Setelah 30 menit akhirnya Victor kembali lagi ke Vila dengan membawa sesuatu yang baunya sangat enak di indra penciuman.
"Bawa apa Vi?" tanya Gihan.
Victor menaruhnya di meja. "Nila panggang." Lalu Victor duduk disamping Gihan.
"Kamu makan ya, belum makan kan dari pagi." Victor mengambilkan satu bungkus nila panggang dan nasi untuk istrinya.
"Kalian kalau mau ambil saja, saya beli banyak." Suruhnya.
Ketiganya mengangguk, "pas banget Vic kami lagi laper."
"Beli dimana nih Vic?" Jenna membuka bungkus nasinya.
"Di tepi pantai dekat sini." Victor menjawab sambil menyelipkan rambut Gihan kebelakang telinga Gihan sendiri.
"Kamu nggak makan?"
"Iya ini makan sayang." Victor mengambil lagi satu bungkus nila panggang dan nasi untuk dirinya.
"Vic gue penasaran deh siapa gebetannya kakak lo, si Jein." Lalu Jenna melanjutkan ucapannya, "masa seganteng dia belum punya pacar sih sampai sekarang."
Kajoya mengangguk, "iya tuh gue juga penasaran Vic."
"Jein ya?" Victor menjeda ucapannya sembari berpikir, membuat ke-4 gadis cantik itu menjadi sangat penasaran.
"Kalau dia sudah memiliki kekasih pasti langsung di kenalkannya sama keluarga."
Jenna paham dengan jawaban Victor, kemudian ia kesenengan.
"Bentar-bentar. Berarti dia belum punya pacar ya?"
"Kalau gitu mau nggak sih lo jodohin gue sama Kakak lo?" Jenna berharap penuh.
Victor tertawa. "Boleh Jen, nanti saya bantu."
"WOI APA-APAAN?!" Kajoya berdiri tak terima. "Vic kok gitu sih, waktu gue bujangan lo nggak mau bantu."
"Udah gue bilang dari dulu kalau Kak Jein itu emang jodoh gue, nah jodoh lo si Boy." Jenna menjulurkan lidahnya.
"Tapi serius kan Vic lo mau bantuin gue dekat sama Kak Jein?" Jenna bertanya untuk memastikan.
Victor mengangguk. Dia mau bantu Jenna karena selama dirinya tidak ada di sini, Jenna yang selalu nemenin istrinya. Tidak salah kan Victor membalas rasa terima kasih dengan cara menjodohkan Jein dengan Jenna.
"Nanti saya bilang Ayah sama Ibu, biar di bantu juga Jen."
Jenna langsung memeluk Gihan yang asik makan. "Suami lo baik banget Han!"
"Kalau gitu, lo mau nggak punya Ibu tiri kayak gue Vic?" Gigi berucap, tapi pandangannya kosong.
"Ya?" Victor tak mengerti akan ucapan teman istrinya.
"Gue mau daftar jadi istri kedua bapak lo."
Mulut Gigi langsung di bekap sama Kajoya dan Jenna.
"Nggak usah dengerin ucapan Gigi Vi, dia lagi gila gara-gara kuliahnya." Gihan mengelus punggung Victor.
Si Gigi sudah gila, bisa-bisanya bercanda kayak gitu sama Victor.
✦
Ketiga teman Gihan masih berkumpul di Vila, sedangkan Victor izin ke kamar buat mandi. Dia sengaja ngasih ruang buat Gihan bercanda bebas sama teman-temannya.
"Han kami pulang dulu ya, udah mau senja." Kajoya berpamitan.
"Kalian pakai apa kesininya tadi?" Gihan ikut mengantar mereka keluar, meski area sensitifnya masih sangat sakit. Ini juga dia di bantu Jenna buat jalan.
KAMU SEDANG MEMBACA
APPROPRIATE
Teen Fiction﹫vsoo ft sehun "Ternyata aku harus merasakan rasa sakit dan kecewa untuk bisa mendapatkan kebahagiaan dengan orang yang tepat." ── Awalnya hubungan diam-diam antara Gihan dan Eros berjalan dengan tenang selama hampir 3 tahun. Tapi ketika kedatanga...
