuk hati yang terdalam, mereka sangat ingin memenangkan ini.

Disana sudah ada peraturannya nggak boleh main ponsel. Boleh sih, cuma 1 bulan sekali kalau sudah selesai penilaian.

Nah waktu itu Gihan manfaatin buat nelpon Orang tuanya, nanya kabar Orang tua Victor, ngejek Kajoya sama Gigi.

Saat Gihan dikasih waktu untuk memegang ponsel, ia tak bisa menghubungi Victor. Karena dia online, Victor nggak, seterusnya terus begitu. Gihan nggak tau kabar Victor gimana, kuliahnya gimana, dia udah naik pangkat belum di tempat kerja, kuliah dia semester berapa, Gihan nggak tau.

"Akhir bulan penilaian nya pakai properti apa ya Jen?" Gihan bertanya ke Jenna.

Mereka habis dari tempat gym dan ini mau pulang. Gym itu sudah wajib peserta lakukan 2 kali dalam seminggu. Katanya sih harus harus terus menjaga agar badan mereka tetap ideal. Makan juga di batasin, supaya nanti pas hari akhir tidak ada yang mengecewakan.

"Ular kali, atau nggak dinosaurus." Celutuk Jenna ngasal. Karena dua bulan ini mereka fotoshoot nya sama buaya atau binatang yang di luar nalar.

"Semoga aja T-rex." Do'a Gihan dengan pasrah.

Ouh iya! Gihan baru aja ingat sesuatu!

"Eh Jen, kita boleh izin keluar nggak sih? minggu depan kan si kajo nikah." Ucapan Gihan membuat Jenna ikut berhenti.

Kajoya nikah sama dosen dia sendiri. Ketiga temannya bahkan nggak ada yang tau dia dekat sama dosen muda yang di ketahui namanya adalah Boy.

Mana katanya habis kenalan, dekat, jalan beberapa kali, langsung di ajak nikah.

Uh, lancar sekali kisah percintaan mu Kajoya.

Jenna berpikir, gimana kalau mereka malah nggak di izinkan buat keluar Asrama? masalahnya ini pernikahan sahabat mereka, masa nggak dibolehin buat keluar sebentar.

"Coba izin dari sekarang aja Han, gue harap sih di izinin ya. Sekalian kita ngumpul juga, udah lama kan nggak barengan lagi."

Yang paling sibuk dan susah di temui itu sekarang adalah Gihan dan Jenna, soalnya mereka di batasin kalau keluar. Sedangkan Kajoya sama Gigi, tuh 2 orang masih bisa saling bertemu karena tak terikat dengan apapun.

APPROPRIATETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang