"Gila pusing banget kepala gue sumpah." Sedari tadi Kajoya tak berhenti bolak-balik ke kamar mandi karena mual, maklum faktor hamil.
Untung aja ada Jenna yang siap bantu Kajoya bolak-balik kamar mandi.
Kalau Gihan sama Gigi nggak bisa bantu, soalnya mereka nanti ikut muntah juga. Hanya Jenna yang tahan sama orang yang sedang mual.
"Mau muntah lagi nggak Joy?" tanya Jenna sambil memijit kepala, tengkuk belakang sama perut Kajoya dengan pelan.
"Nih-nih cium minyak kayu putihnya Joy."
Kajoya menerima minyak kayu putih dari tangan Gihan, ia juga langsung meminum air putih hangat yang dikasih Gihan.
"Gimana Gi? Boy angkat telponya nggak?" Gihan menghampiri Gigi untuk bertanya.
Gigi menggeleng, tangannya terus memencet tombol telpon di kontaknya Joy.
"Kayaknya masih sibuk ngajar deh."
Ucap Gihan yang di angguki Gigi.
"Suami lo nggak angkat telponnya Joy, kayaknya masih sibuk ngajar. Ya udah lo istirahat dirumah gue aja sambil nunggu suami lo selesai ngajar." Suruh Gihan, ia merasa kasihan dengan Kajoya yang wajahnya udah pucat.
Kajoya mengangguk lemah. Tapi setelah itu ia langsung menutup mulutnya lalu berlari ke toilet di ikuti Jenna yang terus sigap membantu.
"Gila ternyata hamil kayak gitu ya." Ucap Gigi memandang Kajoya sama Jenna yang mulai memasuki wc.
Gihan mengangguk, ia jadi takut kalau dirinya nanti hamil gimana, terus muntah-muntah seperti Kajoya juga. Apalagi Victor sibuk kerja, pasti dia sendirian di rumah.
Bunyi telpon dari ponsel Gigi, saat di cek ternyata yang nelpon Boy, suaminya Kajoya.
Gigi mengangkat telponnya, sedangkan Gihan membantu Jenna untuk membaringkan Kajoya di kasur.
"Pusing banget kepala gue anjing. Gue cium bau parfum gue aja langsung mual." Curhat Kajoya sambil memijit kepalanya sendiri.
"Itu suami lo lagi di jalan mau jemput lo Joy." Gigi mematikan telponnya setelah memberitahu keadaan Kajoya ke Boy.
Kajoya hanya mengangguk.
"Mending lo tidur dulu deh Joy." Suruh Gigi yang mana langsung di cegah Jenna.
"Jangan! kalau tidur terus ntar kita bangunin dia, bisa-bisa dia muntah lagi karena terkejut. Jadi mending lo baring-baring biasa, jangan tidur." Tutur Jenna.
"Iya juga sih, apalagi si Kajoya cuma tidur bentar buat tungguin Boy jemput, bisa-bisa waktu bangun makin pusing dia." Gihan menyetujui.
"Ya udah mending gue yang tidur." Tukas Gigi. Ia mengambil bantal dari sofa lalu merebahkan dirinya di karpet.
"Lo pada sadar nggak sih kita sekarang sukses-sukses? ya gue tau sih kalau gue nggak sukses dalam pekerjaan, tapi gue sukses mempunyai suami yang baik."
"Gihan punya Victor yang sukses banget sekarang, Gihannya juga sukses. Si Jenna juga sukses apalagi nanti nikahnya sama cowok kayak Kak Jein. Terus lo juga Gi, meski harus stress dulu, lo akhirnya bisa kan mengembangkan butik Ibu lo sendiri? bahkan sekarang lo punya pacar selebritis. Ini buktinya kita berempat sukses semua kan?" Kajoya menjeda ucapannya.
Ia pun melanjutkan ucapannya kembali. "Dulu waktu SMA gue pernah berpikir, masa depan gue gimana ya. Waktu sekolah gue aja kayak gini. Ada yang mau sama cewek kayak gue nggak ya, eh ternyata pas kuliah gue malah dapat dosen gue sendiri."
Gigi yang baru aja mau memejamkan matanya, langsung terduduk dan berdiri menghampiri Kajoya yang ada di sofa.
Gigi, Jenna maupun Gihan memandangi Kajoya dengan tatapan yang sulit di artikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
APPROPRIATE
Teen Fiction﹫vsoo ft sehun "Ternyata aku harus merasakan rasa sakit dan kecewa untuk bisa mendapatkan kebahagiaan dengan orang yang tepat." ── Awalnya hubungan diam-diam antara Gihan dan Eros berjalan dengan tenang selama hampir 3 tahun. Tapi ketika kedatanga...
