Victor ngajakin Gihan menikah?
Tapi ini terlalu cepat nggak sih buat Gihan? karena bagaimanapun ia baru aja menggapai cita-citanya.
"Vi, nikah nggak bisa langsung sana-sini, banyak yang harus di siapkan. Aku juga baru jadi model, masa harus ninggalin cita-cita aku sih?"
Victor terkekeh, "kamu lagi-lagi tidak mendengarkan ucapan saya ya." Mata masih menatap Gihan, tetapi tangannya mengambil sesuatu di kantong celana.
"Gihan, kalau nikah sekarang mau? semuanya sudah siap."
Kebiasaan dia suka rekam ternyata nggak pernah hilang ya.
"Sudah siap." Victor mengulang ucapannya.
"Lagian sayang, saya tidak menyuruh kamu untuk berhenti jadi model."
"Kamu bisa kembali melanjutkan pekerjaan kamu, dan saya bisa memantau kamu dengan status sah sebagai Suami." Sambung Victor sambil menggenggam tangan Gihan.
Victor dalam hati berdoa agar Gihan menerimanya.
"Tapi kita harus bilang sama Orang tu──"
"Sudah."
"Orang tua kita sama-sama belum pernah ketemu Vi!"
"Sudah."
"Serius gantennnngggg!"
Ini kedua kalinya Gihan mencubit perut Victor.
"Serius cantikk."
Gihan menghela nafas. Bingung ia harus bertindak gimana sekarang. Gihan tau Victor ini orangnya nggak bisa di bantah, kalau di tunda juga gimana? ia takut Victor kecewa.
Victor tersenyum kaku ketika melihat raut wajah penuh ragu dari Gihan. "Kalau kamunya yang belum siap juga tidak apa-apa sayang, saya siap menunggu kapan aja kamu siap. Maaf sudah memaksa."
Setelah berucap, Victor langsung memainkan laptopnya.
Gihan menatap Victor dengan lekat, ini beneran pacarnya sepasrah itu? atau ternyata pacarnya ngambek?
Gihan bersandar di pundak Victor, 1 tangan Victor yang sedang menganggur ia manfaatkan untuk digenggam dengan erat. "Sayang dengar, aku siap kok sebenarnya. Cuma kamu bilangnya terlalu cepat, bahkan kamu pulang ke Indonesia aja aku nggak tau." Tutur Gihan.
Victor melepaskan genggaman dari Gihan, namun kini gantinya jadi merangkul leher Gihan. "Maaf tidak bilang, soalnya banyak yang saya urus," salah satunya tentang pernikahan kita. Sambung Victor dalam hati.
Gihan melihat Victor lalu bertanya, "apa yang kamu urus sampai lupa ngabarin aku?"
"Bisnis." Victor menjawab pertanyaan Gihan dengan singkat.
"Hm? ada masalah ya?" tanya Gihan lagi namun Victor langsung menggeleng.
"Saya mau pindahin semuanya ke Indonesia."
Gihan terkesiap, "loh emang bisa? pindahin bangunannya gimana?"
Pertanyaan bodoh Gihan mampu membuat Victor tertawa.
Karena gemas, Victor langsung mencium dahi Gihan. "Bukan mindahin bangunan sayang, mindahin karyawan nya. Susah sih, soalnya saya harus mengurus kewarganegaraan mereka dulu, kepindahan mereka." Jelasnya.
"Kamu ngurusnya dari kapan?"
"Dari pertama kamu terbang ke Amerika."
Ini ya bukannya pemotretan malah saling tanya jawab.
"Belum selesai ya?"
Victor mengangguk, "sebentar lagi selesai."
"Berarti kamu nggak ke London lagi dong? tapi bukannya bisnis kamu udah dimana-mana? itu gimana mindahinnya, masa satu-satu."
KAMU SEDANG MEMBACA
APPROPRIATE
Teen Fiction﹫vsoo ft sehun "Ternyata aku harus merasakan rasa sakit dan kecewa untuk bisa mendapatkan kebahagiaan dengan orang yang tepat." ── Awalnya hubungan diam-diam antara Gihan dan Eros berjalan dengan tenang selama hampir 3 tahun. Tapi ketika kedatanga...
