5 hari sudah terlewati, yang artinya semua murid kelas 12 sudah melaksanakan ujian.
Yang biasanya Gihan selalu pusing kalau berhadapan dengan soal, sekarang justru tidak. Ia bisa menjawab semua soal dengan mudah berkat Victor.
Kelas 12 tinggal menunggu kelulusan yang di adakan besok.
"Tapi Gihan besok ada acara kelulusan Ma. Emang kalian nggak bisa pulang dulu gitu?"
"Nggak bisa Gihan. Kami pulangnya seminggu nanti, ini juga masih dalam keadaan sibuk. Orang tua nggak wajib hadir juga kan?"
"Nggak wajib sih, tapi Gihan mau kalian hadir. Waktu SMP di wakilin sama Maminya Jenna, masa sekarang kalian nggak bisa datang?"
"Kalau Mama aja yang pulang gimana? biar Papa yang disana, nanti Mama balik lagi. Ini kelulusan Gihan loh,"
"Tetap nggak bisa Gihan, sendiri dulu nggak papa kan?"
Gihan menghela nafas berat, kecewa sama Orang tuanya. Padahal mereka cuma di luar kota doang, apa susahnya sih untuk pulang sebentar.
"Yaudah. Tapi pacar Gihan besok juga mau berangkat keluar negeri. Emang Mama nggak mau gitu liat dia?"
"Hadir kelulusan kamu aja Mama nggak bisa, apalagi ketemu pacar kamu."
"Lain kali aja ya. Mama sapa Papa titip salam ke dia, titip salam juga ke orangtuanya."
"Gihan harus gimana lagi sih biar kalian berdua pulang kalau Gihan lagi butuh?"
"Nggak gimana-gimana Gihan, yang penting kamu tetap jaga kesehatan kamu disana, seminggu lagi Mama sama Papa pulang. Kami kerja kan buat Gihan juga, biar bisa beli apapun yang Gihan mau."
Ucapan Mamanya benar sih, apapun yang Gihan mau semuanya terpenuhi berkat kerja keras kedua Orang tuanya, tapi kan nggak sampai gini juga, sampai-sampai anggurin anaknya demi kerjaan.
Dengan bete Gihan menjawab, "ya udah terserah! tunggu kabar kecelakaan Gihan aja kalau gitu, dengan gitu kalian bisa langsung pulang kan tanpa Gihan paksa?" Gihan langsung mematikan sambungan telponnya secara sepihak.
"Nih mulut sembarangan banget kalau ngomong, amit-amit!" Kajoya langsung memukul pelan mulut Gihan.
Lagian Gihan kesal, emang sesibuk apasih orang tuanya disana? minta 1 perwakilan aja mereka nggak bisa ngabulin.
Jenna dan Gigi sama-sama menghela napas pelan, iba dengan Gihan. Mereka nggak nyangka, sampai sekarang kedua orang tua Gihan masih saja di sibukkan dengan pekerjaan.
"Tenang Han, Mami gue kan ada." Jenna menepuk pundak Gihan.
Gigi merangkul Gihan sambil mengusap pelan lengannya. "Senyum dong, kan masih ada kami. Gue sama Kajoy juga orang tuanya nggak ada yang datang kok, kita ambil Maminya Jenna aja."
"Iya tuh Han, lagian kan nggak wajib juga Orang tua datang. Malah bagus lagi, kita kan bisa jadi biduan kalau di setelin lagu dangdut, ntar kita goyang gimana aja bisa tanpa di tegur Mama. Makanya gue nggak nyuruh Mama gue buat datang." Sahut Kajoya yang di akhiri dengan cengiran.
Ponsel Gihan kembali berbunyi, Gihan enggan mengambilnya. "Palingan dari Mama lagi." Gumamnya.
Kajoya melirik ponsel Gihan yang berbunyi. "Pacar lo anjir yang telpon." Kajoya mengambil ponsel Gihan lalu mengangkat panggilan telpon dari Victor, setelah itu ia kasihkan ke Gihan.
"Iya Vi?"
"Di depan."
"Oke."
Gihan mematikan teleponnya. Ia sudah tau maksud dari ucapan Singkat kekasihnya itu, berarti Victor ada di depan rumah Gihan.
KAMU SEDANG MEMBACA
APPROPRIATE
Teen Fiction﹫vsoo ft sehun "Ternyata aku harus merasakan rasa sakit dan kecewa untuk bisa mendapatkan kebahagiaan dengan orang yang tepat." ── Awalnya hubungan diam-diam antara Gihan dan Eros berjalan dengan tenang selama hampir 3 tahun. Tapi ketika kedatanga...
