Gihan berlari masuk kedalam rumahnya sambil menyeret koper yang berisi baju dan keperluan lainnya.
Jenna, Rosie, dan lissa juga ikut masuk kedalam , mereka memutuskan untuk berdiam dirumah Gihan aja.
"MAMAAAAAA GIHAN SEKARANG JADI MODEL!" pekik Gihan dan langsung memeluk Mamanya dengan erat.
Jenna juga ikut memeluk Maminya, sedangkan Rosie sama Lissa cukup melihat sambil tersenyum.
Melihat pemandangan mengharukan ini, mereka jadi rindu dengan keluarga mereka.
"Pasti bakal sibuk banget ya sekarang?"
Mama Gihan melepas pelukannya.
Gihan mengangguk, "aku harap gitu, biar kayak Papa sama Mama." Sindir Gihan.
Gigi menyenggol lengan Kajoya, "bule Jo, ajak ngomong gih." Suruhnya.
"Gue nggak bisa bahasa Inggris cuy!" bisik Kajoya.
"Suami lo tau nggak sih kalau lo oon gini? secara kan, dia dosen ya." Gigi menatap Kajoya dengan heran, bisa-bisanya modelan seperti Kajoya, dapatnya Dosen.
"Dia tau gue luar dalam malah." Terlihat sekali nada meledeknya.
Kajoya mentang mentang udah nikah omongannya malah bikin ambigu mulu.
"Najis! luar dalam katanya."
"Ma, mereka katanya mau nginap disini sehari. Setelah itu kami berangkat ke Amerika." Ujar Gihan memberi tahu.
"Loh udah langsung pergi aja, masa disini cuman sehari doang?" Mama Gihan terheran.
Sebelum pulang tadi ternyata Ibu manggil lagi. Katanya ke empatnya besok harus berangkat ke Amerika selama 5 hari.
"Kan Gihan udah jadi model, makanya mau pemotretan majalah Vogue disana, ini majalah besar Mah!" jelas Gihan dengan antusias.
Kajoya sama Gigi terbelala. Serius nih pemotretan doang harus ke Amerika? enak banget, batin mereka meng-iri.
Mami Jenna melirik anaknya, "kamu nggak mau pulang kerumah dulu Jen?" tawarnya.
Jenna menggeleng, "nggak Mi. Biar besok langsung berangkat aja."
"Berarti besok nanti Mami ikut antar ya." Ujar Mami Jenna.
Mama Gihan menatap Rosie sama Lissa yang tersenyum canggung, soalnya semua pandangan mata tertuju ke mereka.
"Ini Mama harus ngomong bahasa apa? bahasa Inggris apa bahasa mereka?"
Sok-sokan mau pakai bahasa Inggris sama Thailand, sebenarnya mah nggak bisa.
"Pakai bahasa Indonesia aja tidak papa kok, aku sedikit paham." Ucap Lissa dengan logat Thailand nya yang medok itu.
"Kalian berdua asli bule atau bule bulean?" tanya Mami Jenna mengamati keduanya.
Bule-bulean? apa itu? tanya mereka dalam hati.
"Maksudnya? tapi kalau bertanya asal kami, saya dari Australia, Lissa dari Thailand." Rosie berbicara dengan gugup, soalnya ia di kenal cukup pemalu.
KAMU SEDANG MEMBACA
APPROPRIATE
Teen Fiction﹫vsoo ft sehun "Ternyata aku harus merasakan rasa sakit dan kecewa untuk bisa mendapatkan kebahagiaan dengan orang yang tepat." ── Awalnya hubungan diam-diam antara Gihan dan Eros berjalan dengan tenang selama hampir 3 tahun. Tapi ketika kedatanga...
