Gihan bersama Gigi dan Kajoya Di bandara untuk mengantarkan Jenna ke Paris. Tentu saja ada Ibu model, Mami, dan Kak Jein yang juga ikut.
"Widihh bentar lagi mau jadi Brand Ambasador nya Chanel ni." Goda Gihan.
Jenna tersenyum tipis sebagai balasan ucapan Gihan.
Karena sebentar lagi waktunya berangkat, Jenna mulai berpamitan dulu kepada Maminya, Ibu model, dan Kak Jein.
Setelah berpamitan dan sedikit di beri nasihat dengan kedua perempuan tersebut yaitu Maminya dan Ibu model, kini Jenna menghampiri Kak Jein yang berdiri di samping Gihan.
"Kak aku berangkat dulu ya. Nanti kalau udah sampai, nanti aku kabarin." Pamit Jenna.
Jein mengangguk, lalu memeluk tubuh Jenna sebentar yang mana langsung di respon heboh oleh ketiga temennya. Sedangkan Mami sama Ibu model hanya tersenyum.
"Iya Jen bagus, anggap aja kami patung bandara." Sindir Kajoya ketika Jenna ngelewatin mereka bertiga.
Jenna terkekeh lalu memeluk ke3 temannya secara bersamaan. "Jangan lupa pantau sosmed ya, soalnya nanti gue bakalan masuk berita." Pesan Jenna, ketiga temannya pun menyoraki.
Setelah itu, Jenna menghampiri kembali Kak Jein sebelum benar-benar masuk ke Boarding lounge. "Kak jangan lirik-lirik cewek lain ya pas aku di Paris, apalagi dokter-dokter cantik di rumah sakit sana." Ucap Jenna dengan wajah cemberut.
Jein tersenyum menanggapi ucapan Jenna. "Iya Jenna."
"Terus kabarin saya ya ketika di sana." Sambungnya.
Jenna mengangguk, setelah itu ia menarik kopernya untuk masuk ke Boarding lounge. Jenna melambai-lambaikan tangannya ke orang yang mengantarkannya sampai sini.
✦
Sudah 3 hari jenna berada di Paris. Ia sering bertukar kabar dengan ketiga temannya.
Berita Jenna yang jadi BA Channel pun sudah tersebar di media sosial, bahkan menjadi tranding di 3 negara. Ada yang ngerespon positif ada juga yang ngerespon negatif.
"Tetap bertukar kabar kan dengan Jenna?" Victor bertanya ke Kakaknya.
Victor sedang berada di rumah sakit tempat Jein bekerja. Ia kesini karena mengantarkan Gihan yang sedang cek kehamilan.
Sebelumnya ada kejadian yang membuat Victor memutuskan membawa Gihan untuk pergi ke rumah sakit.
Pagi tadi waktu setelah sarapan, Gihan muntah-muntah terus, Gihan kira dia sedang tidak enak badan, jadi hanya minum obat dan istirahat saja.
Tapi karena Victor penasaran akhirnya Victor izin keluar untuk membeli test pack. Bahkan hari ini Victor tidak ke kantor karena khawatir dengan istrinya.
Ketika Victor ingin membeli Test pack ia di cegah Gihan, katanya Gihan punya bekas ibunya dulu yang belum terbuka sama sekali. Kata Gihan sebelum mereka pindah rumah, Gihan di kasih benda itu sama ibu-Nya lebih dulu.
Victor terus berdoa agar keinginan dia di kabulkan seraya menunggu Gihan keluar dari kamar mandi. Ketika Gihan sudah keluar, Victor langsung menghampirinya dengan wajah penasaran, namun Gihan menggeleng pelan. "Aku cuma nggak enak badan aja Vi." Ucapnya menunjukkan Test pack, disana hanya ada 1 garis saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
APPROPRIATE
Fiksi Remaja﹫vsoo ft sehun "Ternyata aku harus merasakan rasa sakit dan kecewa untuk bisa mendapatkan kebahagiaan dengan orang yang tepat." ── Awalnya hubungan diam-diam antara Gihan dan Eros berjalan dengan tenang selama hampir 3 tahun. Tapi ketika kedatanga...
